Olahraga

Tammy Beaumont Bakal Pensiun dari Timnas Inggris setelah Tes Lawan India di Lord’s

×

Tammy Beaumont Bakal Pensiun dari Timnas Inggris setelah Tes Lawan India di Lord’s

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Tammy Beaumont: England batter to retire from internationals after India Test

jurnalistik.co.id – Penyerang pukul (batter) timnas Inggris, Tammy Beaumont, memastikan ia akan mengakhiri karier internasionalnya setelah pertandingan Tes berikutnya melawan India. Laga tersebut dijadwalkan dimulai pada Jumat di Lord’s, sekaligus menjadi momen penutup untuk bab internasionalnya.

Beaumont, yang berusia 35 tahun, menyatakan bakal pensiun setelah Test melawan India itu. Ia memulai debut bersama Inggris pada 2009 dan kini akan menyudahi perjalanan di level internasional usai 17 tahun lebih mewakili tim.

Dalam catatan kariernya di format Tes, Beaumont telah memainkan 11 pertandingan. Untuk laga ODI, ia mencatat 140 penampilan, sementara di T20 putri tercatat 109 kali tampil, dengan torehan 12 abad (hundreds) di ODI yang menjadi rekor untuk tim putri Inggris.

Ia juga menjadi salah satu dari hanya dua pemain putri Inggris, bersama Heather Knight, yang mampu membukukan century internasional di ketiga format. Capaian tersebut sekaligus menegaskan konsistensinya menembus berbagai karakter permainan—mulai dari ritme cepat hingga ketahanan panjang khas Tes.

“Playing for England for nearly 17 years has been the greatest honour,” kata Beaumont dalam pernyataannya. “When I fell in love with playing cricket as a young girl, I barely knew that playing cricket for England was an option and it brings me so much joy to think how many girls and boys have been inspired, this summer especially, and how far the game has come in our country.”

Ia melanjutkan, “We’ve always wanted to take the cap forward for the next generation and the time has come for me to hand over that privilege to the next generation of England players.” Beaumont menambahkan, “This Test match at Lord’s – our first-ever women’s Test at Lord’s – feels like the perfect occasion to sign off on a career that I could never have dreamt would be as special as it has been.”

Meski mundur dari pertandingan internasional, Beaumont menegaskan ia tetap akan bermain kriket domestik. Saat ini, ia memperkuat The Blaze dan Birmingham Phoenix di The Hundred.

Beaumont juga termasuk kelompok awal pemain putri Inggris yang menerima central contract ketika skema tersebut diperkenalkan pada 2014. Tiga tahun setelahnya, ia meraih gelar player of the tournament ketika Inggris menjuarai Piala Dunia di Lord’s.

Sepanjang perjalanan kariernya, ia juga mencatat pencapaian bersejarah untuk Inggris. Ia menjadi perempuan Inggris pertama yang mencapai double-century dalam sebuah Tes, dengan skor 208 saat menghadapi Australia di Trent Bridge pada rangkaian Ashes 2023.

Sejak dipromosikan untuk mengisi posisi pembuka (open the batting) pada 2016, Beaumont menjadi sosok reguler di urutan atas untuk Inggris di berbagai format. Namun, ia kehilangan tempat di skuad Commonwealth Games pada 2022, dan sejak saat itu ia bolak-balik masuk tim untuk format T20.

Di musim ini, Beaumont tidak tampil pada Piala Dunia T20 putri yang digelar musim panas. Ia juga tidak masuk skuad ODI untuk seri melawan Selandia Baru pada awal musim tersebut.

Clare Connor, Managing Director of England Women, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Beaumont. “Tammy has made a remarkable contribution to the England Women’s cricket team and we will miss her incredibly,” ujarnya. “It is impossible to put into words or measure the impact Tammy has had on our sport.”

Connor menambahkan, “She played her first few years for England as an amateur, one of only a few players left whose international careers were forged through extraordinary levels of devotion and commitment and love of the game.” Ia juga menegaskan, “Always smiling, always fun, and always team-first, Tammy should be so proud of a stellar international career and we wish her every success and happiness as she leaves the England dressing room.”

Dalam ulasan yang menyertai kabar ini, BBC Cricket Correspondent Stephan Shemilt menyoroti bagaimana momentum kriket putri berubah dari waktu ke waktu. Pada 2013, Piala Dunia Putri masih terasa seperti “afterthought” dan digelar di Mumbai dengan kondisi lapangan yang sering kali kecil, sementara Beaumont kala itu baru berusia 21 tahun.

Ia tidak tampil dalam kampanye Inggris pada periode tersebut, dan karier internasionalnya sempat berada di situasi yang berpotensi melambat. Namun empat tahun kemudian, kriket putri mengalami lonjakan besar, dan Beaumont disebut berada di garis terdepan perubahan itu.

Ulasan tersebut juga menyinggung peran Mark Robinson yang menjadi pelatih Inggris, yang “menghidupkan kembali” permainan pukul Beaumont. Pada Piala Dunia 2017, Beaumont disebut tampil sebagai bintang, dan keberhasilan itu berujung pada penghormatan sebagai player of the tournament dalam kemenangan Piala Dunia yang berlangsung di kandang sendiri.

Beaumont digambarkan akan dikenang bukan hanya karena jumlah larinya, melainkan juga karena daya tahan kariernya ketika permainan beranjak menuju era profesional. Ia juga disebut sebagai salah satu dari sedikit pemain yang mampu mencetak century di ketiga format untuk Inggris, dan catatan tersebut masih berlanjut dengan double hundred dalam Tes Ashes 2023 di kandang.

Ulasan itu menyimpulkan bahwa ada kemungkinan keputusan untuk tidak memasukkannya ke skuad ODI pada awal musim panas ikut menjadi pertanda arah tersebut. Meski demikian, Beaumont tetap akan mendapatkan perpisahan yang sesuai, yakni tampil di Lord’s pada Tes putri pertama di venue itu.

Sementara penutupan karier internasionalnya tinggal menunggu pelaksanaan Tes melawan India, tidak tertutup kemungkinan ia menyelesaikan kiprah dengan satu penampilan besar lagi di panggung yang ia sebut “perfect occasion.”