Bisnis & Ekonomi

Uber Pangkas 3.000 Pekerjaan lewat Restrukturisasi Besar untuk Operasi Lebih Efisien

×

Uber Pangkas 3.000 Pekerjaan lewat Restrukturisasi Besar untuk Operasi Lebih Efisien

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Uber announces 3,000 job cuts as part of major restructure

jurnalistik.co.id – Uber mengumumkan pemotongan lebih dari 3.000 pekerjaan di seluruh dunia sebagai bagian dari restrukturisasi besar yang menargetkan operasi perusahaan menjadi lebih ramping dan cepat. Langkah ini diperkirakan setara dengan sekitar 10% dari total tenaga kerja global Uber.

Dalam keterangannya, Uber menyatakan perubahan tersebut diarahkan untuk mengurangi lapisan manajemen serta menyederhanakan kerja tim-tim kecil yang dinilai dapat memperlambat proses pengambilan keputusan. Restrukturisasi ini juga dimaksudkan agar pengeluaran perusahaan bisa lebih terarah ke bisnis inti yang dinilai paling penting.

Pemotongan tersebut mencakup posisi manajerial maupun non-manajerial. Selain itu, Uber menyebut rencana untuk menggabungkan banyak unit tim berukuran paling kecil ke dalam kelompok yang lebih besar, meski perusahaan belum mengonfirmasi lokasi-lokasi yang paling terdampak oleh pengurangan pekerjaan.

CEO Uber, Dara Khosrowshahi, menyampaikan informasi tersebut kepada karyawan melalui email perusahaan. Khosrowshahi mengatakan perusahaan telah berkembang dengan cepat, namun kemudian mengakumulasi terlalu banyak lapisan dan tim kecil yang, menurutnya, memperlambat keputusan.

Menurut Khosrowshahi, keputusan ini akan menempatkan Uber—yang berkantor pusat global di San Francisco, AS—pada posisi yang lebih baik untuk menghadapi “biggest opportunities ahead of us”. Perubahan ini juga dipandang sebagai salah satu restrukturisasi terbesar Uber dalam beberapa tahun terakhir.

Setelah pengumuman pemangkasan tenaga kerja ini, saham Uber naik hampir 2%. Lonjakan tersebut menunjukkan investor tampaknya merespons positif rancangan perusahaan dalam membangun model operasi yang lebih efisien dan lean.

Target: lebih sederhana, lebih cepat, dan fokus ke area kunci

Restrukturisasi ini juga dilaporkan bertujuan membuat Uber menjadi “simpler” dan “faster”. Perusahaan menilai perubahan desain organisasi dapat membantu meningkatkan kecepatan pelaksanaan kerja, sekaligus merapikan struktur agar koordinasi berjalan lebih efektif.

Khosrowshahi menambahkan bahwa langkah itu sekaligus membuka ruang finansial untuk melakukan reinvestasi ke bidang yang dinilai sentral bagi masa depan Uber. Dengan demikian, pengurangan biaya tidak hanya berfungsi sebagai penyesuaian, tetapi juga sebagai dasar untuk memindahkan prioritas belanja.

Di saat bersamaan, Uber menyatakan restrukturisasi terjadi ketika perusahaan meningkatkan investasi pada kemitraan kendaraan otonom. Uber juga memperluas aktivitasnya pada layanan pemesanan kendaraan (ride-hailing), pengantaran (delivery), serta operasi robotaxi.

Pola kerja kantor: dorongan hadir langsung dan pembatasan peran jarak jauh

Perubahan internal Uber tidak berhenti pada pemangkasan kerja. Perusahaan juga memperketat kebijakan kantor dengan meminta hampir seluruh karyawan bekerja langsung di lokasi yang ditentukan sebagai hub, serta membatasi peran jarak jauh (remote) hanya sekitar 1%.

Opsi kerja jarak jauh yang sangat terbatas ini menandai penyesuaian gaya operasional yang lebih menekankan kolaborasi di lokasi fisik. Uber menempatkan hal tersebut sebagai bagian dari upaya menyelaraskan cara kerja dengan desain organisasi baru.

Uber menyebut tindakan restrukturisasi akan berdampak pada formasi tim dan cara perusahaan menjalankan fungsi-fungsi internal. Meski demikian, untuk aspek detail seperti sebaran geografis pemotongan, perusahaan belum memberikan konfirmasi mengenai wilayah yang akan paling terkena dampak.

Proyeksi penghematan dan konteks persaingan industri teknologi

Menurut sejumlah analis, pemutusan hubungan kerja ini berpotensi menghasilkan penghematan hingga 2 miliar dolar AS per tahun. Estimasi tersebut mencerminkan besarnya skala penataan ulang organisasi yang dilakukan Uber.

Berbeda dari banyak perusahaan teknologi besar yang melakukan pemangkasan di tengah belanja besar untuk kecerdasan buatan (AI), Uber disebut telah menghindari pengurangan tenaga kerja yang signifikan sejak masa pandemi. Dengan keputusan terbaru ini, Uber terlihat memasuki fase penataan ulang yang lebih tegas dan terukur.

Secara jumlah, perubahan terbaru membawa tenaga kerja Uber kembali ke kisaran yang lebih dekat dengan periode sebelum ekspansi terakhirnya. Uber melaporkan bahwa total karyawannya kini berada “just under 30,000 people”, atau sedikit di bawah 30.000 orang, yang kurang lebih sesuai dengan kondisi sebelum fase pertumbuhan paling baru.

Dengan kombinasi pemotongan pekerjaan, penyederhanaan lapisan organisasi, penataan kebijakan kerja kantor, serta peningkatan investasi pada kendaraan otonom dan lini operasional ride-hailing, delivery, dan robotaxi, Uber menempatkan restrukturisasi ini sebagai langkah untuk membentuk perusahaan yang lebih efisien.

Keputusan tersebut juga menjadi sinyal bahwa perusahaan berupaya mengubah model operasinya agar lebih cepat merespons arah pasar. Dalam keterangan yang disampaikan CEO, pesan utamanya adalah penataan struktur untuk mendukung “biggest opportunities ahead of us” sekaligus menyiapkan ruang reinvestasi ke area yang dianggap paling menentukan bagi masa depan Uber.