jurnalistik.co.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dipimpin Menteri Bahlil Lahadalia membuka kesempatan kerja bagi lulusan sarjana (S1) dan diploma empat (D4) melalui Program Pengawal Energi, dengan honor di atas Upah Minimum Provinsi (UMP).
Pembukaan program ini dilakukan untuk melibatkan generasi muda dalam pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Program tersebut, yang diumumkan pada Minggu (25/10/2026), menyiapkan 108 posisi untuk calon peserta.
Wakil Menteri ESDM Yuliot meluncurkan Program Pengawal Energi sebagai skema Perjanjian Kerja Jasa Perorangan. Lewat skema ini, talenta muda diharapkan dapat mengembangkan kompetensi sekaligus terlibat langsung dalam pemantauan distribusi BBM di lapangan.
Menteri Bahlil Lahadalia menyampaikan pembukaan kesempatan ini sejalan dengan kerja sama antara Kementerian ESDM, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), serta Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas. Program ini juga disebut merupakan hasil kolaborasi lintas pihak terkait pengawasan BBM.
Dalam unggahan akun Threads resmi Kementerian ESDM, tertulis: “Daftar sekarang untuk adi pengawal energi! Sobat Energi, Wakil Menteri ESDM Yuliot telah meluncurkan Program Pengawal Energi, sebuah program yang membuka kesempatan bagi talenta muda untuk berkontribusi dalam mendukung pengawasan distribusi BBM di Indonesia,” tulis Kementerian ESDM di Threads @kesdm, dikutip pada Minggu.
Skema penugasan dan besaran honor
Program Pengawal Energi dijadwalkan berlangsung selama satu tahun, mulai Desember 2026 hingga Desember 2027. Pada periode penugasan tersebut, terdapat dua jenis posisi yang dibuka.
Pertama, posisi Verifikator Lapangan yang berjumlah 100 orang. Untuk peran ini, peserta akan menerima insentif honor sebesar Rp6,5 juta per bulan.
Kedua, posisi Analis dengan kuota delapan orang. Peserta pada posisi Analis memperoleh honor Rp5,7 juta per bulan.
Besaran honor Verifikator Lapangan disebut lebih tinggi dibandingkan UMP DKI Jakarta tahun 2026 yang sebesar Rp5,73 juta. Sementara itu, honor untuk posisi Analis berada sedikit di bawah angka UMP DKI tersebut.
Berita Terkait
Selain honor bulanan, peserta juga akan menerima fasilitas penunjang pekerjaan selama menjalankan tugas. Fasilitas tersebut meliputi dukungan transportasi, akomodasi, serta komunikasi di lapangan.
Peserta juga memperoleh perlindungan melalui BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Untuk kebutuhan kerja, disiapkan peralatan seperti tas, kartu identitas, sepatu keselamatan (safety shoes), rompi keselamatan (safety vest), serta alat tulis kantor (ATK).
Tak hanya itu, peserta akan mendapatkan sertifikat pelatihan dan kompetensi operator pendistribusian BBM nonpenerbangan dari Kementerian ESDM.
Periode pendaftaran dan persyaratan
Pendaftaran Program Pengawal Energi dibuka mulai 23 Oktober hingga 1 November 2026. Calon peserta diminta memenuhi sejumlah ketentuan sebelum mengikuti tahapan lanjutan.
Persyaratan pertama menyebutkan calon peserta harus berstatus Warga Negara Indonesia (WNI), baik laki-laki maupun perempuan. Calon peserta juga diharuskan merupakan lulusan S1 atau D4 dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 2,75.
Calon peserta perlu menunjukkan berkelakuan baik yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Selanjutnya, peserta juga bersedia ditempatkan di luar Pulau Jawa.
Selain kesiapan penempatan, peserta disyaratkan bersedia mengikuti pembekalan dan sertifikasi. Calon peserta juga harus menandatangani kontrak penugasan sesuai ketentuan program.
Dengan pembukaan 108 posisi dan insentif di atas UMP untuk peran Verifikator Lapangan, Program Pengawal Energi diarahkan menjadi jalur bagi talenta muda untuk berperan dalam pengawasan distribusi BBM selama satu tahun pada periode Desember 2026 sampai Desember 2027.
Setelah masa pendaftaran berakhir pada 1 November 2026, calon peserta diarahkan mengikuti rangkaian lanjutan yang mencakup pembekalan serta sertifikasi sesuai ketentuan program. Penugasan juga disertai penandatanganan kontrak agar pelaksanaan selama periode Desember 2026 sampai Desember 2027 berjalan dengan dasar yang jelas, termasuk kemungkinan ditempatkan di luar Pulau Jawa.
Dalam pelaksanaan tugas di lapangan, program menyebut adanya perlindungan dan dukungan kerja bagi para peserta. Selain insentif bulanan, disiapkan perlengkapan keselamatan seperti rompi keselamatan dan sepatu keselamatan, kartu identitas, tas, serta ATK, sementara jaminan perlindungan dilakukan melalui BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Di akhir penugasan, peserta juga memperoleh sertifikat pelatihan dan kompetensi terkait operator pendistribusian BBM nonpenerbangan.












