Bisnis & Ekonomi

Keyakinan Konsumen Indonesia Menguat ke Level Tertinggi 3 Bulan: IKK Agustus 118,5

×

Keyakinan Konsumen Indonesia Menguat ke Level Tertinggi 3 Bulan: IKK Agustus 118,5

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Keyakinan Konsumen RI Naik, Tertinggi dalam 3 Bulan - Market

jurnalistik.co.id – Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Agustus berada di level 118,5. Angka itu membuat keyakinan konsumen disebut menguat dan menjadi yang tertinggi dalam tiga bulan terakhir.

Dalam rilisnya, BI menyampaikan hasil Survei Konsumen periode Agustus. Pada Rabu (9/9/2026), BI mengumumkan bahwa IKK untuk periode tersebut mencapai 118,5, naik dibanding bulan sebelumnya.

BI mencatat IKK Agustus naik dari posisi Juli yang berada di angka 116,8. Kenaikan ini menempatkan indeks pada capaian tertinggi dalam rentang tiga bulan terakhir, sesuai pengumuman BI.

Menurut BI, indeks yang berada di atas 100 merefleksikan keyakinan konsumen terhadap kondisi perekonomian. BI menyebut nilai IKK di atas 100 menunjukkan konsumen lebih percaya diri memandang perekonomian saat ini hingga enam bulan ke depan.

BI juga merinci sumber penguatan keyakinan tersebut melalui komponen yang membentuk IKK. Dalam laporannya, BI menyatakan peningkatan pada Agustus 2026 ditopang oleh naiknya Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) serta Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).

Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) tercatat sebesar 109,4 pada Agustus. Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) berada pada level 127,6, keduanya disebut BI dalam laporan survei konsumen.

BI kemudian membandingkan kinerja indeks Agustus dengan angka pada Juli untuk melihat arah perubahannya. Untuk Juli, BI mencatat IKE berada di 107,9 dan IEK di 125,7, sehingga keduanya lebih tinggi pada periode Agustus.

“Meningkatnya keyakinan konsumen pada Agustus 2026 ditopang oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang masing-masing tercatat sebesar 109,4 dan 127,6. Lebih tinggi dibandingkan dengan indeks Juli sebesar 107,9 dan 125,7,” sebut laporan BI.

Dengan komposisi tersebut, BI menegaskan bahwa peningkatan keyakinan tidak hanya terlihat dari satu sisi penilaian konsumen. Kenaikan IKE dan IEK yang bergerak ke angka masing-masing 109,4 dan 127,6 menjadi dasar yang disampaikan BI untuk menjelaskan menguatnya IKK pada Agustus.

Selain menunjukkan peningkatan dibanding bulan sebelumnya, posisi IKK 118,5 juga menegaskan keberlanjutan optimisme konsumen dalam horizon waktu yang lebih panjang. BI menyampaikan bahwa indeks di atas 100 menggambarkan konsumen yang lebih percaya pada perekonomian saat ini sekaligus prospek hingga enam bulan ke depan.

Di sisi lain, BI juga menempatkan pencapaian IKK Agustus sebagai capaian puncak dalam periode tiga bulan terakhir. Dengan lonjakan dari 116,8 menuju 118,5, BI menilai keyakinan konsumen pada Agustus bergerak menguat, sejalan dengan penetapan IKE dan IEK yang meningkat dibanding Juli.

Secara keseluruhan, rilis BI menutup survei konsumen periode Agustus dengan gambaran bahwa sentimen rumah tangga membaik. IKK 118,5, ditambah kenaikan IKE menjadi 109,4 dan IEK menjadi 127,6, menjadi rangkaian angka utama yang disebut BI untuk menegaskan keyakinan konsumen berada pada level tertinggi dalam tiga bulan.

Dalam rilis survei itu, BI menempatkan IKK sebagai ringkasan penilaian konsumen yang menggabungkan pandangan terhadap kondisi ekonomi sekarang dan perkiraan dalam waktu mendatang. Ketika IKK berada di atas ambang 100, BI memandang konsumen cenderung menilai perekonomian lebih baik dan merasa optimistis hingga enam bulan ke depan.

BI juga menunjukkan bahwa penguatan IKK Agustus tidak berdiri sendiri, melainkan sejalan dengan pergerakan dua komponennya. IKE tercatat 109,4 pada Agustus, sedangkan IEK mencapai 127,6. Angkanya lebih tinggi dibanding Juli yang masing-masing 107,9 dan 125,7, sehingga arah peningkatan IKK 118,5 dinilai konsisten dengan pembacaan BI atas survei tersebut.