Bisnis & Ekonomi

Saham Big Caps Menekan, IHSG Turun 0,12% ke 6.628

×

Saham Big Caps Menekan, IHSG Turun 0,12% ke 6.628

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Diperberat Saham Big Caps, IHSG Balik Arah - Market

jurnalistik.co.id – Jakarta, Senin (7/9/2026) membawa IHSG kembali melemah setelah sempat bergerak menguat pada pagi hari. Pada perdagangan hari ini, indeks ditutup sesi pertama di zona merah dan turun tipis 0,12% ke level 6.628.

Sebelumnya, IHSG sempat menguat hingga menyentuh 6.667 pada bagian awal perdagangan. Namun, jelang siang arah pergerakan berbalik dan pelemahan berlanjut sampai mencapai titik terendah di 6.620.

Pergerakan indeks pada sesi I, menurut data bursa, juga dibayangi oleh tekanan dari saham-saham big caps yang memiliki bobot besar. Penurunan terutama datang dari sektor perbankan, dengan Bank BCA (BBCA) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi pemberat utama.

Aktivitas perdagangan pada sesi I tercatat cukup ramai. Nilai transaksi mencapai Rp8,47 triliun dengan total volume 24,56 miliar saham yang diperdagangkan, sementara frekuensi transaksi tercatat 1,32 juta kali.

Dari sisi komposisi pergerakan saham, bursa mencatat masih ada penguatan pada 293 saham. Sebanyak 292 saham mengalami pelemahan, sedangkan 203 saham lainnya stagnan.

Di antara saham-saham berkapitalisasi besar, penurunan terlihat menonjol pada beberapa emiten. BBCA mencatat penurunan sebesar 8,87 poin, disusul BBRI yang turun 7,33 poin.

Selain dua saham tersebut, tekanan juga tampak pada BMRI yang turun 3,28 poin. Rangkaian pelemahan big caps lainnya juga termasuk EMAS turun 2,1 poin, MPRO turun 1,35 poin, serta BBNI yang melemah 1,32 poin.

Pelemahan berlanjut pada saham-saham lain yang juga termasuk dalam kelompok papan atas. BELI turun 0,9 poin, ASII melemah 0,81 poin, ANTM turun 0,77 poin, dan SRAJ terkoreksi 0,71 poin.

Secara lebih luas, saham-saham keuangan yang tergolong big caps turut menekan jalannya indeks pada siang ini. Di antaranya tercermin dari pergerakan BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI yang sama-sama berada dalam tekanan.

Namun, tidak hanya sektor keuangan yang ikut melemah. Saham properti, teknologi, dan keuangan tercatat mengalami penurunan terdalam, masing-masing sebesar minus 0,54%, minus 0,46%, dan minus 0,43%.

Dengan kondisi tersebut, IHSG akhirnya kembali turun setelah sempat berada di rentang penguatan pada awal perdagangan. Ketika tekanan big caps meningkat menjelang siang, indeks terpantau kehilangan daya dan bergerak turun hingga menyentuh 6.620 sebelum ditutup di 6.628.

Perubahan sentimen pada sesi I terlihat jelas dari pola pergerakan yang sempat naik sebelum akhirnya terkoreksi. Setelah menyentuh puncak di kisaran 6.667, laju indeks kemudian melemah dan bergerak mengikuti tekanan jual hingga bertemu titik terendah di 6.620. Penutupan di 6.628 menjadi gambaran bahwa pemulihan yang sempat terjadi tidak mampu bertahan lama.

Di tengah dinamika tersebut, aktivitas perdagangan tetap tinggi. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp8,47 triliun dengan volume 24,56 miliar saham dan frekuensi 1,32 juta kali. Secara komposisi, bursa mencatat 293 saham menguat, sementara 292 saham terkoreksi dan 203 saham lainnya stagnan. Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan indeks lebih banyak dipengaruhi perperanannya sejumlah emiten besar dibandingkan meratanya kenaikan maupun penurunan seluruh saham.

Tekanan pada big caps tidak hanya datang dari satu emiten. BBCA dan BBRI menjadi pemberat utama dengan pelemahan masing-masing 8,87 poin dan 7,33 poin. Setelah itu, saham-saham berkapitalisasi besar lain juga ikut melemah, termasuk BMRI turun 3,28 poin, EMAS terkoreksi 2,1 poin, MPRO turun 1,35 poin, serta BBNI melemah 1,32 poin. Di luar kelompok tersebut, beberapa saham papan atas juga menunjukkan tekanan seperti BELI turun 0,9 poin, ASII melemah 0,81 poin, ANTM turun 0,77 poin, dan SRAJ terkoreksi 0,71 poin.

Perlambatan indeks pada sesi I juga tercermin dari penurunan lintas sektor. Selain perbankan yang menekan jalannya indeks, saham properti, teknologi, dan keuangan tercatat mengalami koreksi terdalam masing-masing sebesar minus 0,54%, minus 0,46%, dan minus 0,43%. Dengan demikian, arah pelemahan siang hari tidak berhenti pada satu kelompok industri, melainkan merembet ke beberapa segmen lain, sehingga IHSG berakhir melemah dan ditutup di level 6.628.