Teknologi

Peneliti China Klaim Baterai Solid-State Bisa Isi Penuh Mobil Listrik dalam Menit

×

Peneliti China Klaim Baterai Solid-State Bisa Isi Penuh Mobil Listrik dalam Menit

Sebarkan artikel ini
China Bikin Baterai Mobil Listrik yang Bisa Terisi Penuh Dalam Hitungan Menit Tekno 20 Juni 2026
Ilustrasi: China Bikin Baterai Mobil Listrik yang Bisa Terisi Penuh Dalam Hitungan Menit

jurnalistik.co.id – Peneliti asal China mengklaim telah mengembangkan baterai solid-state untuk kendaraan listrik yang dapat mengisi daya dalam hitungan menit. Jika klaim ini terbukti dan berhasil dikomersialisasikan, teknologi tersebut disebut berpotensi mengubah cara industri mobil listrik memandang kebutuhan waktu pengisian.

Klaim tersebut dirangkum KompasTekno dari Digital Trends. Peneliti yang terlibat berasal dari Chinese Academy of Sciences, dan mereka menyebut baterai yang dikembangkan menggunakan lithium-metal solid-state dengan kemampuan menghasilkan kepadatan energi yang tinggi serta mampu bertahan pada pengisian ultra-cepat.

Dalam laporan yang dirujuk melalui makalah penelitian di Journal of the American Chemical Society, prototipe baterai disebut mampu mencapai kepadatan energi 451,5 Wh/kg. Selain itu, prototipe tersebut diklaim mempertahankan kinerja pengisian yang stabil selama 700 siklus pengisian pada laju 20C.

Jika diterjemahkan ke istilah praktis, angka-angka itu secara teoritis berarti baterai dapat diisi penuh sekaligus dikosongkan dalam waktu sekitar tiga menit saja. Namun, angka “teoritis” tetap menandakan bahwa klaim tersebut masih berada pada level prototipe dan perlu pembuktian lanjutan untuk skala nyata.

Komponen lain yang membuat teknologi ini dinilai berpotensi menjadi lompatan adalah konteks industri. Banyak mobil listrik yang beredar saat ini masih bergulat dengan waktu pengisian yang relatif panjang, terutama pada skenario pengisian yang tidak selalu berada pada kondisi ideal.

KompasTekno mencatat bahwa sebagian besar mobil listrik dari produsen Amerika Serikat dan Eropa masih beroperasi dengan batas pengisian cepat yang cenderung konservatif. Merek seperti Tesla, Ford, Volkswagen, dan Mercedes-Benz disebut umumnya mencapai kecepatan pengisian puncak antara 150 kW hingga 350 kW dalam kondisi ideal, sementara banyak kendaraan lainnya masih membutuhkan 20 hingga 40 menit untuk pengisian yang berarti.

Di tengah dinamika itu, produsen dan perusahaan baterai asal China dikatakan terus bergerak cepat. Perusahaan seperti BYD, CATL, Ganfeng Lithium, serta sejumlah startup disebut mengembangkan arsitektur baterai solid-state dengan target kecepatan pengisian dan kepadatan energi yang lebih tinggi.

Menurut uraian di sumber, langkah teranyar ini juga datang ketika tren kemitraan antara otomotif Barat dan perusahaan China makin menguat. Data kerja sama tersebut ditunjukkan melalui kolaborasi Stellantis dengan Dongfeng Motor Corporation, yang disebut melibatkan kesepakatan senilai 1,17 miliar euro, mencakup produksi kendaraan, ekspor, serta kerja sama teknik.

Selain itu, Stellantis juga disebut mempererat hubungan dengan Leapmotor untuk mengembangkan kendaraan listrik bagi pasar Eropa. Di sisi lain, Volkswagen disebut menjalin kemitraan dengan startup kendaraan listrik China, termasuk Xpeng, sementara sejumlah merek Jepang dan Eropa lainnya juga dikabarkan menjajaki proyek pengembangan baterai bersama pemasok China.

Sejalan dengan rangkaian tersebut, kemajuan teknologi baterai China disebut tidak lagi bisa diabaikan dalam industri otomotif global. Klaim tentang baterai solid-state yang mampu mengisi daya sangat cepat menjadi salah satu elemen yang menarik perhatian, terutama karena waktu pengisian masih menjadi faktor yang memengaruhi pengalaman pengguna.

Potensi risiko yang perlu diwaspadai

Di balik antusiasme terhadap kepadatan energi yang sangat tinggi, baterai dengan karakter tersebut juga menyimpan risiko keamanan. Kepadatan energi yang lebih tinggi umumnya berkaitan dengan potensi risiko termal yang lebih besar apabila terjadi thermal runaway atau kondisi panas yang tidak terkendali.

Dengan demikian, meskipun prototipe baterai lithium-metal solid-state ini menawarkan angka kepadatan energi 451,5 Wh/kg serta ketahanan stabil selama 700 siklus pada laju 20C, validasi menyeluruh tetap menjadi syarat penting. Pengujian lanjutan yang menilai keamanan, stabilitas, dan performa pada kondisi nyata diperlukan agar teknologi yang diklaim mampu mengisi penuh dalam waktu sekitar tiga menit itu bisa dipertimbangkan secara lebih serius.