jurnalistik.co.id – Manchester United tengah menyiapkan langkah agresif di bursa transfer musim panas dengan memusatkan perhatian pada penguatan lini tengah. Upaya ini dilakukan menjelang bergulirnya musim baru Premier League yang menuntut skuad lebih solid.
Manajemen Setan Merah disebut sedang mengincar gelandang muda milik Chelsea, Andrey Santos. Pilihan tersebut muncul sebagai respons atas kondisi yang dinilai semakin menekan di sektor gelandang, terutama setelah perubahan besar terjadi dalam waktu relatif singkat.
Situasi lini tengah Manchester United tengah berada dalam titik kritis. Kepergian Casemiro pada akhir Juni lalu serta gagalnya rencana penjualan Manuel Ugarte membuat komposisi gelandang klub semakin terasa berat.
Kondisi ini membuat Manchester United hanya menyisakan Kobbie Mainoo sebagai satu-satunya pilar andalan di lini tengah. Karena itu, perburuan pemain baru menjadi prioritas utama agar rotasi dan opsi taktik Carrick tidak terlalu terbatas.
Gangguan dari ruang perawatan
Rencana awal klub sempat berantakan ketika Manuel Ugarte mengalami cedera parah saat membela Uruguay melawan Spanyol pada ajang Piala Dunia. Gelandang berusia 25 tahun itu menyebut kondisinya sebagai cedera paling serius yang bisa dialami seorang pesepakbola.
Cedera ligamen lutut yang dialami Ugarte diperkirakan membuatnya absen hingga akhir tahun 2026. Dengan demikian, peluang Manchester United untuk mengamankan hasil dari penjualan Ugarte ikut memudar.
Masalah semakin kompleks karena beberapa target lain turut terlepas. Manchester City berhasil mengamankan Elliot Anderson dari Nottingham Forest dengan nilai mencapai 116 juta poundsterling atau setara Rp 2,7 triliun.
Pola serupa juga terjadi pada perburuan pemain lain. Tottenham Hotspur disebut sukses menikung Mateus Fernandes dari West Ham United dengan mahar 85 juta poundsterling, kira-kira setara Rp 2 triliun.
Berita Terkait
Menurut laporan, pihak Manchester United sebenarnya siap menyamai tawaran tersebut. Namun mereka mundur dengan pertimbangan menghindari perang harga yang berpotensi melonjak sampai 90 juta poundsterling atau setara Rp 2,1 triliun.
Terhambatnya agenda medis dan pramusim
Di saat yang sama, Manchester United juga menghadapi hambatan terkait pemain yang sudah didekati untuk didatangkan. Klub telah menyepakati transfer senilai 35 juta poundsterling, setara Rp 840,7 miliar, untuk membawa Ederson dari Atalanta.
Proses pemeriksaan medis Ederson sempat terhalang karena panggilan mendadak ke skuad Brasil. Ederson baru bisa menjalani tes setelah negaranya menyelesaikan kiprah di Piala Dunia, disertai kewajiban libur selama tiga pekan.
Keadaan ini membuat pelatih Michael Carrick berada dalam pilihan yang sangat terbatas untuk latihan pramusim yang dijadwalkan dimulai pada 9 Juli. Secara praktis, Mason Mount menjadi satu-satunya gelandang senior yang tersedia, meski profilnya cenderung bertipe menyerang.
Menjelang laga persahabatan melawan Wrexham pada 18 Juli dan Rosenborg pada 24 Juli, Carrick diproyeksikan memaksimalkan barisan pemain muda akademi. Mereka meliputi Toby Collyer, Dan Gore, serta si kembar Jack dan Tyler Fletcher.
Meski demikian, tantangan terbesar tetap pada waktu. Carrick berharap manajemen Manchester United dapat merampungkan kesepakatan baru sebelum tim melakoni pramusim krusial menghadapi Atletico Madrid pada 1 Agustus mendatang.
Dengan waktu bursa yang terus bergerak cepat, manajemen dituntut menjaga ritme perekrutan sekaligus menyesuaikan rencana taktik dengan kondisi pemain yang tersedia. Ketika beberapa agenda transfer tidak berjalan sesuai perkiraan, fokus latihan pramusim menjadi lebih menekankan kemampuan adaptasi: bagaimana skuad tetap punya opsi rotasi yang memadai meski komposisi tengah masih berubah.
Di saat yang sama, hambatan dari proses medis Ederson membuat jadwal persiapan makin bergantung pada kepastian dari kesepakatan yang sedang dijalankan. Karena pramusim dimulai pada 9 Juli dan langsung diikuti pertandingan persahabatan melawan Wrexham pada 18 Juli serta Rosenborg pada 24 Juli, Carrick perlu menyiapkan rencana yang realistis untuk menguji pemain muda akademi, sambil menunggu penyelesaian transfer sebelum tim menghadapi Atletico Madrid pada 1 Agustus.












