Bisnis & Ekonomi

BEI Keluarkan CUAN dari Indeks LQ45 dan IDX80 – Market

×

BEI Keluarkan CUAN dari Indeks LQ45 dan IDX80 – Market

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: BEI Depak CUAN dari Indeks Bergengsi LQ45 & IDX80 - Market

jurnalistik.co.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan revisi evaluasi mayor untuk indeks LQ45 dan IDX80 yang berdampak pada perubahan komposisi saham. Dalam pengumuman yang diterbitkan pada Selasa, 27 Oktober 2026, BEI menyampaikan bahwa PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dikeluarkan dari dua indeks tersebut.

CUAN disebut sebagai emiten afiliasi konglomerat Prajogo Pangestu. Pencoretan CUAN dari LQ45 dan IDX80 menjadi salah satu poin utama dalam revisi evaluasi mayor yang diumumkan BEI.

Pengumuman itu tidak hanya memuat satu perubahan. BEI juga mencantumkan bahwa selain CUAN, terdapat sejumlah saham lain yang turut dikeluarkan dari indeks-indeks bergengsi LQ45 dan IDX80 dalam periode evaluasi kali ini.

Untuk indeks LQ45, BEI secara spesifik menyebut pengeluaran PT Surya Citra Media Tbk (SCMA). Dengan demikian, perubahan yang diumumkan BEI mencakup pengeluaran saham dari LQ45 sekaligus dari IDX80.

Rangkaian revisi tersebut tertuang dalam pengumuman terkait revisi evaluasi mayor indeks LQ45 dan IDX80. Lewat dokumen pengumuman itu, BEI menyampaikan hasil evaluasi yang berujung pada pencoretan saham-saham yang masuk daftar perubahan.

Pengumuman revisi evaluasi mayor indeks LQ45 dan IDX80 tersebut ditandatangani oleh pejabat BEI. Dokumen menyebutkan penandatanganan dari Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Mde Kusuma Ari A., serta Kepala Divisi Riset BEI, Vitri Herma Susanti.

Dalam isi pengumuman, BEI menempatkan CUAN sebagai salah satu emiten yang dikeluarkan dari indeks LQ45 dan IDX80. Status CUAN sebagai perusahaan yang berada di bawah afiliasi konglomerat Prajogo Pangestu ikut dicantumkan pada informasi yang disampaikan BEI.

Selain itu, BEI juga menegaskan bahwa untuk indeks LQ45, SCMA menjadi saham yang ikut dikeluarkan. Poin ini melengkapi daftar perubahan yang diumumkan BEI dalam revisi evaluasi mayor indeks pada tanggal yang sama.

Dengan adanya pengumuman revisi evaluasi mayor ini, komposisi indeks LQ45 dan IDX80 mengalami penyesuaian. BEI menyajikan perubahan tersebut dalam bentuk pengumuman resmi, termasuk penyebutan CUAN dan SCMA sebagai bagian dari daftar pencoretan.

Secara keseluruhan, pengumuman BEI pada 27 Oktober 2026 menegaskan bahwa CUAN dicoret dari indeks LQ45 dan IDX80, sementara SCMA dicoret dari indeks LQ45. BEI juga menyebut terdapat sejumlah saham lain yang ikut dikeluarkan dari kedua indeks tersebut dalam evaluasi mayor yang diumumkan pada periode tersebut.

Revisi evaluasi mayor ini memperlihatkan bagaimana BEI melakukan penyesuaian berkala terhadap komposisi saham acuan yang menjadi rujukan pergerakan di pasar. Lewat pengumuman yang memuat daftar perubahan, BEI menegaskan bahwa pembaruan bukan sekadar pembenaran administratif, melainkan hasil evaluasi yang langsung berujung pada pencoretan emiten dari indeks terkait.

Dalam daftar yang disampaikan BEI, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) ditempatkan sebagai salah satu saham yang harus keluar dari dua indeks sekaligus, yakni LQ45 dan IDX80. Keterangan yang ikut disertakan juga menyoroti posisi CUAN sebagai emiten yang berada dalam afiliasi konglomerat Prajogo Pangestu, sesuai informasi yang termuat dalam pengumuman tersebut.

Selain CUAN, pengumuman BEI juga memuat penyesuaian pada indeks LQ45 melalui pencoretan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA). Di saat yang sama, BEI menyebut bahwa pada periode evaluasi kali ini terdapat pula sejumlah saham lain yang turut dikeluarkan dari indeks-indeks bergengsi tersebut, sehingga perubahan komposisi tidak berdiri pada dua nama yang disebut secara spesifik.

Rincian revisi evaluasi mayor tersebut dituangkan dalam dokumen resmi yang ditandatangani oleh pejabat BEI. Penandatanganan disebut berasal dari Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Mde Kusuma Ari A., serta Kepala Divisi Riset BEI, Vitri Herma Susanti. Dengan demikian, pengumuman menjadi rujukan langsung atas hasil evaluasi yang menghasilkan daftar pencoretan di LQ45 dan IDX80.