jurnalistik.co.id – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan Indonesia tidak merasa terancam ketika Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan rencana konsultasi terkait kemungkinan perubahan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Menurut Dasco, respons pemerintah dan arah penilaian pasar modal tidak semata bergantung pada keputusan pihak eksternal. Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk menentukan proses dan arah tersebut melalui kebersamaan dan semangat nasionalisme.
Pernyataan itu disampaikan Dasco melalui akun Instagram pribadinya, seperti dikutip pada Minggu (25/10/2026). Ia menilai, langkah strategis di sektor pasar modal harus dibangun dari posisi yang percaya diri serta rasa kepemilikan atas masa depan ekonomi.
“Di Bursa kita, bersama akan kita buat dan tentukan rating kita sendiri,” tulis Dasco Ahmad dalam unggahan yang menjadi sorotan publik pada hari yang sama.
Dalam unggahan tersebut, Dasco juga menghubungkan sikap tersebut dengan pentingnya persatuan. Ia ingin agar berbagai pihak tetap bergerak dengan satu tujuan, sekaligus menjaga konsistensi dalam menghadapi dinamika ekonomi global.
Dasco, yang juga tercatat sebagai Ketua Harian Partai Gerindra, menegaskan bahwa persatuan menjadi modal utama saat Indonesia menghadapi berbagai tantangan. Ia menyebut perlunya sikap yang tidak mudah goyah dan tidak mengambil posisi defensif hanya karena sinyal dari luar.
“Kita bersatu, bergerak dan berjuang. Menuju Bangsa Pemenang,” tukasnya.
Pesan Dasco itu pada intinya menempatkan penentuan arah dan penilaian pasar sebagai proses yang harus dijalankan secara kolektif. Ia menilai, semangat untuk membangun kemampuan sendiri perlu tampil terutama ketika dunia pasar bergerak melalui mekanisme evaluasi dan perubahan status.
Berita Terkait
Dalam pandangannya, konsultasi yang diumumkan MSCI bukanlah titik akhir yang menentukan sikap Indonesia. Konsultasi dipandang sebagai bagian dari proses yang dapat disikapi dengan kepala dingin, sambil tetap menegaskan prinsip bahwa arah rating dan penilaian seharusnya menjadi bagian dari upaya bersama.
Dasco menekankan bahwa Indonesia harus mampu menunjukkan kesiapan dan daya saingnya. Dengan begitu, penilaian pasar dapat dipahami sebagai hasil dari langkah-langkah yang dikerjakan dari dalam negeri, bukan sekadar respons terhadap tekanan pihak eksternal.
Ia juga menggarisbawahi aspek kebersamaan sebagai faktor penguat. Bagi Dasco, persatuan bukan hanya slogan, melainkan semangat yang harus diterjemahkan menjadi tindakan yang terarah agar bangsa dapat terus bergerak menghadapi berbagai tantangan.
Ungkapan tersebut sejalan dengan keyakinan Dasco bahwa strategi ke depan perlu dibangun dengan mental yang kuat. Ketika pasar modal menghadapi dinamika, ia berharap seluruh pihak menjaga komitmen untuk bergerak dan berjuang, bukan merespons dengan keraguan.
Dengan demikian, Dasco menempatkan pesan utamanya pada dua hal: kepercayaan diri untuk menentukan rating pasar sendiri dan dorongan untuk tetap bersatu dalam proses pembangunan. Ia ingin agar Indonesia tetap berada pada jalur peningkatan, tanpa gentar terhadap rencana konsultasi yang disampaikan MSCI.
Lebih jauh, unggahan Dasco pada Minggu (25/10/2026) menjadi penegasan ulang bahwa semangat nasionalisme dan kebersamaan dianggap penting saat Indonesia berada di persimpangan kebijakan pasar modal. Ia menegaskan kembali bahwa langkah besar harus diupayakan bersama, agar hasilnya mencerminkan kepentingan nasional.
Dalam rangka menjaga fokus terhadap arah jangka panjang, Dasco menutup pesannya dengan semangat “Menuju Bangsa Pemenang.” Kalimat itu menggambarkan posisi yang ingin ditanamkan: tetap maju, tetap bergerak, dan tetap berjuang di tengah dinamika global yang lebih luas.
Dasco juga mengajak publik membaca kabar dari luar sebagai sinyal yang masih bisa dikelola melalui koordinasi di dalam negeri. Ia menekankan agar tidak terburu-buru mengambil sikap yang defensif, karena keputusan terkait pasar modal menurutnya tetap perlu berangkat dari kebijakan dan kesiapan yang dibangun secara bersama. Dalam kerangka itu, penilaian pasar diharapkan mencerminkan kerja kolektif, bukan reaksi instan.
Unggahan Dasco pada hari yang sama kemudian diposisikan sebagai dorongan moral untuk menjaga arah kebijakan dengan kepala dingin. Ia ingin seluruh pihak menjaga konsistensi dan tetap bergerak seirama, sehingga setiap perubahan dinamika global dapat dihadapi dengan langkah yang terencana. Dengan demikian, konsultasi yang disampaikan MSCI dilihat sebagai bagian dari proses yang bisa disikapi, sekaligus menguatkan tekad untuk memantapkan posisi Indonesia di pasar modal.












