jurnalistik.co.id – Pemerintah Australia memberi sinyal positif terkait kelanjutan Program SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar) di Provinsi Gorontalo.
Kesempatan itu mengemuka dalam pertemuan Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie dengan jajaran Kedutaan Besar Australia di Indonesia, setelah Dialog Kebijakan Nasional tentang Kenaikan Muka Air Laut di Jakarta.
Pertemuan berlangsung di Kantor Kedutaan Besar Australia di Indonesia pada Senin, 12 Juli 2026, dan difasilitasi oleh SKALA.
Agenda utama pertemuan berfokus pada keberlanjutan kerja sama Program SKALA yang selama ini berjalan di Gorontalo. Dalam diskusi tersebut, Wakil Gubernur Idah didampingi Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo serta perwakilan SKALA Gorontalo.
Plh. Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Tim Stapleton, menyampaikan bahwa Pemerintah Australia menilai pelaksanaan Program SKALA di Gorontalo telah menunjukkan dampak yang nyata.
Tim menekankan, apresiasi serta umpan balik positif dari Pemerintah Provinsi Gorontalo menjadi salah satu indikator keberhasilan program. Ia juga menuturkan bahwa pihaknya baru saja menggelar pertemuan Komite Pengarah antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia untuk menimbang kelanjutan program.
Dalam pertemuan Komite Pengarah itu, Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia sama-sama mempertimbangkan apakah Program SKALA akan diperpanjang selama empat tahun ke depan. Tim menyatakan, keduanya sepakat bahwa program ini penting dan memberikan dampak nyata, termasuk pada level provinsi.
Selain menilai capaian yang telah berjalan, Pemerintah Australia juga menyatakan keterbukaan untuk memahami lebih jauh berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi Gorontalo. Harapannya, kolaborasi yang terjalin dapat semakin tepat sasaran.
Tim bahkan berharap Gorontalo dapat menjadi contoh bagi provinsi lain dalam mengintegrasikan isu perubahan iklim, khususnya kenaikan muka air laut, ke dalam perencanaan pembangunan daerah.
Menanggapi pertemuan tersebut, Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie menyampaikan bahwa kunjungannya ke Kedutaan Besar Australia tidak direncanakan sebelumnya. Namun, ia memanfaatkan momentum untuk memperkuat komunikasi sekaligus menyampaikan harapan agar Program SKALA tetap berlanjut di Gorontalo.
Berita Terkait
Menurut Idah, peluang yang dibuka tersebut dinilai layak disambut dengan komitmen bersama. Ia menilai Program SKALA telah berjalan dengan baik dan mendukung berbagai program pembangunan daerah.
Kontribusi Program SKALA untuk layanan dasar
Idah juga memaparkan bahwa Program SKALA telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan layanan dasar. Ia menyebut program tersebut ikut mendukung pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta penguatan kebijakan yang berpihak pada kelompok rentan.
Dengan kontribusi itu, keberlanjutan program dipandang sebagai langkah penting untuk mempercepat pembangunan yang bersifat inklusif di Gorontalo. Idah menilai, manfaat yang muncul dari kerja sama tersebut perlu dijaga agar tidak berhenti pada tahap yang sedang berjalan.
Ia kemudian menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk terus mendukung setiap program yang dilaksanakan bersama Pemerintah Australia. Komitmen itu, menurutnya, selaras dengan upaya agar kerja sama dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Idah berharap Gorontalo kembali memperoleh kesempatan menjadi daerah pelaksanaan berbagai program kerja sama yang berdampak nyata. Harapan tersebut ia nyatakan karena kerja sama yang berkelanjutan diyakini bisa memperluas jangkauan manfaat bagi kelompok yang membutuhkan.
Ia menutup pernyataan dengan menyampaikan kesiapannya untuk bekerja maksimal menyukseskan program-program bersama. Harapannya, Gorontalo tetap menjadi bagian dari kerja sama ini sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, terutama oleh perempuan, penyandang disabilitas, masyarakat miskin, serta kelompok rentan lainnya.
Wakil Gubernur juga menekankan bahwa proses diskusi dan penilaian selama ini menjadi pijakan penting untuk menentukan arah lanjutan Program SKALA di Gorontalo.
Dalam konteks itu, kerja sama dinilai bukan hanya menuntaskan agenda yang sedang berjalan, melainkan sekaligus memperkuat arah pembangunan daerah yang lebih berpihak pada kelompok rentan.
Idah berharap kolaborasi ke depan tetap menjaga fokus pada perempuan, perlindungan anak, serta pemberdayaan pihak-pihak yang membutuhkan, agar dampaknya dapat dirasakan secara lebih merata.












