jurnalistik.co.id – Pasar mobil bekas masih menjadi pilihan bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan keluarga dengan harga lebih terjangkau. Salah satu segmen yang banyak dicari adalah Low Multi Purpose Vehicle (LMPV).
LMPV dikenal mampu menampung hingga tujuh penumpang. Selain itu, mobil di kelas ini juga disebut irit bahan bakar, mudah dirawat, serta memiliki biaya perawatan yang relatif terjangkau.
Tak hanya soal kapasitas, LMPV bekas tetap diminati karena menawarkan biaya kepemilikan yang lebih rendah dibanding beberapa segmen kendaraan lainnya. Faktor lain yang ikut menjadi pertimbangan adalah ketersediaan suku cadang yang melimpah serta jaringan bengkel yang luas.
Berdasarkan pantauan Kompas.com pada Kamis (4/6/2026), di sejumlah bursa mobil bekas daring, berikut daftar harga LMPV bekas untuk bulan ini. Untuk Toyota Avanza, harga mulai sekitar Rp 70 jutaan.
Daftar harga LMPV bekas Juni 2026
Untuk Toyota Avanza, kisaran harga tahun 2011–2014 berada di angka Rp 79 juta hingga Rp 110 juta. Sementara itu, tahun 2015–2017 dibanderol sekitar Rp 129 juta hingga Rp 151 juta.
Bagi Daihatsu Xenia, tahun 2014–2017 berada pada kisaran Rp 104 juta hingga Rp 144 juta. Sedangkan Xenia tahun 2018–2024 dijual sekitar Rp 141 juta hingga Rp 231 juta.
Untuk Suzuki Ertiga, tahun 2012–2015 ditawarkan pada kisaran Rp 80 juta hingga Rp 129 juta. Adapun Ertiga tahun 2016–2019 dibanderol sekitar Rp 126 juta hingga Rp 196 juta.
Honda Mobilio dibagi dalam dua rentang harga. Mobilio tahun 2015–2017 berada di kisaran Rp 125 juta hingga Rp 153 juta, sedangkan tahun 2015–2017 pada daftar yang sama tercatat sebagai bagian dari rentang tersebut.
Pada Mitsubishi Xpander, tahun 2018–2020 berada pada kisaran Rp 176 juta hingga Rp 213 juta. Dengan rentang harga yang beragam, konsumen masih memiliki banyak opsi sesuai kebutuhan dan budget.
Meski pilihan yang tersedia terasa kompetitif, keputusan pembelian tetap perlu didasari pemeriksaan menyeluruh. Sebelum membeli, calon pembeli disarankan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik.
Selain mengecek kondisi fisik, penting juga menelusuri riwayat servis agar perawatan yang pernah dilakukan bisa dipahami. Calon pembeli juga perlu memperhatikan kelengkapan dokumen serta memastikan status pajaknya jelas.
Dengan mempertimbangkan aspek-aspek tersebut, konsumen dapat menilai secara lebih akurat apakah unit yang dipilih sesuai kebutuhan. Langkah ini sekaligus membantu mengurangi risiko yang mungkin muncul setelah kendaraan berpindah tangan.
Dengan beragam pilihan dan rentang harga yang masih kompetitif, LMPV bekas dapat menjadi alternatif menarik bagi konsumen. Tetap pastikan proses seleksi dilakukan secara cermat sebelum melakukan transaksi.
Dari daftar harga yang dipaparkan, calon pembeli bisa membuat perbandingan lebih cepat antar model dan tahun produksi. Misalnya, Toyota Avanza 2011–2014 berada di rentang sekitar Rp79 juta–Rp110 juta, sedangkan Avanza 2015–2017 bergerak di kisaran Rp129 juta–Rp151 juta. Pola serupa juga tampak pada Xenia 2014–2017 (sekitar Rp104 juta–Rp144 juta) dan pada Xpander 2018–2020 (sekitar Rp176 juta–Rp213 juta).
Setelah mencocokkan kisaran harga, langkah berikutnya adalah memastikan unit yang dilihat benar-benar siap digunakan. Pemeriksaan menyeluruh tetap menjadi bagian penting karena harga hanya memberi gambaran awal, sementara kondisi nyata menentukan kualitas kepemilikan. Selain melihat kondisi fisik, calon pembeli juga perlu memahami riwayat servis agar perawatan yang sudah dilakukan bisa terbaca dengan jelas.
Pengendalian risiko juga berkaitan dengan aspek administrasi. Pastikan kelengkapan dokumen tersedia dan status pajak kendaraan berada dalam kondisi yang jelas, sehingga tidak muncul persoalan saat proses perpindahan kepemilikan. Dengan cara ini, proses seleksi tidak berhenti pada angka harga, tetapi juga mempertimbangkan kelayakan transaksi.
Dengan variasi pilihan LMPV bekas dan rentang harga yang relatif kompetitif, konsumen dapat menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan keluarga dan batas budget masing-masing. Agar manfaat dari biaya kepemilikan yang lebih rendah tetap terasa, keputusan akhir sebaiknya diambil setelah semua pertimbangan—mulai dari referensi harga hingga hasil pengecekan unit—dipastikan selaras.







