jurnalistik.co.id – Badan Penyiaran BBC memperoleh rekaman CCTV yang memperlihatkan rangkaian momen sebelum penangkapan seorang pria terkait penyelidikan serangan anti-Muslim di Edinburgh. Dalam rekaman itu, pria bertelanjang dada terlihat menyetir secara ugal-ugalan sebelum meninggalkan mobilnya dan menyerang seorang pria kulit hitam serta seorang pengendara pengantar.
Polisi mengatakan lima orang terluka dalam rangkaian serangan di berbagai lokasi di Edinburgh pada Jumat malam. Mereka juga menyebut polisi kontra-terorisme telah bergabung dalam penyelidikan.
Rekaman CCTV dan kronologi penyerangan
Rekaman yang dilihat BBC menunjukkan pria tersebut tampak memegang senjata tajam saat mengejar seorang pria kulit hitam yang baru saja turun dari trem. CCTV memperlihatkan mobil gelap yang disetir pria itu menyimpang dan masuk ke Leith Walk, kemudian ia keluar dan melintang di atas kendaraan di jalur sepeda.
Setelah meninggalkan mobil, pria itu terlihat lari menuju seorang pria yang mengendarai sepeda motor listrik atau e-bike sebelum akhirnya menghilang dari pandangan. Ia kembali ke mobil dan masuk sebentar, sebelum keluar lagi dan kembali lari mendekati pria kulit hitam yang sudah turun dari trem.
Di momen berikutnya, pria bertelanjang dada dengan sebatang rokok di mulut terlihat berulang kali menyerang pria kulit hitam menggunakan dua pisau besar yang dipegangnya. Pria kulit hitam kemudian melarikan diri, dan pengejar itu menghentikan serangan, sebelum kembali membabi buta menghantam pintu sebuah pizzeria di Leith Walk saat warga sekitar berlarian menjauh.
Beberapa menit kemudian, pria tersebut berlari ke Leith Walk dan menyerang pengemudi pengantar dengan e-bike. Pengendara itu jatuh dari kendaraannya, dan polisi tiba di lokasi tidak lama setelah kejadian.
Polisi menahan pria itu sekitar lima menit setelah ia pertama kali menghentikan kendaraannya di jalan. BBC juga merujuk pada rekaman video telepon genggam yang menunjukkan pria itu menyerang pizzeria di Leith Walk.
Luka-luka, kesaksian komunitas, dan pernyataan pejabat
Polisi menyebut total lima orang mengalami luka dalam serangkaian insiden yang dimulai dari area Broomhouse Mosque di bagian barat kota. Mereka mengatakan empat di antaranya perlu perawatan rumah sakit, namun tidak ada yang diyakini mengalami kondisi yang mengancam nyawa.
Dua korban berusia 22 tahun, sedangkan sisanya berusia 24, 27, dan 39 tahun. Dua orang berusia 22 tahun duduk di Sighthill Park, dekat masjid, setelah salat Asr sekitar pukul 20:00, ketika mereka didekati oleh seorang pria.
Mereka kemudian dibawa ke rumah sakit dan menjalani perawatan setelah ditusuk berkali-kali. Keduanya dinyatakan telah dilepas pada hari Sabtu.
Seorang pria yang disebut “well-connected” dalam komunitas Muslim di bagian barat Edinburgh mengatakan kepada BBC bahwa “heart dropped” ketika mendengar bahwa para korban adalah anggota jamaat. Ia menambahkan, “It doesn’t make sense that this is actually happening,” serta, “You know how Edinburgh is, a very good community. I never thought that’s a thing that would happen here.”
Aaquil Hussain, seorang liaison officer yang mengelola urusan parkir dan keselamatan di Broomhouse Mosque, mengatakan serangan itu merupakan “affront to British values”. Ia mengatakan: “We understand that these attacks do not represent the vast majority of the city and Scotland and the United Kingdom.”
Menurut Hussain, “We’re proud to live in Edinburgh. We will get on with it, this will pass. We are shook but we are resilient.” Ia juga menegaskan komunitas ingin pemerintah Inggris menangani “extremism” yang menurutnya membuat orang “buying into propaganda which was absolutely false”.
