jurnalistik.co.id – Kelompok konsumen Which? menemukan bahwa puluhan produk bayi yang dinilai berpotensi berbahaya masih dijual melalui pasar online di Inggris oleh pihak ketiga. Temuan itu muncul setelah adanya peringatan keselamatan resmi dan penarikan produk, namun listing berisiko tetap ditemukan pada beberapa platform.
Which? menyebut ada 150 produk bayi berbahaya yang dijual oleh pihak ketiga di situs seperti Amazon, eBay, dan TikTok. Sue Davies, kepala kebijakan perlindungan konsumen Which?, mengatakan penyelidikan tersebut memperlihatkan “how easy it is to find these unsafe products” dan mendesak pemerintah agar pasar online bertanggung jawab atas keamanan barang yang dijual melalui penjual pihak ketiga.
Investigasi ini menyoroti tiga jenis produk yang sebelumnya sudah menjadi perhatian peringatan keselamatan dari Office for Product Safety and Standards (OPSS), yakni sleeping bags, self-feeders, dan sleep pillows. Which? melaporkan produk-produk tidak aman ditemukan di delapan pasar online, termasuk Alibaba, AliExpress, Amazon, eBay, Etsy, TikTok, OnBuy, serta Wish.
Dari total 150 produk berbahaya yang ditemukan, lebih dari sepertiganya dirancang untuk memberi makan bayi dari botol dengan bantuan yang dinilai minim atau bahkan tanpa bantuan sama sekali. Which? menilai ada risiko tersedak yang “obvious”, terutama karena desainnya membuat proses makan menjadi sulit dikendalikan dengan aman.
Which? merinci 33 produk menggunakan desain sedotan panjang, sedangkan 21 produk berupa pillow bottle-holders yang dirancang dipasang di sekitar leher bayi. Menurut temuan Which?, produk pengumpan botol tersebut tetap tersedia di beberapa platform meski sudah ada peringatan OPSS pada 2022 yang meminta bisnis menghapus produk semacam itu.
Selain self-feeders, penyelidikan juga menemukan 59 sleeping bags dengan tudung atau tanpa lubang untuk lengan. Which? juga mencatat 37 sleep pillows yang dipasarkan untuk bayi baru lahir, meski terdapat kekhawatiran terkait risiko sesak dan kepanasan, serta adanya panduan safe sleep dari NHS.
OPSS juga mengeluarkan peringatan khusus untuk sleep pillows bayi pada Desember 2025, termasuk untuk produk yang dipasarkan dengan klaim dapat meningkatkan tidur malam. Davies menegaskan, “The lives of babies are at risk because these platforms won’t stop dangerous products from reaching their customers – even though they are well aware that these products can be deadly.” Ia menambahkan pemerintah “must urgently use the new powers it has under the Product Regulation and Metrology Act” untuk “impose a clear legal duty on online marketplaces for ensuring the safety of products sold through their third-party sellers, with tough enforcement for those that fall short”.
Berita Terkait
Ruth Watts, seorang health visitor terdaftar yang membagikan saran di media sosial, mengatakan ia tidak terkejut dengan masih beredarnya sejumlah produk bayi yang dinilai tidak aman. Watts menyatakan, “Parents are the most vulnerable consumers out there,” lalu menambahkan, “We want what’s best for our babies, we’re desperate for sleep – and if a product is promising you that it will help or your baby sleep better… it’s of course tempting.”
Which? memberi sejumlah panduan yang ditujukan untuk orang tua saat berbelanja perlengkapan bayi. Kelompok ini menyarankan agar orang tua tidak membeli self-feeding aid, serta menegaskan bahwa bayi di bawah usia satu tahun tidak memerlukan bantal untuk tidur pada malam hari. Which? juga menyarankan agar tidak membeli sleeping bag bayi yang memiliki tudung atau tidak memiliki lubang untuk lengan, menghindari model dengan bahan berlebih atau lampiran, serta memastikan ukuran sleeping bag sesuai.
Watts menambahkan saran agar orang tua yang kesulitan menilai apakah produk terkait tidur aman memeriksa apakah produk tersebut direkomendasikan oleh Lullaby Trust. Ia juga menuturkan, “If something seems too good to be true, if someone is promising you a quick fix of a problem, then chances are it’s too good to be true,” dan merujuk panduan keselamatan tidur bahwa “The safest place for a baby to sleep is on a firm, flat mattress on their back in a clear cot with no toys inside.”
Menurut laporan, tujuh pasar online mengeluarkan pernyataan menanggapi temuan tersebut. Juru bicara Amazon mengatakan perusahaan telah menghapus produk yang disorot Which?, menyatakan mereka terus memantau barang yang dijual di situs dan bertindak cepat ketika diberi peringatan terkait masalah potensial, serta menegaskan, “Parents trust Amazon because we take customers’ safety incredibly seriously, particularly when it comes to babies and infants.”
Alibaba menyatakan telah menghapus “non-compliant products” dan “will continue to educate sellers, and take action against those who violate our terms of use”. AliExpress mengatakan “takes customer safety and product compliance extremely seriously”, bahwa produk relevan telah dihapus dari pasar Inggris, dan mereka akan melakukan “necessary enhancements to our existing control measures” agar produk tersebut tidak muncul kembali. EBay menyampaikan menggunakan “technology, AI and expert teams” untuk mencegah barang tidak aman masuk ke platform, menghapus beberapa item yang ditandai serta melakukan pemeriksaan lebih luas untuk menghilangkan item serupa.
Etsy menyatakan pihaknya menghapus semua listing yang diflag Which?, dengan menekankan, “Keeping our users safe is paramount.” TikTok menyebut produk yang disorot penyelidikan sudah dihapus dan perusahaan telah memberi tahu pelanggan, sementara OnBuy menyatakan semua produk relevan telah dihapus dan mereka bekerja sama dengan OPSS agar produk berbahaya dan tidak sesuai ketentuan bisa dikeluarkan secepat mungkin.
BBC juga menyatakan pihaknya telah menghubungi Wish dan Department for Business and Trade untuk komentar. Artikel ini dipublikasikan pada 8 Juli 2026 pukul 16:05 BST, dan diperbarui dua jam kemudian.











