Bisnis & Ekonomi

IHSG Berbalik Arah, Terkoreksi 1,65% ke 5.196 Setelah Dibuka Menguat

×

IHSG Berbalik Arah, Terkoreksi 1,65% ke 5.196 Setelah Dibuka Menguat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Dibuka Menguat, IHSG Balik Arah hingga Terkoreksi 1,65% ke 5.196 - Market

jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia bergerak tidak konsisten pada perdagangan Kamis (29/10/2026). Setelah dibuka menguat, arah pergerakan indeks berbalik dan mulai terkoreksi pada sesi pagi.

Pada awal perdagangan, IHSG tercatat sempat menguat mengikuti pembukaan. Namun, pergerakan tersebut tidak bertahan lama dan indeks kembali turun menuju level penutupan sementara yang lebih rendah.

Hingga pukul 9.02 WIB, IHSG mencatat kenaikan sebesar 25,25 poin atau setara dengan penguatan 0,48% ke level 5.307. Pada fase singkat itu, pelaku pasar masih menunjukkan minat yang mendukung kenaikan indeks.

Aktivitas perdagangan pada dua menit pertama juga menunjukkan adanya aktivitas yang cukup padat. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, volume perdagangan tercatat 1,51 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp571 miliar.

Frekuensi transaksi pada periode tersebut sebanyak 64.313 kali. Dari komposisi pergerakan saham, sebanyak 328 saham menguat, sementara 136 saham melemah, dan 210 saham lainnya tidak bergerak.

Pergeseran sentimen setelah pembukaan

Setelah menanjak di awal sesi, IHSG kemudian mengalami tekanan yang mengubah arah pergerakan. Pada pukul 9.40 WIB, indeks terkoreksi 85,53 poin atau setara 1,62% ke level 5.196,78.

Dengan perubahan tersebut, posisi indeks berada lebih rendah dibanding level ketika IHSG berada di zona penguatan pada pukul 9.02 WIB. Peralihan dari menguat ke terkoreksi terlihat dari besaran penurunan pada jeda waktu sekitar 38 menit tersebut.

Di bagian ringkasan berita yang menyertai pergerakan ini, IHSG juga disebut terkoreksi 1,65% ke 5.196. Level tersebut menggambarkan bahwa meski terdapat variasi penyebutan desimal, arah pergerakan pada sesi pagi sama-sama menunjukkan penurunan setelah penguatan awal.

Secara keseluruhan, dinamika pada Kamis (29/10/2026) memperlihatkan bahwa kenaikan yang sempat muncul sejak pembukaan tidak mampu dipertahankan hingga pertengahan sesi pagi. Pergantian arah itu tercermin dari lompatan selisih poin dari level penguatan menuju level terkoreksi.

Pergerakan IHSG yang sempat berada di 5.307 sebelum kembali turun ke kisaran 5.196 menegaskan adanya perubahan keseimbangan antara saham yang menguat dan yang melemah sejak awal sesi. Kondisi ini juga sejalan dengan catatan aktivitas perdagangan yang tercermin melalui volume dan nilai transaksi pada waktu awal.

Gambaran arus transaksi

Pada awal perdagangan, tingginya volume transaksi dan nilai transaksi menjadi latar yang menunjukkan adanya aktivitas beli dan distribusi transaksi yang cepat. Frekuensi transaksi yang mencapai 64.313 kali memperlihatkan intensitas pergantian transaksi yang berlangsung dalam waktu singkat.

Komposisi 328 saham menguat, 136 saham melemah, serta 210 saham tidak bergerak pada pukul 9.02 WIB menjadi penanda bahwa mayoritas saham sempat bergerak ke arah positif pada fase awal. Ketika indeks akhirnya terkoreksi pada pukul 9.40 WIB, tekanan yang muncul mengubah arah pergerakan indeks secara agregat.

Pada akhirnya, sesi Kamis (29/10/2026) memperlihatkan pola “naik lalu berbalik” yang terjadi setelah pembukaan. IHSG yang sempat menguat hingga pukul 9.02 WIB kemudian berakhir terkoreksi pada pukul 9.40 WIB, dengan penurunan yang tercatat mencapai 85,53 poin.

Pergerakan tersebut diberitakan oleh Muhammad Julian Fadli.

Urutan pergerakan pada perdagangan Kamis ini terlihat jelas dari dua penanda waktu utama. Setelah IHSG sempat berada di area penguatan pada 9.02 WIB di level 5.307, arah berikutnya langsung berubah pada 9.40 WIB ketika indeks terkoreksi ke 5.196,78. Selisih poin yang besar antara dua momen tersebut menggambarkan bahwa dorongan awal tidak hanya melemah, tetapi kemudian berganti menjadi tekanan jual.

Meski dorongan di awal sesi tampak mendapat respons, data aktivitas transaksi justru menunjukkan dinamika yang cepat sejak menit-menit pertama. Volume 1,51 miliar saham dan nilai transaksi Rp571 miliar, disertai frekuensi 64.313 kali, memperlihatkan pasar relatif aktif. Pada komposisinya, lebih banyak saham menguat (328) dibanding yang melemah (136), namun pergerakan indeks tetap berakhir terkoreksi, menandakan penguatan tidak cukup untuk menjaga konsistensi arah setelah pembukaan.

Dengan demikian, pola yang terbaca pada sesi pagi adalah kenaikan yang sempat terbentuk lalu terurai lebih cepat menjelang pertengahan pagi. Peralihan dari kenaikan ke koreksi tidak terjadi secara bertahap, melainkan terlihat sebagai perubahan keseimbangan yang menggeser mayoritas agregat pergerakan indeks dari level penguatan menuju kisaran yang lebih rendah.