Perjalanan tersangka dan rekaman video lainnya
BBC juga melaporkan dugaan lintasan perjalanan penyerang dari Sighthill menuju Shell petrol station di Telford Road. Di lokasi itu, seorang pengemudi taksi disebut dikonfrontasi, mobilnya dirusak, dan sebuah kapak dilemparkan hingga menembus jendela kendaraan.
Berbagai video lain di media sosial memperlihatkan pria yang menyebabkan kekacauan di lokasi berbeda. BBC menyebut seorang pria terekam CCTV di BP petrol station di Ferry Road berdiri di samping kendaraan berwarna hitam yang kaca depannya pecah. Setelah itu, ia masuk ke toko dan mondar-mandir beberapa kali sebelum mendorong beberapa rak dan menjatuhkan barang-barang hingga berserakan.
Pada video lainnya, seorang polisi terlihat menahan seorang pria bertelanjang dada di tanah. Pria itu kemudian bersumpah dan berteriak bahwa ia adalah “protecting the country”.
Polisi Scotland menyampaikan bahwa petugas yang membawa alat kejut (Tasers) menghadapi dan menahan seorang pria berusia 36 tahun, namun tidak melepaskan perangkat tersebut. Pria itu kemudian didakwa.
Asst Ch Con Paton menyebut serangan itu “shocking attack”. Ia mengatakan: “I want to send a clear message of support to all our communities that there is no place for racism or faith-based hate in a Scotland which is at its best when we stand together.”
Perdana Menteri Sir Keir Starmer mengutuk serangan itu dengan mengatakan tersangka tampak termotivasi oleh “anti-Muslim hatred”. Sementara itu, First Minister John Swinney menyatakan “no place for violence, racism or intolerance in our country”.
Konteks gangguan di berbagai wilayah Inggris
BBC menempatkan peristiwa di Edinburgh dalam suasana yang disebut masih tegang di Inggris setelah sejumlah insiden gangguan dan kerusuhan. Pada hari Sabtu, ratusan orang turun di Birmingham untuk melakukan unjuk rasa tandingan terhadap arak-arakan Britain First.
Dalam rangkaian itu, tiga perempuan ditangkap dengan dugaan penyerangan terhadap seorang petugas. Pemimpin Britain First, Paul Golding, menyatakan mereka menyerukan “mass deportations of foreigners”.
Di bulan Juni, Hadi Alodid dari Sudan didakwa atas percobaan pembunuhan Stephen Ogilvie di Belfast. Pada hari berikutnya, demonstrasi juga digelar di berbagai tempat, dan disebut banyak dipromosikan oleh sejumlah tokoh sayap kanan jauh.
BBC melaporkan adanya kerusuhan signifikan di ibu kota Irlandia Utara, termasuk batu bata dilemparkan ke polisi serta properti dirusak dan dibakar. Minggu yang sama, lima orang—termasuk dua petugas polisi—disebut terluka dalam serangan rasial di Glasgow, ketika ratusan orang bertopeng berbaris melalui pusat kota.
Polisi mengatakan orang-orang diserang “attacked because of the colour of their skin”. Pada suatu tahap, jamaah di Glasgow Central Mosque harus dikunci di dalam bangunan ketika para demonstran tampak bergerak menuju tempat ibadah.
Di Edinburgh, Justice Secretary Neil Gray menyebut serangan tersebut “absolutely appalling” dan memuji upaya kepolisian. Ia mengatakan: “This serves to underline why religious and race based hatred and division cannot be tolerated in Scotland.”
Leader Scottish Conservatives, Russell Findlay, mengatakan adegan itu “truly horrific” dan bahwa serangan berbasis agama tidak memiliki “absolutely no place in our country”. Anggota parlemen Partai Buruh untuk Glasgow South, Zubir Ahmed, yang tampil di BBC Scotland’s Sunday Show, menyebutnya “a disgusting and disturbing attack” serta mengatakan ini menjadi pengingat bahwa “Scotland was not immune to these dark forces of hatred”.
Sementara itu, pernyataan bersama empat Green MSP yang mewakili Edinburgh menyebut banyak warga di kota akan merasa “shocked and frightened”. Pernyataan itu menambahkan, “Our Muslim communities in particular will be feeling a lot of anxiety and hurt. Our hearts and solidarity are with them, and with everyone who has been made to feel less safe.”












