Bisnis & Ekonomi

Kadin Dorong Bantalan Ekonomi untuk Antisipasi Guncangan Global

×

Kadin Dorong Bantalan Ekonomi untuk Antisipasi Guncangan Global

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kadin Minta Perkuat Bantalan Ekonomi Antisipasi Dinamika Global - Market

jurnalistik.co.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan sejumlah langkah yang dinilai perlu diperkuat untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional saat menghadapi dinamika global yang berpotensi menimbulkan guncangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie dalam penutupan Rapimnas Kadin 2026, yang digelar sebagai bagian dari penguatan arah kebijakan organisasi.

Dalam rangkaian rekomendasi yang disampaikan kepada pemerintah, Kadin menempatkan penguatan bantalan ekonomi sebagai pintu awal untuk meredam dampak gejolak dari luar dan menjaga stabilitas di dalam negeri.

“Bantalan itu apa? satu, menjaga arus khas usaha dan tentunya juga negara dan juga fiskal daerah di dalamnya, dan daya beli rumah tangga sehingga usaha rakyat dan industri penyerapannya bisa kuat,” kata Anin (sapaan akrab Anindya), dikutip Sabtu (31/10/2026).

Menurut Kadin, gagasan bantalan ekonomi tidak hanya berhubungan dengan ruang fiskal, tetapi juga menyangkut kelancaran arus aktivitas usaha sekaligus kemampuan rumah tangga mempertahankan daya beli. Dengan begitu, roda produksi dan sektor yang menyerap tenaga kerja diharapkan tetap bertahan.

Kadin juga mendorong pemerintah untuk memberi perhatian pada aspek pasokan bahan baku produksi. Dorongan ini diarahkan agar pelaku usaha memperoleh dukungan yang memadai sehingga proses produksi dalam negeri bisa berjalan tanpa tersendat.

Rekomendasi berikutnya menekankan pentingnya kepastian berusaha, terutama agar produk Indonesia mampu bersaing di pasar global. Kadin menilai, daya saing tidak akan optimal jika ketersediaan bahan baku tidak terjaga dan pelaku usaha tidak mendapat kejelasan dalam menjalankan usahanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kadin menilai rantai pasok perlu diperkuat melalui penguatan integrasi dari hulu hingga hilir atau skema closed loop. Pola ini diharapkan membuat setiap tahap—mulai dari penyediaan bahan hingga hasil produksi—lebih saling terhubung dan lebih dapat diandalkan.

Selain integrasi aktivitas, Kadin juga menyoroti kebutuhan penghubung antara pembiayaan dan pembeli hasil produksi. Dengan keterkaitan tersebut, Kadin berharap kontinuitas penyerapan hasil produksi usaha rakyat tetap terjaga, sementara kebutuhan bahan baku industri dapat dipenuhi dengan lebih konsisten.

Dengan demikian, Kadin memandang penguatan rantai pasok tidak berhenti pada ketersediaan input produksi, tetapi juga mencakup aspek keberlanjutan penjualan atau penyerapan output. Bila alur usaha lebih rapi, produksi diharapkan lebih stabil dan pelaku industri tidak mudah terganggu oleh perubahan kondisi ekonomi.

Secara keseluruhan, Kadin menggulirkan tiga rekomendasi utama dalam Rapimnas Kadin 2026: memperkuat bantalan ekonomi nasional untuk mengantisipasi guncangan ekonomi global, menjaga pasokan bahan baku produksi sekaligus kepastian berusaha agar produk Indonesia mampu bersaing, serta memperkokoh rantai pasok lewat integrasi hulu-hilir (closed loop) termasuk keterkaitan pembiayaan dengan pembeli hasil produksi.

Konsep bantalan ekonomi yang ditekankan Kadin diposisikan sebagai upaya menyeluruh untuk meredam efek yang datang dari luar, tanpa mengorbankan stabilitas di dalam negeri. Penekanan tidak hanya pada ruang fiskal, tetapi juga pada kelancaran arus yang menopang kegiatan usaha dan negara, serta agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Dalam pandangan Kadin, ketika daya beli rumah tangga relatif stabil, usaha rakyat dan industri yang menyerap tenaga kerja diharapkan bisa mempertahankan kapasitas produksinya. Pada saat yang sama, dukungan untuk menjaga bahan baku dan memastikan jalannya proses produksi menjadi bagian penting agar roda usaha tidak mudah terganggu oleh perubahan kondisi ekonomi.

Kadin juga menggarisbawahi bahwa kepastian berusaha berkaitan langsung dengan kemampuan produk Indonesia bersaing. Kejelasan dalam menjalankan usaha perlu berjalan beriringan dengan jaminan ketersediaan bahan baku, sehingga perencanaan produksi dan kelanjutan penjualan bisa lebih tertata ketika pasar global mengalami dinamika.

Selain faktor input dan kepastian berusaha, Kadin menilai penguatan rantai pasok harus dibangun melalui keterhubungan dari hulu sampai hilir, termasuk skema closed loop. Keterkaitan pembiayaan dan pembeli hasil produksi diharapkan menjaga kontinuitas penyerapan output usaha rakyat, sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan bahan baku industri secara lebih konsisten.