jurnalistik.co.id – Sharif Ahmadzai, petinju asal Afghanistan yang dituduh terkait kematian seorang perempuan berkewarganegaraan Skotlandia di Yunani, menjalani persidangan di Athena. Dalam sidang tertutup, pria berusia 26 tahun itu diberitahu mengenai dakwaan yang ia hadapi.
Ahmadzai didampingi aparat saat tiba di gedung pengadilan menggunakan mobil Hyundai i30 berwarna abu-abu dengan kaca yang dibuat gelap. Ia tidak memberikan komentar setelah proses persidangan berlangsung.
Selanjutnya, sidang ditunda hingga Kamis. Pada tahap tersebut, Ahmadzai diharapkan akan didakwa secara resmi dengan rincian dakwaan yang telah disampaikan dalam sidang tertutup.
Ia menghadapi dakwaan pembunuhan dengan niat, yang dalam hukum Skotlandia setara dengan dakwaan pembunuhan. Selain itu, ia juga menghadapi dakwaan perampokan dan tindak pidana terkait senjata.
Jenazah Elisabeth Jane Ross ditemukan di dalam sebuah koper pada 18 Juli, di sebuah bangunan yang ditinggalkan. Temuan itu terjadi beberapa hari setelah Ross dilaporkan hilang.
Perempuan yang dikenal keluarga dan teman sebagai “Lisa” itu berasal dari Edinburgh. Polisi menyebut Ross berada di Yunani sebagai relawan untuk kelompok dukungan bagi pengungsi yang berbasis di Athena.
Ross tiba di Yunani pada 26 Juni. Ia tinggal di kawasan Kertasini, Piraeus, hingga 10 Juli, sebelum kemudian jenazahnya ditemukan di distrik Kypseli, Athena, pada 18 Juli.
Laporan awal dari pihak koroner sempat tidak menentukan penyebab kematian. Namun, pemeriksaan yang lebih rinci menyimpulkan adanya “tindakan kriminal yang jelas”, dengan kemungkinan besar kematian terjadi karena sesak napas (asphyxiation).
Setelah sidang berakhir, Ahmadzai keluar dari ruang pengadilan dengan pengawalan aparat kepolisian lebih dari satu jam. Saat berjalan kembali menuju kendaraan, ia menundukkan kepala, sementara wajah petugas ditutupi.
Pihak kepolisian juga menyampaikan bahwa investigasi mereka menautkan kasus tersebut kepada Ahmadzai. Sejumlah informasi menyebut Ahmadzai tinggal di Yunani bersama istri berkewarganegaraan Amerika Serikat serta anak mereka.
Berita Terkait
Menurut keterangan yang dihimpun, Ahmadzai meninggalkan Afghanistan setelah menjadi yatim piatu pada usia 15 tahun. Setelah itu, ia melakukan perjalanan ke Yunani melalui Iran dan Turki.
Ia kemudian menetap di kamp pengungsi di pulau Lesbos, tempat ia bertemu dengan istrinya. Ahmadzai juga disebut telah memeluk agama Kristen.
Bersama sang istri, Ahmadzai mendirikan organisasi amal bernama Love Every Nation Athens untuk membantu para pengungsi. Di sisi olahraga, ia juga pernah meraih gelar juara tinju kelas super lightweight di Yunani pada awal tahun ini.
Presiden Union of Police Officers of Southeast Attica, George Kalliakmanis, mengatakan bahwa pertemuan Ross dan Ahmadzai “mungkin” terjadi melalui aktivitas amal. Ia menyatakan penyelidikan juga menelusuri apakah Ahmadzai memiliki kunci apartemen tempat Ross diduga meninggal.
Union of Police Officers juga mengaku telah memverifikasi rekaman yang memperlihatkan Ahmadzai membawa koper. Koper tersebut diduga berisi jasad Ross.
Kalliakmanis menambahkan bahwa aplikasi berbagi lokasi yang digunakan oleh istri Ahmadzai menunjukkan tersangka berada di properti di Rethymnou Street. Lokasi itu dikaitkan dengan tempat Ross diyakini meninggal.
Dalam keterangannya, Kalliakmanis menyebut Ahmadzai mengakui telah memindahkan jenazah. Akan tetapi, Ahmadzai membantah tuduhan pembunuhan dan mengatakan bahwa ia menemukan Ross sudah meninggal di kamar mandi.
Polisi meyakini Ahmadzai mengambil kartu bank dan telepon korban. Menurut penuturan Kalliakmanis, tersangka juga “memastikan” pesan teks dikirim kepada keluarga serta teman-teman korban agar orang-orang tersebut mendapat kesan bahwa Ross masih hidup.
Polisi juga meyakini Ahmadzai menggunakan kartu bank korban untuk melakukan penarikan dengan total “sekitar €10.000”. Kalliakmanis menegaskan bahwa istri Ahmadzai tidak terlibat maupun tidak mengetahui sebelumnya dugaan tindak kejahatan tersebut.
Dengan sidang yang kini ditunda hingga Kamis, proses hukum berikutnya diharapkan membawa Ahmadzai pada tahap dakwaan resmi. Kasus ini tetap berpusat pada temuan jenazah di dalam koper, temuan hasil pemeriksaan medis yang mengarah pada tindakan kriminal, serta rangkaian bukti yang dikumpulkan pihak kepolisian.












