jurnalistik.co.id – Tadej Pogacar dipastikan tak akan kembali berlomba pada sisa musim setelah mengalami serangkaian cedera serius dalam insiden di Vuelta a Espana. Juara Tour de France lima kali itu menjalani perawatan yang mencakup prosedur operasi dan pemulihan jangka panjang.
Menurut pengumuman dari tim UAE Team Emirates-XRG, cedera yang dialami Pogacar membuatnya harus melewatkan kesempatan untuk memperjuangkan gelar di ajang bergengsi berikutnya. Ia tidak akan turun untuk mempertahankan status juara pada World Championships yang dijadwalkan berlangsung setelah Vuelta.
Insiden tersebut terjadi pada tahap ke-8 balapan bulan lalu. Saat tampil sebagai pemimpin lomba, Pogacar terjatuh dan mengalami berbagai masalah kesehatan yang berdampak pada rencana balapnya.
Rangkaian cedera yang disebutkan meliputi patah tulang selangka yang memerlukan operasi, gegar otak, serta patah tulang di leher yang digambarkan sebagai kondisi “stable”. Selain itu, ia juga menderita beberapa lecet akibat kecelakaan tersebut.
Dampak langsung dari cedera ini adalah hilangnya target Pogacar untuk membela kostum pelangi di World Championships. Ia sebelumnya dijadwalkan mempertahankan rainbow jersey di kejuaraan dunia yang akan digelar di Montreal pada akhir bulan ini.
Dalam pernyataan yang dirilis timnya, Pogacar menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah pemulihan. “Of course, this isn’t the way I wanted my season to finish,” kata Pogacar dalam pernyataan tersebut.
Ia melanjutkan, “Right now, the most important thing is to recover properly and give my body the time it needs.” Bagi Pogacar, waktu pemulihan menjadi bagian penting agar ia bisa kembali dalam kondisi maksimal.
Berita Terkait
Pogacar juga menyampaikan apresiasinya terhadap perjalanan musim yang telah ia lalui bersama tim. “It has been a season with many special moments and I’m proud of what we achieved together. Now I’ll focus on getting healthy, supporting the guys from home, and coming back next year ready for what’s ahead.”
Target Pogacar pada musim ini sebenarnya juga terkait rangkaian prestasi di ajang-ajang utama. Ia tengah mengejar kelengkapan koleksi gelar Grand Tour, dengan menambahkan Vuelta ke kemenangan Giro d’Italia yang sudah ia miliki serta gelar-gelar Tour de France.
Dengan kepastian absen pada sisa tahun ini, ia otomatis menunda langkah berikutnya di kalender lomba. Pada Oktober, Pogacar direncanakan mempertahankan gelar di European Championships di Ljubljana, negara asalnya, serta bersiap untuk Il Lombardia.
Il Lombardia disebut sebagai balapan satu hari terakhir kategori Monument pada musim tersebut. Namun, rencana-rencana yang mengarah ke periode akhir musim kini harus digeser karena proses rehabilitasi yang diperlukan.
UAE Team Emirates-XRG menyatakan keputusan agar Pogacar tidak balapan lagi hingga tahun 2027 bukan semata-mata menunda jadwal, melainkan memberi ruang agar pemulihannya dapat berjalan tuntas. Tim menyebut langkah tersebut memungkinkan Pogacar kembali dengan kondisi penuh “without placing a timeline on his return to competition”.
Selain aspek medis, tim juga mengonfirmasi adanya kepastian keberlanjutan kerja sama jangka panjang. UAE Team Emirates-XRG mengumumkan bahwa Pogacar telah menyetujui perpanjangan kontrak selama dua tahun, yakni hingga 2032.
Dengan demikian, musim balap Pogacar memasuki fase akhir yang tidak diisi kompetisi, tetapi diarahkan untuk pemulihan dari cedera yang dialaminya di Vuelta. Ke depan, fokusnya akan kembali pada kondisi tubuh, mendukung rekan-rekannya dari rumah, dan menyiapkan tahun berikutnya agar kembali tampil siap menghadapi tantangan.












