Bisnis & Ekonomi

Cicil Emas Mulai Rp 10 Ribu, Ada KitKat Gold untuk Dana Darurat

×

Cicil Emas Mulai Rp 10 Ribu, Ada KitKat Gold untuk Dana Darurat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Investasi Emas Makin Mudah Dijangkau, Bisa Mulai dari Rp 10 ribu!

jurnalistik.co.id – Emas kembali mendapat sorotan sebagai pilihan investasi yang dinilai mampu menahan guncangan saat krisis maupun tekanan inflasi. Dalam beberapa tahun terakhir, minat terhadap logam mulia ini juga bergeser: tidak hanya dari kalangan lebih tua, tetapi mulai menyentuh milenial dan Gen Z yang menyiapkan langkah finansial untuk masa tua.

Chief Marketing Officer Raja Emas Indonesia M. Rahmat menyampaikan pandangannya dalam acara Lampung Financial Festival 2026 di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026). Menurutnya, perangkat teknologi dan cara bertransaksi yang semakin mudah membuat pembelian emas tidak lagi terasa “jauh” bagi banyak orang.

Rahmat menegaskan, emas dipandang sebagai lindung nilai aset yang tetap dicari ketika kondisi ekonomi bergejolak. Karena karakter tersebut, masyarakat cenderung menjadikan emas sebagai instrumen untuk menjaga nilai, sekaligus mencari alternatif pembentukan kesejahteraan.

Ia menyebut perubahan lain yang tengah terjadi: generasi muda kini mulai berburu emas untuk kepentingan kesejahteraan di masa depan. Dalam konteks ini, Rahmat mengatakan pembelian emas bisa dilakukan dengan pola mencicil dalam gram yang sangat kecil, bahkan dimulai dari nominal yang relatif terjangkau.

“Di tabungan digital bahkan kita punya dana Rp 10 ribu kita bisa konversi menjadi emas. Jadi dicicil, nanti setelah mencapai gramasi tertentu teman-teman bisa mencetaknya menjadi logam mulia,” ujarnya dalam acara Lampung Financial Festival 2026, Sabtu (5/9/2026).

Rahmat juga menjelaskan bahwa Raja Emas melihat kemungkinan investasi emas semakin terbuka ketika seseorang bisa memulai lebih cepat, meski dengan kapasitas dana yang tidak besar. Ia mencontohkan, investasi emas dapat dimulai melalui gramasi 0,1 dengan harga yang dinilai cukup terjangkau.

Untuk jalur pembelian, Rahmat menyebut Bullion Bank sebagai salah satu opsi yang bisa ditemui melalui berbagai platform. Ia menambahkan bahwa konsumen dapat memilih layanan yang tersedia, termasuk bagi mereka yang ingin mencicil dari nominal awal yang rendah.

“Di Pegadaian atau di BSI itu udah Bullion Bank. Teman-teman bisa nyicil dari mulai 10 ribu. Tapi kalau perlu fisik jangan lupa teman-teman pilih fisiknya Logam Mulia Raja Emas ya,” imbuhnya.

Selain skema cicilan, Raja Emas memperkenalkan pendekatan produk yang berbeda lewat KitKat Gold. Menurut Rahmat, emas fisik pada produk tersebut dipotek dengan format yang menyerupai cokelat, sehingga pengelolaan kepemilikan emas terasa lebih praktis dibanding cara konvensional.

Ia menilai keunikan tersebut membawa manfaat dalam proses likuidasi ketika pemilik membutuhkan dana. Dalam situasi darurat, KitKat Gold memungkinkan penjualan sebagian tanpa harus melepas seluruh kepemilikan emas yang dimiliki sebelumnya.

“Jadi artinya ketika customer atau masyarakat membutuhkan dana darurat itu bisa menjual sebagian,” sebutnya.

Rahmat menambahkan bahwa produk KitKat Gold juga ditawarkan dengan biaya spread yang rendah, yakni sebesar 3%. Spread yang relatif kecil ini, menurutnya, menjadi faktor yang membuat produk lebih menarik untuk dipilih ketika tujuan utama seseorang adalah menata langkah investasi secara bertahap.

Dengan berbagai kemudahan tersebut, Rahmat mengingatkan agar konsumen memanfaatkan peluang yang ada sejak awal. Ia berpandangan bahwa perencanaan kesejahteraan tidak perlu menunggu kondisi finansial benar-benar sudah “mapan”, karena kebiasaan memulai lebih dini akan membentuk pondasi yang lebih kuat.

“Berinvestasi itu jangan menunggu kaya, tapi berinvestasilah untuk menjadi kaya,” imbuhnya.

Ia pun menekankan bahwa memulai investasi dapat disesuaikan dengan dana yang tersedia. Bahkan ketika nominal yang dimiliki masih kecil, Rahmat menilai konsistensi tetap penting, karena pada akhirnya seseorang yang telah membangun kebiasaan berinvestasi tidak akan berhenti hanya karena kelak uangnya bertambah.

“Secepat mungkin dari nominal yang kita punya, walaupun itu nominalnya kecil, ya ketika teman-teman punya uang besar nanti tidak akan pernah memulai untuk berinvestasi,” tutupnya.

Serangkaian pesan itu menggambarkan arah yang sama: emas diposisikan sebagai instrumen perlindungan nilai, sementara cara memulainya dibuat lebih realistis melalui cicilan berbasis gramasi, pilihan platform pembelian, serta inovasi bentuk produk seperti KitKat Gold. Bagi masyarakat yang sedang menyiapkan dana darurat maupun rencana jangka panjang, kemudahan akses tersebut menjadi bagian dari pertimbangan ketika memilih langkah investasi yang sesuai dengan kebutuhan.