Bisnis & Ekonomi

Perkiraan IHSG Hari Ini Setelah Kemarin Turun Lebih dari 3%

×

Perkiraan IHSG Hari Ini Setelah Kemarin Turun Lebih dari 3%

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Prediksi IHSG Hari Ini Setelah Kemarin Turun 3% Lebih - Market

jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya, setelah turun 3,49% dibanding hari sebelumnya. Pada Kamis (29/10/2026), indeks berakhir di 5.098,06.

Pergerakan IHSG juga memperlihatkan perbedaan level yang cukup lebar sepanjang sesi. Di awal perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.320,89 pada pukul 09:01 WIB.

Namun, tekanan jual kemudian membuat indeks bergeser ke area bawah. IHSG mencatat titik terendah di 5.096,06, yang terjadi menjelang penutupan perdagangan.

Aktivitas perdagangan tercatat ramai dengan melibatkan volume 22,64 miliar unit saham. Nilai transaksi mencapai Rp 11,29 miliar dengan frekuensi 1,31 juta kali transaksi.

Dari sisi pergerakan saham, komposisi pergerakan menunjukkan dominasi emiten yang mengalami pelemahan. Sebanyak 494 saham melemah lebih dari 2% pada sesi tersebut.

Selain itu, 159 saham terkoreksi dengan penurunan kurang dari 2%. Sebanyak 206 saham lainnya bergerak stagnan, sementara 58 saham naik dengan kenaikan kurang dari 2%.

Di antara saham yang menguat, terdapat 46 saham yang mencatat kenaikan lebih dari 2%. Dengan demikian, mayoritas pergerakan berada pada spektrum pelemahan, baik dengan penurunan besar maupun lebih moderat.

Data penutupan tersebut menjadi rujukan penting untuk memotret kondisi pasar pada hari berikutnya. Kenaikan atau penurunan IHSG akan sangat dipengaruhi oleh kelanjutan arah transaksi, terutama mengingat indeks berakhir dekat level terendah hariannya.

Pelaku pasar juga biasanya memperhatikan kombinasi antara rentang pergerakan dan distribusi pergerakan saham saat menilai sentimen lanjutan. Pada sesi kemarin, indeks sempat berada pada level tertinggi di 5.320,89 sebelum berakhir di 5.098,06, sementara sebagian besar emiten menunjukkan koreksi.

Dengan volume yang mencapai 22,64 miliar unit dan jumlah transaksi sebanyak 1,31 juta kali, aktivitas perdagangan yang terjadi memberi gambaran bahwa perhatian pasar cukup tinggi sepanjang sesi. Dalam konteks tersebut, komposisi 494 saham yang melemah lebih dari 2% menegaskan bahwa risiko koreksi masih menjadi tema yang menonjol pada perdagangan sebelumnya.

Ringkasnya, sesi Kamis (29/10/2026) menampilkan penurunan 3,49% pada IHSG, rentang pergerakan dari 5.320,89 hingga 5.096,06, serta aktivitas transaksi dengan volume 22,64 miliar unit saham dan nilai Rp 11,29 miliar. Komposisi pergerakan saham—mulai dari 494 saham terkoreksi lebih dari 2% hingga 46 saham yang menguat lebih dari 2%—menjadi dasar untuk membaca dinamika pasar pada perdagangan berikutnya.

Perubahan arah yang terjadi sepanjang sesi dapat dibaca sebagai sinyal bahwa kekuatan beli tidak mampu mempertahankan momentum. Setelah indeks sempat berada di area puncak pada awal perdagangan, tren kemudian berbalik dan membuat posisi penutupan berada dekat batas terendah harian, yakni 5.096,06.

Kondisi ini juga tercermin dari karakter aktivitas bursa. Perputaran dengan volume 22,64 miliar unit saham serta nilai transaksi sebesar Rp 11,29 miliar menunjukkan bahwa pelaku pasar aktif dalam mengambil posisi. Frekuensi transaksi yang mencapai 1,31 juta kali memperlihatkan dinamika perdagangan yang berlangsung intens sepanjang waktu.

Dari sisi pergerakan individual, distribusi saham menegaskan dominasi sentimen melemah. Sebanyak 494 saham terkoreksi lebih dari 2%, disertai 159 saham yang turun dengan penurunan kurang dari 2%. Sementara itu, terdapat 206 saham yang stagnan dan hanya sebagian yang bergerak positif dengan kenaikan di bawah 2% maupun lebih dari 2%.

Lebar pergerakan yang cukup besar, mulai dari level tertinggi 5.320,89 hingga terendah 5.096,06, membuat pelaku pasar cenderung membaca sesi berikutnya dari kesinambungan pola yang sama. Apabila indeks kembali bergerak mengikuti tekanan jual dan mayoritas saham tetap terkoreksi, sentimen negatif berpotensi berlanjut. Sebaliknya, pemulihan akan lebih mudah terlihat jika porsi emiten yang menguat—baik lebih dari 2% maupun kurang dari 2%—ikut meningkat.