Peristiwa

Juwariyah dan Asa Kembali Hidup Saat SDN Tanggirejo Grobogan Direvitalisasi

×

Juwariyah dan Asa Kembali Hidup Saat SDN Tanggirejo Grobogan Direvitalisasi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Juwariyah dan Asa yang Kembali Tumbuh di SDN Tanggirejo Grobogan

jurnalistik.co.id – Grobogan, Jawa Tengah, Sabtu (25/7/2026), menjadi penanda bagi SD Negeri Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu. Bangunan sekolah yang sebelumnya rusak mulai dikerjakan untuk revitalisasi, setelah KSP Presiden Prabowo turun tangan mengupayakan perbaikan.

Kepala SDN Tanggirejo, Juwariyah (54), mengaku sulit menyembunyikan rasa bahagia saat melihat ruang-ruang yang remuk perlahan ditangani. Di tengah suasana panas matahari, ia menuturkan bahwa harapan guru dan siswa untuk memiliki akses belajar-mengajar yang layak kini terbuka lebih lebar.

“Alhamdulillah, terimakasih kepada Bapak Presiden Prabowo. Guru dan siswa tak lagi dirundung kecemasan melangsungkan pendidikan,” kata Juwariyah, seraya menyampaikan rasa syukur atas realisasi perbaikan yang ditunggu.

Baginya, proses ini bukan sekadar pembenahan fisik. Perbaikan sekolah juga berarti berakhirnya penantian panjang sejak Januari lalu. Selama periode itu, kekhawatiran terhadap kondisi bangunan menjadi bagian dari keseharian, baik bagi pendidik maupun anak didik.

Juwariyah menjelaskan, bangunan yang rusak parah berada di sisi timur lingkungan sekolah. Kondisi tersebut meliputi ruang kelas 4, 5, dan 6, serta ruang guru. Karena berada dalam kondisi yang dinilai membahayakan, keempat ruang yang posisinya bersambungan terpaksa harus dikosongkan.

Dalam langkah pengamanan, Juwariyah mengambil keputusan agar kegiatan anak-anak tidak berada di area yang dianggap berisiko. “Saya melarang anak-anak supaya menjauhi bangunan rusak,” tuturnya.

Keputusan tersebut, lanjut Juwariyah, diambil demi keselamatan. Ia menggambarkan bahwa sekolah harus menghadapi tantangan ketika ruang-ruang yang seharusnya digunakan untuk kegiatan belajar tidak lagi bisa difungsikan secara aman.

Terkait sejarah bangunan, Juwariyah menyatakan tidak mengetahui secara pasti kapan SDN Tanggirejo mulai didirikan. Namun, menurut pengetahuannya, sekolah dibangun pada 2012. Dengan dasar itu, ia menyebut usia bangunan saat ini belum mencapai 15 tahun.

Kerusakan, menurut Juwariyah, mulai terlihat pada Januari lalu. Saat itu, bagian atap salah satu ruang kelas ambruk. Peristiwa tersebut lantas memicu perkembangan kerusakan pada bagian lain, seiring melemahnya struktur bangunan.

Setelah kejadian awal, kerusakan kayu penyangga genteng turut mengalami gangguan karena digerogoti rayap. Juwariyah mengatakan bahwa pengaruh dari kondisi tersebut kemudian meluas dan merambat ke bangunan lainnya, membuat keseluruhan area yang semula masih bisa dipakai menjadi semakin tidak stabil.

Pada akhirnya, pada April, empat ruang yang terhubung tersebut dinyatakan tidak layak untuk difungsikan. Sejak saat itulah sekolah menghadapi kebutuhan mendesak untuk mendapatkan perbaikan yang benar-benar memastikan ruang belajar dan ruang guru kembali bisa dipakai tanpa rasa cemas yang berlebihan.

Juwariyah juga menyinggung bahwa ia tidak mengetahui secara pasti kapan revitalisasi akan berjalan. Ia menyampaikan bahwa pihaknya tidak memiliki informasi yang jelas mengenai ketersediaan anggaran pada masa awal kerusakan muncul.

Namun, ketika KSP Presiden Prabowo turun tangan langsung untuk mengupayakan perbaikan SD Negeri Tanggirejo, penantian tersebut akhirnya mendapat titik terang. Ia mengungkapkan bahwa saat melihat langkah perbaikan direalisasikan, kecemasan yang selama ini membayangi proses pendidikan berangsur berkurang.

Bagi sekolah, perbaikan ini menghadirkan harapan baru agar kegiatan belajar dapat berlangsung dengan lebih tertib dan sesuai kebutuhan. Juwariyah menilai, guru dan siswa kini tidak lagi harus menata pendidikan di tengah keterbatasan ruang yang rusak dan menimbulkan risiko.

Di tengah proses revitalisasi yang berjalan, suasana lega tetap terasa menonjol dalam penuturan Juwariyah. Ia menyebut bahwa yang paling utama adalah terbukanya kembali akses belajar-mengajar yang layak, sehingga sekolah dapat kembali fokus pada penyelenggaraan pendidikan.

Perbaikan SDN Tanggirejo pada Sabtu (25/7/2026) dengan dukungan KSP Presiden Prabowo menjadi babak baru setelah rangkaian kerusakan yang bermula Januari dan berujung dinyatakan tidak layak pada April. Dengan harapan guru dan siswa yang selama ini tertahan, revitalisasi ini diharapkan membawa kenyamanan dan keamanan yang lebih baik bagi lingkungan sekolah.