jurnalistik.co.id – Lagu orisinal “Eastern Rosellas” yang dibawakan Miles Phillips, anak berusia tujuh tahun dari Sydney, Australia, mendadak viral setelah video penampilannya dibagikan ayahnya di media sosial. Hingga kini, karya tersebut sudah ditonton 1,5 juta kali dan bahkan diputar di radio.
Dalam sebuah penelusuran yang dirangkum oleh BBC melalui program Outside Source, Miles dan ayahnya, Joel, duduk bersama untuk membahas bagaimana lagu yang tampak sederhana itu justru menarik perhatian publik secara luas. Perbincangan itu menyoroti momen ketika sebuah ide kreatif anak-anak berubah menjadi tren yang menembus berbagai platform.
Bagi Miles, daya tarik “Eastern Rosellas” berawal dari pengalaman langsung bersama keluarganya. Ia mengatakan lagu tersebut terinspirasi dari kunjungannya ke Raymond Island, tempat seekor Eastern Rosella yang berwarna mencolok menarik perhatiannya sejak awal.
Ketika berbicara mengenai asal-usul lagu, Miles mengaitkan proses penciptaannya dengan kesan yang ia tangkap saat melihat burung tersebut. Cerita itu kemudian menjadi bahan utama yang membentuk karakter khas lagu, hingga pendengar mudah mengenali latar gagasan di baliknya.
Di sisi lain, Joel menggambarkan bagaimana respons audiens terhadap video yang diunggahnya terasa tidak terduga. Ia menyebut popularitas lagu ini sebagai “surreal moment”, sebuah momen yang baginya terasa seperti melampaui ekspektasi.
Video penampilan Miles yang berawal dari unggahan keluarga akhirnya menemukan jalan untuk menjangkau lebih banyak orang di luar lingkaran terdekat. Antusiasme yang muncul menunjukkan bahwa karya yang datang dari pengalaman personal bisa memiliki daya tarik universal, terutama ketika disajikan dengan cara yang autentik.
Melihat bagaimana lagu tersebut berkembang, Joel juga menekankan dampak viralnya bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang percakapan yang muncul setelahnya. Dari perhatian yang cepat menyebar, “Eastern Rosellas” kemudian mendapat momentum tambahan ketika diputar di radio, memperluas jangkauan audiens.
Berita Terkait
Di wawancara tersebut, Miles dan Joel sama-sama menyoroti bahwa perjalanan lagu ini tidak berasal dari strategi besar, melainkan dari momen sederhana yang kemudian diabadikan dalam bentuk video. “Eastern Rosellas” akhirnya menjadi contoh bagaimana kreativitas anak-anak dapat menemukan penonton yang jauh lebih luas daripada yang dibayangkan sebelumnya.
Di tengah gelombang konten daring yang cepat berganti, kisah Miles menawarkan konteks yang lebih hangat: inspirasi dari alam, ditransformasikan menjadi lagu, lalu dibagikan oleh ayahnya hingga menjadi fenomena. Dari Raymond Island ke berbagai layar dan perangkat pendengar, perjalanan “Eastern Rosellas” memperlihatkan hubungan erat antara pengalaman nyata dan ekspresi artistik yang lahir dari rasa ingin tahu.
Inspirasi dari Raymond Island
Raymond Island menjadi titik penting dalam cerita ini, karena di situlah Miles merasakan detail yang kemudian memantik idenya. Ketika Eastern Rosella dengan warna khasnya “stand out” baginya, Miles menangkap kesan itu sebagai bahan untuk menciptakan lagu yang kini dikenal banyak orang.
Dengan demikian, “Eastern Rosellas” bukan sekadar lagu viral, melainkan rangkuman pengalaman yang berangkat dari kunjungan keluarga. Popularitasnya yang mencapai 1,5 juta penonton dan diputarnya di radio menegaskan bahwa cerita di balik karya bisa sama menariknya dengan melodinya sendiri.
Dalam tayangan BBC yang membahas Outside Source, keduanya menempatkan “Eastern Rosellas” sebagai contoh bagaimana gagasan yang berangkat dari keseharian bisa tumbuh menjadi percakapan publik. Mereka menekankan bahwa kemunculannya justru berawal dari momen keluarga, lalu mendapat dorongan ketika video itu mulai bergerak dari satu platform ke platform lain.
Joel juga menggambarkan bahwa setelah unggahan itu mendapat perhatian, publik tidak hanya menonton, tetapi ikut memberi respons dan memperpanjang arus cerita. Bagi Miles, proses kreatifnya berkelindan dengan detail yang ia lihat langsung—ketika burung Eastern Rosella yang berwarna mencolok meninggalkan kesan kuat. Kombinasi pengalaman personal dan penyajian yang apa adanya membuat lagu ini terasa dekat sekaligus mudah dikenali.












