jurnalistik.co.id – John Healey dijadwalkan memaparkan rencana pertumbuhan yang ditopang dana £150 juta untuk perusahaan di utara Inggris, dalam sebuah pidato yang digelar pada Senin. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk mendorong ekonomi agar bergerak lebih cepat di berbagai wilayah di seluruh Inggris.
Pidato tersebut diperkirakan akan menekankan penggunaan investasi publik untuk menarik modal dari sektor swasta. Dengan pendekatan itu, pemerintah menargetkan peningkatan pembangunan sekaligus menciptakan ruang bagi pendanaan baru bagi bisnis-bisnis lokal.
Kabar ini muncul di tengah tekanan yang sedang dihadapi Healey menjelang Budget pertamanya pada 28 Oktober. Sejumlah kekhawatiran ikut menyertai, termasuk potensi kenaikan biaya pinjaman pemerintah serta dampak inflasioner yang dikaitkan dengan perang Iran.
Pihak Konservatif menilai proposal yang disampaikan tidak akan banyak membantu keluarga dan pelaku usaha yang selama ini bekerja keras. Mereka menyatakan rencana tersebut “do little to comfort hard-working families and businesses”.
Dalam rencana baru, Healey disebut akan mengumumkan alokasi £150 juta dari British Business Bank. Dana itu ditujukan untuk memberikan dukungan kepada perusahaan yang disebut “most innovative and fast-growing firms”.
Besaran investasi yang disiapkan dipatok dalam rentang £5 juta hingga £15 juta. Dari skema ini, pemerintah berharap bisa menopang investasi pada perusahaan-perusahaan yang bergerak cepat serta inisiatif bisnis yang dinilai ambisius di kawasan utara.
Healey juga diperkirakan akan menjelaskan bagaimana investasi publik hendak digunakan untuk membuka ruang bagi investasi swasta. Ia akan menyoroti bahwa langkah tersebut bertujuan “unlock private investment, to support our innovation economy, and to create the new jobs their areas need”.
Dana tersebut berasal dari uang yang sebelumnya sudah dialokasikan untuk British Business Bank. Secara spesifik, program ini diharapkan dapat mendukung university spin-outs dan “ambitious businesses” lainnya yang tersebar di wilayah utara Inggris.
Angka, sasaran, dan respons tentang tantangan fiskal
Pidato Healey diperkirakan memuat pesan yang berkaitan dengan pergeseran arah kebijakan pertumbuhan. Ia disebut akan mengatakan, “The prime minister laid out a clear diagnosis of what has gone wrong in the past. The solution is a fundamental shift that starts with putting power in the right places.”
Setelah itu, ia menambahkan kalimat, “The next chapter of Britain’s growth story will be written in more places.” Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah ingin menulis bab pertumbuhan berikutnya dengan cakupan lokasi yang lebih luas.
Meski demikian, ekonom yang menilai dari sisi kehati-hatian prosedural menyatakan bahwa rencana tersebut tidak otomatis mudah diwujudkan. Helen Miller, direktur Institute for Fiscal Studies, mengatakan: “Economic growth in every postcode sounds great and is something we would all love. I think it’ll actually be much harder to achieve in practice.”
Berita Terkait
Menurut Miller, gagasan tersebut lebih mudah dibayangkan dalam tataran konsep dibandingkan penerapannya. Ia menilai pemerintah perlu menjelaskan cara agar pertumbuhan benar-benar bisa digerakkan di banyak wilayah, bukan hanya pada beberapa kota besar.
Ia menambahkan bahwa pemerintah akan lebih mudah menunjukkan strategi untuk “second and third cities” daripada menjelaskan bagaimana kebijakan itu akan mengalirkan pertumbuhan hingga “how it would drive growth in literally every postcode”.
Di hari yang sama, pembahasan politik domestik juga bergulir dalam konteks biaya pinjaman Inggris yang naik. Pada sesi Prime Minister’s Questions di Rabu, Andy Burnham menghadapi pertanyaan terkait kenaikan biaya pinjaman, sementara biaya utang pemerintah disebut mencapai rekor 18 tahun.
Konservatif Kemi Badenoch mendesak Burnham untuk memaparkan penanganan atas utang yang terus meningkat. Ia meminta penjelasan setelah biaya pinjaman Inggris mencapai level tertinggi dalam 18 tahun.
Burnham kemudian menyalahkan pemerintahan Tory sebelumnya dan menegaskan pemerintahan yang ia jalankan akan “grounded in fiscal responsibility”. Pernyataan itu menjadi respons atas kritik yang menyoroti biaya pinjaman dan implikasinya.
Saling serang oposisi menjelang Budget
Andrew Griffith, shadow chancellor, menyatakan rencana Healey tidak akan banyak meringankan masyarakat dan pelaku usaha. Ia mengatakan rencana tersebut “would do little to comfort hard-working families and businesses across the country who are worried about more tax rises or the fact that government borrowing rates are near a 28-year high”.
Griffith juga mengaitkan kritiknya dengan ancaman keamanan yang disebut sedang dihadapi Inggris. Ia menambahkan, “We are facing serious threats from Russia and Iran on our doorstep, as well as threats to the Falkland Islands.”
Ia kemudian menyinggung posisi Healey terkait belanja pertahanan, dengan menggarisbawahi, “Yet the chancellor, the man who resigned over defence spending , seemingly does not want to mention our armed forces or how we will reach 3% of GDP on defence.” Kalimat itu menunjukkan kritik pada prioritas kebijakan yang dibawa pemerintah.
Daisy Cooper dari Liberal Demokrat juga melontarkan pandangan bahwa pengumuman dana yang sama tidak cukup untuk mengubah arah pertumbuhan secara signifikan. Ia menyebut, “Re-announcing £150m across the entire north of England will barely shift the dial on growth”.
Adapun Robert Jenrick dari Reform UK mempersoalkan ketepatan arah kebijakan yang diklaim mendesak. Ia menyatakan, “Days after a market meltdown, when grip and direction are required, John Healey has revealed himself to be an empty vessel with no idea about how to rescue our economy”.
Dengan waktu yang berdekatan menuju Budget 28 Oktober, pidato Healey menjadi bagian dari kontestasi politik yang lebih luas. Di tengah tekanan biaya pinjaman dan kekhawatiran dampak ekonomi, berbagai pihak menilai kemampuan rencana pertumbuhan tersebut untuk menjawab tantangan riil akan menjadi ujian utama dalam waktu dekat.












