Bisnis & Ekonomi

Nasdaq 100 Cetak Rekor Sejak Juni, Bursa Asia Berpotensi Lanjut Menguat

×

Nasdaq 100 Cetak Rekor Sejak Juni, Bursa Asia Berpotensi Lanjut Menguat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Bursa Saham Asia Berpeluang Menguat Mengekor Nasdaq 100 - Market

jurnalistik.co.id – Bursa saham Asia berpotensi melanjutkan tren penguatan seiring Nasdaq 100 yang mencetak rekor pertamanya sejak Juni, dipacu oleh lonjakan saham-saham semikonduktor.

Pada perdagangan awal kawasan, kontrak berjangka Nasdaq 100 bergerak relatif datar sementara indeks acuannya naik 0,8% setelah menguat dan mendekati level puncak yang menjadi sorotan pelaku pasar.

Penguatan ini turut ditopang oleh pergerakan sektor semikonduktor yang menjadi perhatian investor, dengan indeks terkait teknologi juga ikut mengalami kenaikan di awal sesi.

Di tengah optimisme bahwa ada kemajuan menuju akhir perang dengan Iran, harga minyak juga menunjukkan penurunan. Kombinasi antara dorongan dari saham teknologi dan pelemahan minyak menjadi penopang tambahan bagi sentimen pasar.

Selain itu, kontrak berjangka untuk indeks saham Hong Kong, Korea Selatan, dan Australia mengindikasikan kecenderungan kenaikan. Indikasi tersebut membuat indeks saham regional yang lebih luas berpeluang mencatat penguatan selama enam hari berturut-turut.

Pergerakan pasar Jepang sendiri belum bisa diamati pada fase awal, karena bursa Jepang masih tutup menyusul adanya hari libur.

Di antara saham yang bergerak menonjol, Shopify Inc. melonjak 7,1%. Kenaikan tersebut terjadi setelah perusahaan menjalin kemitraan dengan Meta Platforms Inc. untuk produk AI Muse.

Langkah kerja sama Shopify dan Meta ini ikut memperkuat minat pasar terhadap aktivitas yang berkaitan dengan kecerdasan buatan, khususnya ketika fokus investor sedang terkonsentrasi pada saham-saham teknologi yang tengah menguat.

Dengan Nasdaq 100 yang sudah mencatat rekor pertamanya sejak Juni, perhatian pasar berikutnya bergeser ke apakah dorongan dari semikonduktor dapat terus bertahan dalam beberapa sesi ke depan.

Di saat yang sama, sentimen juga akan dipantau dari perkembangan yang berkaitan dengan harapan kemajuan menuju berakhirnya perang dengan Iran. Harapan tersebut tercermin pada respons pasar terhadap minyak yang melemah, yang biasanya memberi ruang lebih luas bagi investor untuk mengambil risiko.

Jika indikator dari kontrak berjangka Hong Kong, Korea Selatan, dan Australia tetap sejalan, peluang penguatan beruntun selama enam hari menjadi skenario yang semakin mendapat perhatian.

Namun, dengan bursa Jepang yang masih libur pada awal perdagangan, dinamika likuiditas di kawasan juga berpotensi membuat pergerakan awal terlihat tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi seluruh bursa.

Secara keseluruhan, kombinasi rekor Nasdaq 100 sejak Juni, penguatan indeks semikonduktor, serta pelemahan harga minyak yang sejalan dengan optimisme pada skenario kemajuan terkait Iran, menjadi paket pendorong utama yang membuat bursa-bursa di Asia berpeluang melanjutkan tren menguatnya.

Pelaku pasar pada fase awal juga cenderung menilai “ketahanan” laju penguatan dari sektor semikonduktor, bukan sekadar lonjakan sesaat. Ketika indeks teknologi ikut bergerak naik, perhatian biasanya mengarah pada apakah kenaikan tersebut mampu menarik minat beli yang lebih luas dan mempertahankan optimisme untuk beberapa sesi berikutnya.

Di sisi lain, pelemahan harga minyak yang sejalan dengan ekspektasi kemajuan terkait perang dengan Iran turut memengaruhi cara investor menilai tingkat risiko. Kondisi ini memberi sinyal bahwa tekanan dari komponen energi tidak lagi menjadi penghambat, sehingga pasar memiliki ruang lebih besar untuk mengalihkan fokus pada saham berbasis pertumbuhan.

Dengan indikator kontrak berjangka untuk Hong Kong, Korea Selatan, dan Australia yang sama-sama mengarah ke kecenderungan kenaikan, sentimen regional cenderung mendapat dorongan untuk melanjutkan penguatan. Namun, karena bursa Jepang masih tutup menyusul hari libur, pergerakan likuiditas di kawasan pada awal sesi berpotensi tidak sepenuhnya mencerminkan seluruh dinamika pasar, sambil menunggu sesi berikutnya mulai berjalan.

Di tengah arus positif tersebut, pergerakan emiten yang terkait tren kecerdasan buatan juga menjadi perhatian. Kenaikan saham Shopify yang dipicu kemitraan dengan Meta untuk produk AI Muse ikut menguatkan persepsi bahwa aktivitas berbasis AI terus menarik minat, terutama ketika investor sedang menaruh konsentrasi pada saham-saham teknologi yang tengah menguat.