Bisnis & Ekonomi

Inflasi Oktober 2,23%: BI Menilai Masih Sesuai Rentang Target

×

Inflasi Oktober 2,23%: BI Menilai Masih Sesuai Rentang Target

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Inflasi Oktober 2,23%, BI Yakin Masih Akan di Kisaran Target - Market

jurnalistik.co.id – Bank Indonesia memandang kondisi inflasi pada periode Oktober masih berada dalam koridor yang diharapkan. Penilaian itu disampaikan menyusul rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) yang diterbitkan Badan Pusat Statistik.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menanggapi data IHK Oktober 2026 yang dirilis BPS pada Senin (2/11/2026). Berdasarkan rilis tersebut, IHK Oktober 2026 menunjukkan inflasi secara bulanan sebesar 0,22% (month-to-month/mtm).

Dari sisi tahunan, inflasi yang terbaca pada IHK Oktober 2026 tercatat sebesar 3,23% (year-on-year/yoy). Angka ini disebut lebih rendah dibanding realisasi bulan sebelumnya yang berada di level 3,28%.

Dalam keterangan tertulis yang disampaikan Selasa (3/11/2026), Ramdan menekankan bahwa pergerakan inflasi tersebut dinilai tetap konsisten dengan sasaran. Pernyataan itu disertai rujukan terhadap sinergi kebijakan pengendalian inflasi yang dijalankan.

“Inflasi yang tetap terjaga dalam kisaran sasarannya ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara BI dan pemerintah pusat dan daerah dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID),” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (3/11/2026).

BI, lanjutnya, juga menilai arah ke depan masih akan terjaga pada rentang target. Bank sentral menyebut laju inflasi ke depan diproyeksikan tetap terkendali pada kisaran sasaran 2,5±1% untuk periode 2026 dan 2027.

Untuk melengkapi gambaran pergerakan harga, laporan BPS juga mencatat perkembangan inflasi inti pada Oktober 2026. Inflasi inti tercatat sebesar 0,12% secara bulanan (mtm), lebih tinggi dibanding realisasi bulan sebelumnya yang sebesar 0,10%.

Ramdan mengaitkan perkembangan inflasi inti dengan tekanan eksternal yang masih berlanjut. Penjelasan tersebut ditempatkan dalam konteks bahwa ekspektasi inflasi dinilai tetap terjaga pada kisaran sasaran.

Dengan demikian, pembacaan data IHK Oktober 2026 tidak hanya menyoroti pergerakan total inflasi, tetapi juga melihat dinamika inflasi inti. Kenaikan inflasi inti yang tercatat dari 0,10% menjadi 0,12% secara bulanan menjadi bagian dari perkembangan yang diamati.

Sementara itu, perbedaan antara inflasi tahunan Oktober 2026 sebesar 3,23% dan realisasi bulan sebelumnya 3,28% juga menjadi perhatian dalam penilaian BI. Penurunan pada basis tahunan tersebut memperkuat pandangan bahwa inflasi masih mengikuti arah yang sejalan dengan target.

Secara keseluruhan, BI menilai konsistensi kebijakan moneter dan koordinasi pengendalian inflasi antara BI serta pemerintah pusat dan daerah tetap menjadi faktor penting. Koordinasi itu dijalankan melalui mekanisme Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID).

Melalui rangkaian data tersebut, BI menyampaikan pesan bahwa inflasi yang terbaca pada Oktober 2026 dinilai masih berada pada jalur sasaran. Selanjutnya, bank sentral juga menjaga proyeksi agar inflasi ke depan tetap terkendali dalam kisaran 2,5±1% pada 2026 dan 2027.

BI juga menempatkan angka-angka IHK Oktober 2026 dalam kerangka penilaian yang menyeluruh. Dengan melihat pergerakan bulanan serta perbandingan tahunan, bank sentral menilai adanya kelanjutan tren yang tidak menyimpang dari arah kebijakan pengendalian inflasi yang telah disepakati.

Pada saat yang sama, pengamatan terhadap inflasi inti menjadi bagian penting dari pembacaan BI terhadap kualitas pergerakan harga. Ketika inflasi inti meningkat pada basis bulanan, BI tetap mengaitkannya dengan tekanan dari faktor eksternal yang masih berlangsung, sembari menilai ekspektasi inflasi tetap berada dalam batas sasaran.

Ke depan, BI menegaskan bahwa proyeksi inflasi disusun agar tetap berada dalam rentang target. Penekanan pada sinergi pengendalian inflasi antara BI dan pemerintah pusat serta daerah melalui TPIP dan TPID menjadi penegas bahwa konsistensi kebijakan diharapkan turut menjaga inflasi agar terkendali pada kisaran 2,5±1% sepanjang 2026 dan 2027.