Peristiwa

Tragedi Pulang Liburan di Tol Terpeka: Toyota Avanza Tabrak Truk, 4 Tewas

×

Tragedi Pulang Liburan di Tol Terpeka: Toyota Avanza Tabrak Truk, 4 Tewas

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pulang Liburan, Satu Keluarga Kecelakaan di Tol Terpeka, Empat Tewas

jurnalistik.co.id – Perjalanan pulang setelah liburan berakhir tragis bagi satu keluarga dari Sumatera Selatan. Kecelakaan maut terjadi di Tol Terpeka pada Sabtu (11/7/2026) sore dan menewaskan empat orang, sementara satu orang lainnya mengalami luka berat.

Insiden bermula saat mobil Toyota Avanza yang mereka tumpangi mengalami tabrakan di ruas Tol Terbanggi Besar–Simpang Pematang–Kayu Agung (Terpeka), tepatnya di KM 187+600 Jalur A, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.

Menurut keterangan polisi, kejadian berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, Avanza bernomor polisi BG 1069 IH melaju dari arah Bandar Lampung menuju Palembang.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi, pengemudi diduga kehilangan konsentrasi akibat mengantuk. Kasat Lantas Polres Tulang Bawang AKP Ayu Tiara Kanchika menyampaikan, “Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi, pengemudi diduga kehilangan konsentrasi karena mengantuk sehingga kendaraan menabrak bagian belakang truk Hino trailer yang berada di depannya,” kata Ayu saat dikonfirmasi, Minggu (12/7/2026).

Benturan keras membuat bagian depan Avanza ringsek. Avanza kemudian mengalami kerusakan parah, sementara truk Hino trailer yang berada di depannya mengalami kerusakan pada bagian belakang.

AKP Ayu menambahkan, “Tidak ditemukan indikasi faktor cuaca maupun kondisi jalan sebagai penyebab utama. Dugaan sementara, kecelakaan dipicu faktor human error karena pengemudi kehilangan konsentrasi akibat mengantuk,” ujarnya.

Dalam penjelasan lanjutan, polisi menyebutkan kondisi jalan saat kejadian berada dalam keadaan lurus dengan permukaan beton bergaris (grooving). Cuaca juga dilaporkan cerah, sedangkan arus lalu lintas relatif normal.

Adapun korban yang meninggal dunia adalah pengemudi mobil, Raden Muhammad Feriansyah (46), serta penumpang lain yang merupakan anggota keluarganya: Yuniarti Farlina (46), Intan (28), dan Kopli Anwar (70). Keempatnya dinyatakan meninggal dalam kecelakaan tersebut.

Raden Muhammad Feriansyah meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan tiga penumpang lainnya mengembuskan napas terakhir saat perjalanan menuju rumah sakit dan setelah mendapat perawatan.

Berbeda dengan yang lain, satu penumpang, Azikra (17), siswi kelas XII SMA Negeri 2 Lahat, dilaporkan menjadi satu-satunya korban yang selamat. Namun, Azikra mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Polisi juga menyebutkan pengemudi truk Hino trailer tidak mengalami luka. Truk bernomor polisi B 9924 UIY itu dikemudikan Erwan (36), warga Majalengka, Jawa Barat.

Kronologi dan investigasi

Saat ini kasus kecelakaan masih dalam penanganan Satlantas Polres Tulang Bawang. Proses penyelidikan dilakukan untuk memastikan penyebab pasti, termasuk memeriksa sejumlah saksi dan melengkapi hasil olah TKP.

Polisi juga mencermati dinamika sebelum kejadian, mengingat dugaan utama mengarah pada kesalahan manusia berupa hilangnya konsentrasi akibat mengantuk. Dugaan tersebut didasarkan pada temuan di TKP dan keterangan yang dihimpun.

Imbauan keselamatan di jalan tol

Di tengah penyelidikan, AKP Ayu menyampaikan imbauan agar pengguna jalan tol lebih waspada ketika melakukan perjalanan jauh. “Kami mengimbau pengguna jalan tol agar memanfaatkan rest area untuk beristirahat apabila mulai mengantuk. Jangan memaksakan mengemudi karena microsleep beberapa detik saja dapat berakibat fatal,” kata Ayu.

Imbauan itu menekankan bahwa rasa kantuk yang muncul pada saat berkendara tidak boleh diabaikan. Menurut pernyataan polisi, bahkan jeda sesaat ketika pengemudi tidak sepenuhnya sadar dapat memicu situasi berbahaya di jalan tol.

AKP Ayu mengingatkan agar pengendara tidak menunda istirahat ketika tubuh mulai lelah. Tujuannya agar pengemudi tetap menjaga kewaspadaan serta mampu mengendalikan kendaraan secara stabil, terutama saat melintasi jalur berkecepatan tinggi.

Akibat kecelakaan tersebut, polisi memperkirakan kerugian material mencapai sekitar Rp20 juta. Dengan kondisi tersebut, penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa berjalan sesuai temuan di lapangan.

Baik kerusakan pada kendaraan maupun dampak terhadap keluarga korban menjadi fokus perhatian dalam penanganan perkara. Satlantas Polres Tulang Bawang terus melengkapi proses pemeriksaan agar peristiwa di Tol Terpeka KM 187+600 Jalur A memiliki kesimpulan yang utuh dan dapat dipertanggungjawabkan.