Teknologi

NCA Ingatkan Orang Tua: Jangan Sebarkan Foto Anak Secara Publik di Tengah Risiko Pelecehan AI

×

NCA Ingatkan Orang Tua: Jangan Sebarkan Foto Anak Secara Publik di Tengah Risiko Pelecehan AI

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Parents warned not to publicly share children’s images amid AI abuse risks

jurnalistik.co.id – National Crime Agency (NCA) mengingatkan para orang tua agar berhati-hati saat memublikasikan foto anak di internet. Peringatan ini muncul seiring meningkatnya risiko penyalahgunaan berbasis kecerdasan buatan, yang dapat digunakan untuk menghasilkan konten pelecehan seksual terhadap anak.

Bersama Internet Watch Foundation (IWF), NCA menyebut ada ancaman yang makin mengkhawatirkan ketika materi gambar anak yang dibagikan online kemudian dipakai untuk membuat child sexual abuse material (CSAM). Menurut IWF, pada 2025 teridentifikasi lebih dari 8.000 gambar dan video CSAM hasil AI yang tampak realistis. Angka itu naik 14% dibanding tahun sebelumnya.

Dalam rilis dan panduan yang diperbarui, NCA menegaskan bahwa penegakan hukum tetap penting, namun pencegahan adalah langkah yang tak kalah menentukan. Tim Wright, manajer senior NCA, menyatakan bahwa meski pihaknya bersama kepolisian menindak pelaku, perlindungan melalui langkah pencegahan tetap menjadi hal yang vital.

Upaya pencegahan yang dimaksud mencakup beberapa tindakan praktis yang bisa dilakukan orang tua maupun wali. IWF dan NCA menilai, orang tua tidak perlu langsung menghindari berbagi—melainkan mengubah cara berbagi agar risiko penyalahgunaan menurun. Pedoman ini juga menekankan bahwa AI sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, tetapi teknologi yang sama bisa disalahgunakan untuk membuat, memanipulasi, dan menyebarkan konten telanjang, setengah telanjang, atau berunsur seksual yang melibatkan anak.

Di sisi lain, IWF merinci bahwa deteksi terhadap video CSAM hasil AI menunjukkan tren kenaikan yang tajam. Pada 2024, analis mereka menemukan 13 video yang tergolong buatan AI. Namun pada 2025, jumlahnya melonjak menjadi 3.440. Dalam konteks Inggris, materi seperti ini dikategorikan sebagai CSAM, sehingga penanganannya memerlukan perhatian serius.

Langkah yang disarankan NCA dan IWF

Panduan yang dirilis menempatkan pengaturan privasi sebagai langkah awal yang paling mudah dilakukan. Orang tua disarankan meninjau pengaturan privasi di aplikasi media sosial, atau mengubah audiens agar hanya orang-orang tertentu yang dapat melihat unggahan—misalnya melalui fitur grup “close friends” untuk keluarga yang benar-benar dekat bila ingin tetap berbagi dengan batasan yang jelas.

Selain itu, orang tua juga diminta memeriksa kembali jejak unggahan yang sudah terlanjur dibagikan oleh diri sendiri maupun anggota keluarga. Fokusnya adalah memastikan detail yang dapat mengidentifikasi anak tidak mudah terlihat. Informasi semacam wajah, seragam sekolah, atau elemen pengenal lain perlu dievaluasi—apabila dirasa berisiko, gambar sebaiknya dihapus atau dibatasi visibilitasnya.

Langkah berikutnya adalah memperbarui persetujuan terkait foto dan gambar anak. NCA dan IWF mendorong orang tua untuk berdiskusi dengan teman, kerabat, serta pihak yang berinteraksi dengan anak, termasuk sekolah atau klub yang mungkin memotret kegiatan. Jika ada formulir persetujuan yang sudah ditandatangani, dokumen tersebut juga perlu ditinjau ulang agar selaras dengan pemahaman keluarga mengenai bagaimana gambar anak diambil dan dibagikan.

Pedoman tersebut juga menyarankan agar orang tua melibatkan anak dalam percakapan yang sesuai dengan usia. Tujuannya bukan untuk membebani anak, melainkan membantu mereka merasa lebih nyaman untuk mengatakan “tidak” ketika ada foto yang ingin diambil atau ketika gambar akan dibagikan. Dengan begitu, keputusan anak tidak selalu bergantung pada situasi sesaat, melainkan dibangun melalui pemahaman yang konsisten sejak awal.

Risiko “sharenting” dan peran AI

Peringatan ini datang setelah bertahun-tahun isu keselamatan anak di dunia digital menjadi perhatian berbagai ahli. Istilah “sharenting” sendiri—yang merujuk pada kebiasaan orang tua membagikan foto atau video anak di media sosial—mulai dikenal luas sejak dimasukkan ke Collins English Dictionary pada 2016. Para pakar sebelumnya menilai bahwa praktik tersebut dapat membuka peluang risiko yang tidak terduga, seperti pencurian identitas, penipuan, dan berkurangnya privasi anak ketika mereka tumbuh dewasa.

Kini, NCA menyoroti bahwa kekhawatiran tersebut mendapat lapisan ancaman baru seiring meningkatnya kemampuan alat AI. Dengan teknologi yang tersedia, gambar dapat dimanipulasi sehingga tampak seolah-olah sesuatu telah terjadi—misalnya membuat tampilan pakaian berubah atau bahkan seolah-olah pakaian “dihilangkan”. IWF menyatakan bahwa ancaman ini bukan skenario hipotetis, melainkan telah terlihat pada temuan-temuan analisis mereka.

Ketua IWF, Kerry Smith, menekankan pentingnya keputusan yang berbasis informasi. Ia menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin melarang orang tua berbagi gambar anak kepada orang-orang yang mereka sayangi dan percayai, tetapi semua pihak perlu memahami risiko potensial dan membuat pilihan yang sadar berdasarkan fakta yang tersedia. Smith juga menegaskan bahwa ancaman ini nyata, bukan sekadar dugaan di masa depan.

Langkah pemerintah dan kebutuhan kehati-hatian orang tua

Dalam upaya menekan penyalahgunaan AI terhadap anak, pemerintah Inggris menyasar ancaman khusus melalui kebijakan yang melarang apa yang disebut “nudification apps”. Langkah lain yang disebut adalah penyesuaian aturan agar perusahaan AI lebih mampu mencegah sistem mereka dipakai untuk menghasilkan CSAM. Fokus kebijakan ini juga dikaitkan dengan risiko yang dinilai sangat serius terhadap anak-anak, khususnya anak perempuan yang masih muda.

Walau upaya regulasi dan penindakan terus berjalan, NCA dan IWF memposisikan peran orang tua sebagai bagian dari strategi pencegahan yang langsung. Bagi mereka yang ingin tetap berbagi momen keluarga, panduan ini mengarahkan agar orang tua menata privasi, meninjau unggahan yang sudah ada, serta memastikan persetujuan terkait foto anak dipahami dan disepakati bersama. Dengan pendekatan seperti itu, berbagi dapat tetap dilakukan dengan batasan yang lebih aman.

Pada akhirnya, pesan utama dari NCA adalah keseimbangan: menilai kebutuhan untuk berbagi dengan pemahaman bahwa risiko penyalahgunaan meningkat seiring kemampuan AI. Dengan langkah pencegahan yang terukur, orang tua dan wali diharapkan bisa mengurangi peluang foto anak dimanfaatkan untuk tindakan yang melanggar hukum dan merugikan anak secara serius.