jurnalistik.co.id – Gelandang Newcastle United, Bruno Guimaraes, telah mengajukan permintaan untuk meninggalkan klub. Arsenal disebut makin serius mempercepat atensinya terhadap pemain berusia 28 tahun itu.
Guimaraes berstatus internasional Brasil dan didatangkan Newcastle dari Lyon pada 2022. Menjelang musim panas ini, ia memang masuk radar Arsenal sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor tengah.
Arsenal sempat menelusuri kemungkinan pendekatan untuk Guimaraes maupun rekan setimnya di masa lalu, Sandro Tonali. Tonali kini sudah bergabung dengan Tottenham dengan nilai awal ÂŁ92,5 juta, sehingga fokus kembali mengarah pada opsi lain di lini tengah.
Menurut informasi yang dipahami dalam proses diskusi, angka yang sempat disampaikan dalam pembicaraan untuk Guimaraes berada di kisaran sekitar ÂŁ60 juta. Pembahasan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi finansial agar kesepakatan dapat berjalan.
Meski belum ada kontak langsung dari Arsenal terhadap Newcastle dalam tahap awal, kini situasinya berubah. Disinyalir tim asuhan Mikel Arteta siap mengajukan penawaran baru untuk Guimaraes.
Arsenal juga mempertimbangkan daftar target yang lebih luas untuk posisi gelandang tengah. Selain Guimaraes, nama Alex Scott dari Bournemouth dan Ayyoub Bouaddi dari Lille disebut turut diperhatikan.
Saat ini, Newcastle tidak ingin kehilangan Guimaraes, yang berperan sebagai kapten serta sosok penting bagi tim. Mengingat jendela transfer sudah berjalan, tekanan terhadap skuad juga meningkat setelah beberapa pemain kunci dilepas.
Newcastle sebelumnya sudah menjual Tonali dan Anthony Gordon pada musim panas ini. Di saat yang sama, penjualan besar juga terjadi pada lini tengah mereka yang lain, termasuk kesepakatan Manchester City untuk mendatangkan Elliot Anderson dengan nilai rekor klub sebesar ÂŁ116 juta dari Nottingham Forest.
Di sisi lain, Mateus Fernandes juga dikaitkan dengan langkah transfer menuju Tottenham senilai ÂŁ85 juta. Pergerakan pemain-pemain tersebut menunjukkan bahwa Newcastle memang sedang menata ulang komposisi skuad dengan cepat.
Usia Guimaraes juga menjadi faktor yang berpotensi memengaruhi nilai tawaran. Ia akan menginjak 29 tahun pada November, sehingga angka yang bersedia dibayar Arsenal kemungkinan ikut disesuaikan dengan dinamika usia dan kebutuhan proyek tim.
Jika Newcastle akhirnya merelakan Guimaraes, maka kedatangan gelandang tengah baru hampir pasti akan berhubungan dengan perubahan komposisi pemain yang menempati posisi serupa. Christian Norgaard, yang berusia 32 tahun, disebut sebagai nama yang akan terbuka terhadap tawaran.
Selain itu, datangnya figur sentral di lini tengah juga bisa memengaruhi peran Martin Zubimendi. Arteta mungkin akan menilai kembali apakah Zubimendi tetap menjadi starter reguler dalam susunan utama musim depan.
Berita Terkait
Di luar sisi pasar, momen yang dialami Guimaraes bersama tim nasional juga ikut menguatkan konteksnya. Ia melewatkan eksekusi penalti saat Brasil tersingkir pada fase 16 besar Piala Dunia, setelah kalah dari Norwegia pada hari Minggu.
Situasi Newcastle dan arti Guimaraes
Kehilangan Guimaraes dinilai sebagai skenario yang sangat sensitif bagi Newcastle. Ungkapan yang ia tulis setelah pertandingan terakhir musim memperlihatkan kekecewaannya atas hasil yang didapat tim.
Usai Newcastle kalah 2-0 dari Fulham pada pekan terakhir, Guimaraes menulis di Instagram, “A very frustrating season, and without a doubt we are all very disappointed.” Ia menambahkan, “You fans definitely did not deserve this.”
Musim itu berakhir dengan Newcastle menempati posisi ke-12 di klasemen Premier League. Tim gagal menembus zona Eropa, apalagi meraih tiket ke Liga Champions.
Sejak itu, Tonali dan Gordon telah pergi, sehingga Newcastle kehilangan tiga pemain penting dalam kurun waktu kurang dari setahun. Proses perombakan juga pernah dipicu oleh langkah Alexander Isak ke Liverpool musim panas lalu yang berlangsung panjang.
Perubahan strategi membuat Newcastle mulai membidik pemain muda potensial di benua Eropa, terutama yang berusia 20 tahun ke bawah. Salah satu contoh yang disebut adalah Bazoumana Toure, yang diyakini tetap memerlukan waktu agar bisa berkembang sepenuhnya.
Dalam konteks tersebut, Guimaraes dipandang sebagai sosok yang pas untuk membantu memimpin fase pembangunan kembali. Ia disebut sebagai kapten, “talisman”, dan penggerak utama yang membuat ritme tim tetap berjalan.
Namun, momen ini juga dinilai berada di titik yang rumit dalam kariernya menjelang usia 29 tahun. Usia tersebut dapat menjadi pertimbangan besar ketika pemain ingin mencari tantangan baru, sementara klub harus menyeimbangkan antara kebutuhan jangka pendek dan rencana jangka panjang.
Guimaraes sempat berbicara tentang ambisi Newcastle setelah kepindahannya dari Lyon pada 2022. Ia pernah mengarah pada tekad klub untuk menjadi “big power”, sehingga kehilangan pemain ini akan terasa seperti kehilangan arah dalam proyek yang sedang dibangun.
Namun, angka ÂŁ60 juta yang sempat digadang tidak otomatis menjadi patokan akhir ketika gelandang tengah dihargai sesuai permintaan pasar. Jika Newcastle memilih mempertahankan posisi tawarnya, mereka dapat berada pada posisi kuat untuk meminta nilai yang lebih tinggi dari perkiraan awal.
Bagi Arsenal, situasi ini berarti ada pekerjaan ekstra untuk menegosiasikan kesepakatan yang masuk akal. Sementara bagi Newcastle, keputusan apa pun harus mempertimbangkan dampak terhadap kapten dan pondasi skuad.
Dengan minat yang terus meningkat dan rencana penawaran baru yang sedang dipersiapkan, saga transfer Guimaraes tampaknya akan menjadi salah satu cerita paling menentukan pada musim panas ini bagi kedua klub.












