jurnalistik.co.id – Menteri bisnis Inggris Jonathan Reynolds dijadwalkan membahas dampak rencana pemotongan kerja yang diperkirakan mencapai ribuan orang dengan manajemen Jaguar Land Rover (JLR) dan serikat Unite. Pembahasan ini muncul di tengah tekanan tarif serta konsekuensi lanjutan dari serangan siber besar setahun terakhir yang sempat mengganggu operasional pabrikan mobil tersebut.
JLR mengonfirmasi kepada BBC bahwa perusahaan membuka program redundansi sukarela. Langkah itu dipersiapkan untuk menanggapi perubahan yang diharapkan terjadi pada organisasi perusahaan, termasuk penyesuaian cara bisnis dijalankan setelah gangguan produksi akibat insiden siber.
Perusahaan tidak menyebutkan jumlah karyawan yang terdampak. Namun, laporan The Times menyebut angka yang diperkirakan dapat mencapai sekitar 4.000 pekerjaan yang berpotensi hilang, dengan dalih dampak tarif dan penurunan penjualan. Pemotongan kerja juga diyakini terutama menyasar pekerja bergaji tetap dan posisi manajerial atau pekerja kerah putih.
Dalam pernyataan yang dikutip dari BBC, seorang juru bicara JLR mengatakan: “Today, we informed our colleagues, and trade union partners that JLR is opening a voluntary redundancy programme offering salaried and management team members the opportunity to leave the business,” dan menambahkan, “We will share further information with our colleagues first.” JLR tidak menutup kemungkinan adanya redundansi yang bersifat kompulsori sebagai bagian dari rencana tersebut.
Reynolds menyatakan pertemuan dengan bos JLR dan Unite akan difokuskan pada cara “mitigate any job losses” tanpa memberikan dukungan yang berbentuk talangan langsung. Ia juga menegaskan tidak ada skema penyelamatan finansial (bailout) untuk perusahaan.
Ketika ditanya mengenai pemotongan yang diperkirakan terjadi, Reynolds menjelaskan bahwa perubahan jumlah pekerja merupakan bagian dari dinamika bisnis. Ia menyampaikan, “A company the size of JLR, which is a huge British success story, at various times in its business cycle, the number of, directly, people it employs will change.” Ia menambahkan, “If this is about making sure over time that the workforce is right to make the business as competitive as possible, that’s the conversation we need to have.”
Reynolds juga menekankan batas dukungan pemerintah. Ia mengatakan akan ada “no support” apabila tujuan kebijakan adalah “if it’s to bail people out”, tetapi membuka ruang bagi adanya investasi jangka panjang untuk masa depan perusahaan. Menurutnya, percakapan yang diperlukan adalah bagaimana memastikan daya saing perusahaan dapat dijaga sekaligus menyiapkan langkah ke depan yang berkelanjutan.
Unite menggambarkan situasi industri otomotif sedang berada di bawah tekanan yang meningkat. Sharon Graham selaku sekretaris jenderal Unite mengatakan serikatnya telah memperingatkan adanya “perfect storm” yang menggantung di industri otomotif untuk beberapa waktu. Ia menyatakan, “Death by a thousand cuts has been going on under the nose of successive governments,” dan menambahkan bahwa ada “intensive” diskusi selama akhir pekan mengenai upaya untuk mengurangi dampak terhadap pekerjaan.
Di sisi kebijakan ekonomi, Chancellor John Healey sedang menyiapkan pidato di Midlands pada Senin, dengan janji untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia mengaitkan dorongan tersebut dengan rencana perubahan cara pemerintah menilai investasi pada infrastruktur, termasuk sektor transportasi dan perumahan.
Berita Terkait
JLR berbasis di Coventry, wilayah West Midlands, sehingga konsekuensi dari restrukturisasi perusahaan berpotensi terasa langsung di kawasan tersebut. Dalam konteks kerja dan industri setempat, rencana perusahaan untuk menyederhanakan struktur bisnis dan meningkatkan efisiensi dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan usaha.
