Peristiwa

Kebakaran TPA Jatiwaringin 25 Jam Tak Padam, Areal Terbakar Capai 15 Hektare

×

Kebakaran TPA Jatiwaringin 25 Jam Tak Padam, Areal Terbakar Capai 15 Hektare

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: 25 Jam Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, Meluas hingga 15 Hektare

jurnalistik.co.id – Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, hingga Rabu (1/7/2026) siang masih belum padam. Perkembangan di lokasi menunjukkan api telah berlangsung sekitar 25 jam, dengan titik-titik yang terus melebar.

Hingga pukul 12.00 WIB, kebakaran sudah terjadi selama 25 jam sejak Selasa (30/6/2026) siang. Meski upaya pemadaman berjalan terus, kobaran tidak langsung surut karena masih ada area yang menyala di dalam tumpukan sampah.

Dalam pantauan di lokasi, api tidak hanya bertahan di satu titik. Titik-titik api diperkirakan meluas hingga mencapai sekitar 15 hektare, sementara asap hitam pekat terus membubung dan terlihat dari jarak jauh.

Asap tebal tampak mengarah keluar dari sela-sela gunungan sampah. Kepulan berwarna pekat itu juga terpantau dari radius sekitar empat kilometer (km) di sekitar lokasi kebakaran.

Selain terlihat jelas, asap juga disertai embusan angin yang membawa bau menyengat. Kondisi ini membuat proses pemadaman berlangsung lebih menantang, terutama karena angin dapat mendorong bara dan memperluas titik yang berpotensi menyala.

Di area sekitar gunungan sampah, tim menemukan hamparan tumpukan yang masih diselimuti asap tebal. Pada beberapa sisi timbunan, sesekali muncul api kecil yang menunjukkan adanya titik panas di bagian tertentu.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, petugas melakukan penyemprotan dari berbagai sisi secara bergantian. Puluhan personel gabungan bersama sejumlah unit mobil pemadam kebakaran terus berjibaku di lapangan agar api tidak makin merambat ke area lain di dalam TPA.

Di saat bersamaan, alat berat juga terus dioperasikan untuk membantu mengurai tumpukan sampah. Langkah ini dilakukan agar bagian yang berada di lapisan lebih dalam dapat dijangkau, serta memperkecil peluang bara tetap bertahan tanpa terpapar air.

Upaya pemadaman sudah berlangsung tanpa henti sejak awal kejadian. Namun, karena struktur tumpukan sampah yang tinggi dan rapat, serta adanya bara di lapisan bawah, api sulit dipadamkan secara menyeluruh dalam waktu singkat.

Para petugas juga tampak menggunakan masker saat bekerja. Penggunaan alat pelindung diri diperlukan mengingat kualitas udara yang dipengaruhi asap tebal dan bau tajam dari lokasi kebakaran.

Hingga berita ini ditayangkan, fokus penanganan masih pada upaya melokalisasi kobaran agar tidak meluas. Dengan strategi tersebut, petugas berusaha menahan perambatan api ke bagian lain di dalam area TPA, sekaligus mengendalikan titik yang masih menyala.

Penanganan tambahan dari BNPB

Selain pengerahan petugas dan unit pemadam yang sudah berada di lokasi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga akan memberikan bantuan melalui penggunaan helikopter water bombing. Rencana tersebut disebutkan sebagai langkah untuk mempercepat penanganan kebakaran yang belum padam.

BNPB akan mengerahkan dua helikopter water bombing untuk membantu pemadaman di TPA Jatiwaringin. Kehadiran armada udara diharapkan dapat mendukung upaya di lapangan, terutama untuk menjangkau area yang sulit diakses dan memperkuat proses pendinginan.

Dengan durasi kebakaran yang telah mencapai 25 jam, kondisi di lapangan dinilai masih berat. Tumpukan sampah yang tinggi, embusan angin, serta bara yang berada di lapisan bawah membuat pemadaman berjalan lebih lambat dibanding kebakaran biasa.

Meski demikian, upaya koordinasi tetap dilakukan untuk menjaga agar proses pemadaman tidak terhenti. Dari waktu ke waktu, petugas terus menyesuaikan pendekatan di lapangan, baik melalui penyemprotan maupun penguraian tumpukan sampah menggunakan alat berat.

Sejumlah titik yang sempat menunjukkan api kecil kemudian ditangani agar tidak kembali membesar. Petugas juga bekerja menjaga agar penyebaran tidak terjadi ke area lain, terutama di bagian yang masih berpotensi menyala di bawah permukaan tumpukan.

Dengan masih berlangsungnya kebakaran hingga siang hari, pemantauan di lokasi terus dilakukan. Penanganan yang berkelanjutan diharapkan mampu menekan perluasan area terbakar sekaligus mengurangi kepulan asap hitam yang terus terlihat dari sekitar lokasi.