jurnalistik.co.id – Jaksa Rumania melalui DIICOT menuduh Andrew dan Tristan Tate dengan tindak pidana seksual dan kejahatan lanjutan. Mereka juga dituduh menghasilkan lebih dari $1,2 juta (sekitar ÂŁ888.000) lewat mekanisme yang melibatkan pemaksaan tindakan seksual dalam obrolan video.
Menurut dakwaan yang disampaikan kepada pengadilan, DIICOT menyebut kedua bersaudara tersebut melakukan tindakan dengan cara memaksa seorang perempuan untuk melakukan hubungan seksual melalui video chat. Jaksa menyatakan pola ini berujung pada keuntungan finansial yang signifikan.
Andrew Tate (39) didakwa dengan beberapa delik, yakni perdagangan anak di bawah umur, pencucian uang, serta melakukan hubungan seksual dengan seorang anak di bawah umur. Sementara itu, Tristan Tate (38) didakwa sebagai pihak yang turut terlibat dalam perdagangan anak di bawah umur dan pencucian uang.
Andrew dan Tristan Tate menolak seluruh tuduhan. Mereka menyatakan dakwaan tersebut tidak menentukan kesalahan, dan menegaskan tetap memperjuangkan prinsip praduga tak bersalah.
Keduanya, yang oleh banyak pengikut dikenal sebagai figur media sosial, saat ini berada dalam penahanan di Miami. Di sana, mereka tengah menghadapi proses terkait ekstradisi ke Inggris atas perkara terpisah.
Andrew dan Tristan Tate memiliki kewarganegaraan ganda AS dan Inggris. Mereka juga telah menjalani penyelidikan kriminal di Rumania sejak Desember 2022, dan dalam beberapa periode terutama tinggal di negara tersebut, termasuk sejak 2017.
Pemeriksaan yang berjalan lama itu melibatkan pengawasan terhadap aktivitas mereka yang, menurut penegak hukum, menarik basis audiens besar di media sosial. Dalam konteks itu, penyelidikan juga menyinggung gaya komunikasi dan citra kemewahan yang mereka tampilkan, termasuk pesan-pesan yang dianggap misoginis.
Berita Terkait
Sejumlah dakwaan baru berfokus pada seorang perempuan yang dinilai rentan. Jaksa mengklaim perempuan tersebut direkrut oleh Tristan ketika ia berusia 15 tahun.
DIICOT menuturkan perempuan itu kemudian “dilindungi” di sebuah bangunan di Luton, Bedfordshire, agar dapat dieksploitasi secara seksual oleh Andrew. Jaksa juga menyebut Andrew mengendalikan korban melalui pengawasan serta kekerasan fisik, dan memaksa korban melakukan tindakan seksual lewat obrolan video untuk keuntungan pribadinya.
Selain itu, dakwaan menyatakan Andrew juga dituduh memindahkan perempuan tersebut ke Rumania. Tujuannya, menurut jaksa, agar eksploitasi dapat dilanjutkan di dua rumah miliknya di negara tersebut.
Andrew juga menghadapi dakwaan terpisah terkait hubungan seksual dengan seorang anak di bawah umur yang disebut berusia 15 tahun di Rumania. Dalam dakwaan tersebut, fokusnya adalah perbuatan seksual yang dilakukan terhadap anak di bawah umur dan keterkaitannya dengan tindak eksploitasi yang lebih luas.
Dalam perkembangan perkara, jaksa meminta agar empat mobil mewah milik kedua bersaudara tersebut senilai total ÂŁ710.000 disita. Jaksa meyakini uang yang terlibat dalam pembelian aset-aset itu merupakan hasil dari proses pencucian uang.
DIICOT juga masih perlu menempuh langkah lanjutan sebelum perkara masuk ke proses persidangan penuh. Dalam laporan itu disebutkan belum jelas apakah DIICOT akan mengupayakan ekstradisi dari AS, dan dakwaan baru masih harus diperiksa oleh seorang hakim sebelum persidangan dapat dimulai.
Pihak Tate tetap membantah semua tuduhan. Dalam pembelaannya, mereka menegaskan persona yang ditampilkan di dunia daring bukanlah representasi sesungguhnya dari diri mereka.
Kuasa hukum mereka, Eugen Constantin Vidineac, menyampaikan pernyataan berikut: “Today’s decision by DIICOT does not determine guilt and it should not be presented as though it does. It represents the prosecution’s latest attempt to bring this case before a court following the failure of its previous indictment to proceed to trial. “The history of these proceedings matters. The previous indictment was subjected to judicial scrutiny and the court identified significant irregularities which prevented the case from moving forward to trial. “DIICOT has now chosen to file a new indictment. We will examine every aspect of it with the same level of scrutiny and we will challenge any evidential, procedural or legal deficiencies through the appropriate judicial process. “Our clients continue to reject the allegations against them. They have the right to the presumption of innocence, the right to properly examine the evidence relied upon against them and the right to mount an effective defence.”