JLR menyatakan bahwa, meski belum mengonfirmasi skala pemotongan kerja, perusahaan berencana “simplify” operasional bisnis dan “improve efficiency and build greater resilience”. Pernyataan itu menegaskan bahwa langkah penataan ulang diambil untuk memperbaiki kemampuan perusahaan menghadapi tantangan, meski jenis dan jumlah dampaknya belum dipaparkan secara rinci kepada publik.
Pada pengumuman sebelumnya, JLR pernah menyebutkan rencana penghematan biaya yang mencakup pengurangan tenaga kerja. Di bulan Juli, perusahaan mengatakan jumlah pekerja yang akan meninggalkan perusahaan di bawah rencana penghematan biaya adalah “fewer than 300”. Perusahaan saat ini mempekerjakan sekitar 30.000 orang untuk operasi di Inggris, sementara sekitar 10.000 orang lainnya bekerja di fasilitas pabrik di luar negeri.
Gangguan yang masih membekas juga berkaitan dengan insiden siber. Serangan siber pada September 2025 membuat seluruh manufaktur JLR ditutup selama beberapa minggu, sehingga tidak ada satu pun kendaraan yang keluar dari lini produksi. Dampaknya terlihat pada penurunan produksi perusahaan secara keseluruhan sebesar 27%.
Dalam penilaian biaya, keseluruhan biaya serangan siber dan kehilangan produksi setelahnya diperkirakan mencapai ÂŁ1.9bn. Penekanan pada pemulihan ini menjadi alasan perusahaan menyiapkan kebijakan efisiensi jangka menengah yang diharapkan bisa membantu menutup celah akibat gangguan tersebut dan menata ulang struktur biaya.
Pada bulan Juni, JLR mengumumkan rencana untuk memangkas sekitar ÂŁ1.7bn biaya selama beberapa tahun ke depan untuk mendukung pemulihan dari serangan siber. Perusahaan menyebut bahwa penghematan akan ditempuh melalui pemangkasan di area seperti bahan baku, garansi, dan biaya tetap. Rangkaian kebijakan inilah yang kemudian berhubungan dengan pembukaan program redundansi sukarela seperti yang diumumkan saat ini.
Pertemuan Reynolds juga menyentuh isu regulasi transisi kendaraan listrik. Ia diminta menilai dampak target penjualan kendaraan listrik di Inggris terhadap industri otomotif. Target itu mengharuskan pabrikan memastikan persentase kendaraan yang dijual setiap tahun harus nol emisi, dan persentasenya meningkat setiap tahun hingga mencapai 80% pada 2030.
Reynolds menyatakan bahwa salah satu langkah awal yang ia lakukan sebagai menteri bisnis adalah memberi industri lebih banyak kelonggaran untuk memenuhi arah kebijakan tersebut. Ia mengatakan bahwa masih ada konsultasi lanjutan yang terbuka. Dalam tanggapannya, Reynolds menilai target yang ada belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi di lapangan, dan menyatakan, “It’s not where it needs to be and that’s why we’re willing to change the regulation to work with where consumer demand is and the industry,”.
Selain itu, Reynolds menyebut telah berbicara dengan walikota West Midlands, Richard Parker, mengenai dukungan untuk bisnis serta para pekerja. Pembicaraan tersebut menempatkan respons atas rencana perubahan di JLR tidak hanya sebagai isu perusahaan, tetapi juga sebagai bagian dari agenda dukungan tenaga kerja dan stabilitas ekonomi kawasan.
Dengan demikian, pertemuan yang direncanakan Reynolds dengan manajemen JLR dan Unite diposisikan sebagai forum untuk membahas cara mengurangi dampak pemotongan kerja yang diperkirakan terjadi, sekaligus mengaitkannya dengan perubahan strategi perusahaan, kondisi industri otomotif, dan langkah pemerintah dalam merespons tantangan ekonomi dan transisi kendaraan listrik.












