jurnalistik.co.id – Primark berencana melangkah lebih jauh dalam belanja daring di Inggris dengan menyiapkan layanan pengiriman barang langsung ke rumah. Rencana ini muncul sekitar empat tahun setelah gerak awal perusahaan di dunia e-commerce.
Dalam pengumumannya, peritel asal Inggris itu menyatakan akan memulai pengiriman ke alamat pelanggan di Britania. Langkah ini dinilai menjadi bentuk pengembangan dari model belanja online yang sebelumnya masih terbatas.
Primark juga menginformasikan bahwa perusahaan telah membeli fasilitas pemenuhan (fulfilment) di Sheffield. Fasilitas tersebut disebut akan dipakai untuk membantu proses pengiriman produk dari pusat logistik menuju rumah konsumen.
Perusahaan menargetkan layanan rumah (home delivery) sebagai fase lanjutan setelah periode percobaan pada kanal digital. Mereka sebelumnya telah memperkenalkan layanan belanja yang mengandalkan pengambilan langsung, bukan pengiriman ke alamat.
Dari e-commerce awal ke pengiriman rumah
Primark tidak menjual barang secara online hingga 2022, ketika perusahaan meluncurkan layanan click-and-collect. Layanan tersebut memungkinkan pelanggan melakukan pemesanan, tetapi pembeli tetap harus datang untuk mengambil barang belanjaannya.
Dengan adanya rencana pengiriman ke rumah, pendekatan itu berubah dari “ambil sendiri” menjadi “diterima di rumah”. Perbedaan ini membuat perjalanan pelanggan dari sisi logistik menjadi lebih minimal dibanding model sebelumnya.
Menurut keterangan perusahaan, home delivery memberi peluang untuk pertumbuhan yang lebih menguntungkan. Primark menyebut adanya “opportunity for profitable growth” lewat layanan pengiriman langsung.
Rangkaian kebijakan tersebut diposisikan untuk mendukung kinerja perdagangan setelah penjualan Primark sempat melemah. Pelemahan ini dikaitkan dengan kondisi cuaca panas yang baru-baru ini terjadi.
Setelah penjualan yang dinilai lebih redup, manajemen berharap perubahan layanan dapat membantu menstimulasi perdagangan. Dengan pengiriman ke rumah, perusahaan berupaya memperluas akses pelanggan terhadap produk tanpa harus menempuh perjalanan untuk pengambilan.
Berita Terkait
Fasilitas Sheffield sebagai penopang operasional
Pembelian fasilitas fulfilment di Sheffield menempatkan perusahaan pada persiapan operasional yang lebih siap untuk menangani pengiriman. Sheffield dipilih sebagai titik dukungan untuk mengalirkan barang dari proses pemenuhan hingga diterima oleh pelanggan.
Dalam konteks pengiriman ke rumah, kesiapan gudang, pemrosesan pesanan, dan pengaturan distribusi menjadi elemen yang menentukan kelancaran layanan. Karena itu, perusahaan menekankan fungsi fasilitas tersebut untuk proses pengiriman.
Langkah ini juga menunjukkan fokus Primark untuk memperkuat rantai pasoknya, bukan hanya memperbarui tampilan layanan di kanal digital. Ketika pengiriman langsung menjadi bagian produk, perusahaan perlu memastikan alur pemenuhan dan pengantaran berjalan konsisten.
Dengan pusat fulfilment yang telah disiapkan, Primark tampak ingin mengubah aktivitas belanja online menjadi pengalaman yang lebih terintegrasi. Dari sisi pelanggan, manfaat utamanya adalah penerimaan barang di alamat mereka, sesuai rencana yang diumumkan perusahaan.
Target bisnis: mendorong perdagangan setelah penjualan melambat
Pengembangan layanan home delivery turut dikaitkan dengan kondisi penjualan yang sebelumnya dilaporkan tidak sekuat ekspektasi. Primark menyebut penjualan mengalami suasana lebih lemah setelah periode cuaca panas yang baru-baru ini melanda.
Ketika penjualan melambat, perusahaan biasanya mencari jalur yang bisa mengubah perilaku belanja konsumen. Dalam rencana ini, pengiriman ke rumah ditawarkan sebagai cara untuk menambah daya tarik belanja online.
Primark juga memperjelas bahwa layanan pengiriman ke rumah menjadi bentuk perluasan dari tahap awal keterlibatan mereka di e-commerce. Transformasi dari click-and-collect pada 2022 menuju home delivery menandai peningkatan layanan yang lebih lengkap.
Dengan model baru, pelanggan dapat memesan tanpa perlu datang ke titik pengambilan. Perubahan tersebut diharapkan memberi kontribusi pada perdagangan dan sekaligus membuka peluang pertumbuhan yang lebih menguntungkan.
Secara keseluruhan, rencana Primark menggambarkan strategi berlapis: memperluas layanan belanja daring sekaligus menyiapkan infrastruktur fulfilment di Sheffield. Jika implementasi berjalan sesuai rencana, perusahaan berupaya menjadikan pengiriman ke rumah sebagai pengungkit untuk memulihkan dan memperkuat performa bisnisnya.












