Peristiwa

Delapan Bulan Pasca Banjir Bandang, Kegiatan Belajar Siswa SD IT Annur Pidie Jaya Tetap di Tenda Darurat

×

Delapan Bulan Pasca Banjir Bandang, Kegiatan Belajar Siswa SD IT Annur Pidie Jaya Tetap di Tenda Darurat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Delapan Bulan Pascabanjir, Siswa SD IT Annur Pidie Jaya Masih Belajar di Tenda

jurnalistik.co.id – Delapan bulan pascabencana banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, kegiatan belajar mengajar di SD IT Annur masih berlangsung di ruang-ruang darurat. Ratusan siswa menjalani pembelajaran di tenda, sementara sebagian lainnya belajar di ruko sewaan yang dibentuk agar bisa dipakai sebagai kelas.

Lokasi sekolah berada di jalan lintas nasional Banda Aceh–Medan, di Desa Bunot, Kecamatan Meureudo. Di halaman depan ruko, tampak dua tenda yang menjadi tempat duduk siswa saat mengikuti pelajaran.

Di dalam tenda, tidak ada pemisah yang benar-benar meredam suara. Kondisi ini membuat suasana kelas sulit terkonsentrasi, terlebih karena keterbatasan tempat harus menampung lebih dari satu rombongan belajar dalam area yang sama.

Salah satu kendala utama, menurut Kepala SD IT Annur Pidie Jaya, Aida Zuhra, adalah kenyamanan dan keamanan yang belum memadai. “Untuk proses kegiatan belajar mengajar memang berjalan seperti biasanya. Cuma, untuk kenyamanan dan keamanan masih kurang karena anak-anak masih belajar di dalam tenda,” ujarnya saat ditemui.

Aida menjelaskan, di bawah tenda darurat dua rombongan belajar harus menempati satu ruang tanpa sekat. Dua guru juga mengajar secara bersamaan, sehingga suara dari masing-masing kelas saling bertabrakan dan membuat proses belajar menjadi kurang kondusif.

Adapun sebagian siswa yang lain menempuh pelajaran di ruko yang disewa sejak masa tanggap darurat. Bangunan tersebut tidak disediakan oleh pemerintah maupun lembaga kemanusiaan, melainkan merupakan bantuan pribadi seorang donator. Di dalam ruko, ruang kelas dibentuk menggunakan sekat-sekat tripleks agar bisa digunakan untuk beberapa kelas sekaligus.

Meskipun pembelajaran sudah berjalan berbulan-bulan dengan fasilitas sementara, pembangunan sekolah permanen hingga kini belum juga dimulai. Pemerintah disebut telah menyampaikan rencana pembangunan sekolah baru, tetapi realisasinya belum terlihat. Pihak sekolah pun menyiapkan relokasi ke kawasan Rungkom yang berada di wilayah pegunungan.

Untuk kebutuhan relokasi, sekolah masih berupaya membebaskan lahan di area yang direncanakan. Aida menyebut proses pembebasan lahan sedang berlangsung, dengan target sekitar 500 meter. “Kami berharap pembangunan bisa segera dimulai. Sekarang kami sedang melakukan pembebasan lahan sekitar 500 meter. Kami juga membuka donasi karena kebutuhan dana mencapai sekitar Rp1 miliar. Hingga kini, donasi yang terkumpul baru mencapai lebih dari Rp100 juta, sehingga kebutuhan dana masih sangat besar,” ungkapnya.

Di tengah berbagai keterbatasan tempat belajar, semangat belajar siswa dinilai tidak surut. Sejak hari pertama sekolah kembali membuka kegiatan belajar mengajar, tingkat kehadiran hampir selalu penuh. Pembelajaran juga tetap dijalankan dengan sistem full day school hingga selepas waktu Asar.

“Alhamdulillah, kehadiran anak-anak selalu penuh. Semangat mereka luar biasa tinggi meskipun belajar di tempat yang serba terbatas,” kata Aida. Para guru, menurutnya, tetap mengajar seperti biasa meski lingkungan belajar belum ideal.

Sebelum banjir bandang melanda, SD IT Annur memiliki sejumlah program literasi. Setiap kelas memiliki pojok baca selain perpustakaan sekolah, serta menjalankan program “satu bulan satu buku” yang mendorong siswa membeli dan membaca minimal satu buku setiap bulan. Ada pula kegiatan membaca selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai, dan di akhir semester sekolah memberikan penghargaan kepada siswa paling aktif membaca melalui pemilihan “Raja dan Ratu Baca” atau “Bintang Literasi”.

Namun, karena masih berada dalam kondisi darurat, beberapa program literasi tersebut terpaksa dihentikan sementara. Meski demikian, sekolah terus berusaha agar proses belajar tetap berjalan, sambil menunggu pembangunan sekolah permanen dapat segera dimulai.