Bisnis & Ekonomi

Net Buy Asing di IHSG Melonjak Lebih dari Delapan Kali Lipat Pekan Lalu

×

Net Buy Asing di IHSG Melonjak Lebih dari Delapan Kali Lipat Pekan Lalu

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Aliran Dana Asing ke IHSG Makin Deras, Naik 8 Kali Pekan Lalu - Market

jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sejalan dengan pergerakan dana asing di akhir pekan lalu. Pada penutupan periode tersebut, pasar mencatat posisi beli bersih atau net buy investor asing yang naik lebih dari delapan kali lipat dibanding pekan sebelumnya.

Menurut catatan BRI Danareksa, kinerja net buy asing itu ditopang oleh akumulasi saham-saham big banks. Pola pembelian yang terkonsentrasi pada sektor perbankan besar ikut membantu mengangkat arah transaksi di bursa.

Selain faktor domestik, BRI Danareksa juga menyoroti perubahan sentimen dari luar negeri. “Sementara, meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed turut memperbaiki sentimen eksternal,” dikutip dari catatan BRI Danareksa, Senin (7/9/2026).

Sentimen eksternal yang membaik tersebut membuat minat investor asing tetap terjaga, terutama ketika pasar berada dalam fase yang lebih kondusif untuk penempatan modal. Dalam konteks itu, arus dana asing tercermin lewat besarnya net buy yang terjadi pada penutupan akhir pekan.

IHSG sendiri mencatat kenaikan 1,82% hingga menyentuh level 6.636 pada akhir pekan kemarin. Penguatan ini menjadi cermin bahwa tekanan beli lebih dominan daripada tekanan jual dalam periode yang sama.

Dalam satu pekan terakhir, investor asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp2,3 triliun di seluruh pasar. Angka tersebut menunjukkan bahwa arus modal masih cenderung berada di posisi positif, walaupun komposisi transaksi dapat berbeda antar segmen.

Jika dilihat lebih rinci, pada periode 24 Agustus hingga 28 Agustus 2026, investor asing mencatat posisi beli bersih Rp279,2 miliar. Pada saat yang sama, terdapat posisi jual sebesar Rp1,31 triliun di pasar reguler, sementara transaksi beli tercatat lebih besar di segmen pasar tunai dan nego dengan total Rp1,59 triliun.

Perbedaan hasil antara pasar reguler dan pasar tunai-nego tersebut mengilustrasikan bagaimana distribusi transaksi asing bekerja pada level yang lebih granular. Dengan kata lain, net buy agregat tetap positif, tetapi campuran arus dana dalam tiap kategori transaksi tidak selalu searah.

Dengan lonjakan net buy lebih dari delapan kali lipat pada akhir pekan lalu, pasar juga merespons adanya pergeseran perilaku investasi. Akumulasi pada saham big banks menjadi salah satu faktor yang disebut berperan dalam membentuk besarnya pembelian bersih.

Di tengah dinamika sentimen global, ekspektasi terhadap suku bunga The Fed menjadi variabel yang ikut menentukan arah modal internasional. Ketika ekspektasi kenaikan suku bunga mereda, investor cenderung menilai prospek pendanaan dan imbal hasil menjadi lebih menarik, sehingga dorongan transaksi dapat ikut menguat.

Rangkaian indikator tersebut—mulai dari penguatan IHSG, besarnya net buy asing mingguan, hingga rincian posisi beli bersih pada 24–28 Agustus—memberi gambaran bahwa arus dana asing menjadi penopang utama pada penutupan akhir pekan lalu. Dengan posisi beli bersih yang meningkat tajam, pergerakan pasar mencerminkan kombinasi antara akumulasi sektor perbankan besar dan membaiknya sentimen eksternal.

Ke depan, investor biasanya akan terus memantau apakah tren net buy asing dapat berlanjut pada pekan berikutnya, termasuk konsistensi pembelian di saham-saham big banks serta respons pasar terhadap perkembangan ekspektasi kebijakan moneter global. Bagi IHSG, keberlanjutan arus modal asing menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga momentum kenaikan.

Lonjakan net buy asing yang terjadi pada akhir pekan lalu turut menjelaskan mengapa penguatan IHSG dapat berlangsung cukup terarah. Ketika dorongan beli dari investor asing menguat, tekanan jual cenderung tertahan, sehingga pergerakan harga lebih banyak mengikuti sisi permintaan dibanding penawaran.

Dari sudut pandang sentimen, perbaikan ekspektasi eksternal—terutama terkait meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed—membuat posisi investor asing tetap lebih siap menempatkan modal. Karena itu, perhatian berikutnya biasanya tertuju pada apakah pembelian bersih bisa konsisten, termasuk pada sektor perbankan besar, serta bagaimana pasar merespons perkembangan ekspektasi kebijakan moneter global.