Olahraga

Latihan Kekuatan Disebut Lebih Efisien Menurunkan Lemak Perut Dibanding Kardio

×

Latihan Kekuatan Disebut Lebih Efisien Menurunkan Lemak Perut Dibanding Kardio

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Bukan Kardio, Latihan Ini Lebih Ampuh Menghilangkan Lemak Perut

jurnalistik.co.id – Latihan beban (resistance training) semakin sering disebut sebagai opsi yang lebih menguntungkan dibandingkan kardio, khususnya bila tujuan utama Anda adalah mengurangi lemak perut.

Sejumlah ahli kebugaran menilai pola latihan yang berfokus pada otot dapat membantu tubuh membentuk komposisi yang lebih baik, sekaligus mendukung kesehatan menyeluruh saat seseorang menua.

Latihan beban tidak sekadar membentuk otot

Dokter sekaligus pakar kesehatan almarhum Michael Mosley pernah menjelaskan bahwa latihan beban tidak hanya berkaitan dengan pembentukan otot. Menurutnya, aktivitas ini juga berkontribusi pada metabolisme, kualitas tidur, hingga fungsi otak.

Dalam konteks lemak perut, Mosley menyoroti bahwa latihan kekuatan seperti push-up dan squat bisa menjadi pilihan yang lebih efektif dibandingkan kardio, jika targetnya adalah mengurangi lemak di area perut.

Hal tersebut sejalan dengan paparan Mosley yang mengutip temuan Harvard University. Ia menyampaikan, “Penelitian dari Harvard University yang mengikuti sekitar 10.000 pria selama 12 tahun menemukan bahwa, menit demi menit, latihan kekuatan lebih efektif menargetkan lemak perut dibandingkan kardio,” ujar Mosley, dikutip Mirror, Sabtu (4/7/2026).

Keliru jika berharap lemak turun hanya dari satu titik

Gagasan bahwa sit-up atau latihan perut dalam jumlah besar akan langsung menghilangkan lemak di bagian tertentu dinilai tidak tepat.

Menurut TechnoGym, tubuh tidak dapat “membakar lemak hanya di satu area tertentu (spot reduction).” Karena itu, penurunan lemak terjadi secara menyeluruh, sehingga dibutuhkan strategi yang mampu meningkatkan pembakaran kalori sambil membantu mempertahankan massa otot.

Dengan pendekatan latihan yang tepat, tubuh tidak hanya bergerak lebih banyak, tetapi juga mendapatkan rangsangan untuk menjaga otot agar tidak menyusut secara alami.

Massa otot meningkat, kebutuhan energi ikut naik

Mosley menekankan bahwa latihan beban berpengaruh pada peningkatan massa otot. Hal ini penting karena massa otot cenderung mulai menurun setelah usia 30 tahun bila tidak dilatih secara rutin.

Ia menyebut perubahan yang positif dapat terlihat dalam waktu sekitar 12 minggu jika latihan dilakukan secara konsisten. “Penelitian menunjukkan bahwa hanya dalam 12 minggu, massa otot dapat meningkat hingga 10 persen dan kekuatan tubuh bertambah sampai 150 persen,” katanya.

Ketika massa otot bertambah, kebutuhan energi tubuh juga meningkat. Kondisi ini membuat tubuh cenderung membakar lebih banyak kalori, termasuk saat sedang beristirahat, sehingga proses penurunan lemak menjadi lebih optimal.

Manfaat lain di luar bentuk tubuh

Keuntungan latihan beban tidak berhenti pada penampilan fisik. Mosley menyatakan berbagai penelitian menunjukkan latihan kekuatan juga membawa manfaat bagi kesehatan otak.

Dalam paparan tersebut, latihan beban turut dikaitkan dengan dukungan terhadap gula darah dan umur panjang. Dengan kata lain, latihan kekuatan dipandang sebagai bagian dari kebiasaan yang lebih komprehensif, bukan sekadar strategi jangka pendek untuk menurunkan angka di timbangan.

Melihat seluruh rangkaian manfaat yang disebut—mulai dari efektivitas menargetkan lemak perut, peningkatan metabolisme, sampai potensi dukungan bagi fungsi otak dan kesehatan metabolik—latihan beban bisa menjadi alternatif yang layak dipertimbangkan saat Anda ingin memperbaiki komposisi tubuh secara lebih terarah.

Bagi banyak orang, tantangan utamanya adalah memilih jenis latihan yang realistis dan bisa dijalankan secara konsisten. Dengan latihan kekuatan yang terstruktur dan dilakukan rutin, tujuan mengurangi lemak perut sekaligus menjaga massa otot dapat dicapai secara lebih seimbang.

Dengan kata lain, latihan beban diposisikan bukan sebagai cara “menghilangkan lemak perut” secara instan di satu titik, tetapi sebagai pendekatan yang mendorong penurunan lemak secara menyeluruh. Karena tubuh tidak bisa membakar lemak hanya di area tertentu, latihan kekuatan perlu menjadi bagian dari strategi yang meningkatkan pembakaran kalori sambil tetap membantu mempertahankan massa otot.

Selain itu, karena massa otot cenderung mulai menurun setelah usia 30 tahun bila tidak dilatih, latihan beban yang dilakukan secara konsisten memberi peluang untuk melihat perubahan yang nyata. Sejalan dengan penjelasan Mosley, dalam waktu sekitar 12 minggu latihan yang teratur dapat mendukung peningkatan massa otot dan kekuatan, sekaligus memperkuat proses penurunan lemak yang lebih optimal melalui peningkatan kebutuhan energi tubuh.