jurnalistik.co.id –
Ketegangan yang dipicu konflik di kawasan Timur Tengah berdampak langsung pada biaya perjalanan udara, hingga harga tiket kembali tertekan. Dalam pernyataan yang dikutip BBC, pendiri Virgin Group Sir Richard Branson menyebut kenaikan tarif penerbangan dipicu oleh “foolish leaders” yang memulai perang.
Branson menilai lonjakan biaya terjadi karena produksi dan distribusi minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak mentah global ikut terhambat. Ia mengaitkan kenaikan biaya BBM mobil dan jet dengan gangguan tersebut, mengingat keduanya berasal dari minyak.
Ia juga menyinggung langkah Virgin Atlantic yang sebelumnya menambahkan fuel surcharge pada harga tiket pada bulan Mei. Menurut Branson, konflik itu sendiri dinilai tidak perlu, sehingga efek berantai berupa harga energi yang lebih mahal turut memperburuk kondisi ekonomi di berbagai negara.
“The Iran conflict was completely unnecessary. There was a nuclear agreement between Iran and the rest of the world that had been negotiated by President Obama and a lot of European people.” Dalam kutipan lain, Branson menegaskan, “It was working, so there was no need to rip it up… And this war has just resulted in much higher oil prices all over the world. And inflation has been one of the consequences.”
BBC menyatakan telah menghubungi Gedung Putih untuk meminta komentar. Meski demikian, tidak ada tanggapan yang ditampilkan dalam laporan tersebut.
Berita Terkait
Dari sisi pasar energi, harga acuan bahan bakar jet di Eropa disebut sempat berada di kisaran sekitar $800 (£590) per ton. Namun harga kemudian melonjak setelah pecahnya konflik, hingga mencapai puncak lebih dari $1.800 pada April, sebelum turun kembali ke sekitar $1.450.
Direktur utama Virgin Atlantic Corneel Koster menjelaskan bahwa pada level harga bahan bakar seperti itu, penambahan biaya tambahan pada tiket “absolutely required”. Ia juga mengatakan, “it’s hard to be optimistic at this moment about the situation in the Middle East”.
Fuel surcharge yang diperkenalkan Virgin Atlantic menambah biaya sebesar £50 untuk kelas ekonomi, £180 untuk premium, dan £360 untuk kelas bisnis. Di tengah situasi tersebut, berbagai maskapai disebut melakukan penyesuaian biaya, sementara tarif juga dilaporkan terdorong naik.
Laporan BBC mengutip analisis dari konsultan Teneo pada April yang menyebut perang Iran menyebabkan kenaikan tarif penerbangan sebesar 25%. Sementara itu, Ryanair juga menyatakan akan mengurangi jadwal musim dinginnya karena tingginya harga bahan bakar, serta memperingatkan bahwa tarif penerbangan jarak pendek di Eropa akan “increase materially” jika harga jet fuel terus naik hingga musim panas berikutnya.
Meski biaya operasional meningkat, Koster mengatakan Virgin tidak berencana melakukan perubahan besar pada jadwal musim dingin. Ia menyebut kapasitas musim dingin sudah sedikit diturunkan beberapa bulan sebelumnya, dan menambahkan bahwa apabila permintaan rendah pada rute tertentu “in the depths of winter”, maskapai dapat memangkas layanan atau menerapkan “capacity discipline”, tetapi bukan perubahan besar dalam persentase.
Dalam rencana operasionalnya, maskapai menargetkan tetap terbang 95% dari jadwal reguler. Pada saat yang sama, Virgin Atlantic juga mengumumkan telah mengamankan kontrak penerbangan Team GB dan ParalympicsGB ke Los Angeles untuk Olimpiade Musim Panas 2028.
Kontrak itu diambil alih dari British Airways, yang sebelumnya menangani rute tersebut sejak Olimpiade Beijing 2008. Dengan rangkaian kebijakan dan pengaturan biaya yang sedang berjalan, fokus maskapai kini tetap pada upaya menjaga layanan sambil menyesuaikan dampak kenaikan harga bahan bakar.












