Daerah

Dit Polairud Polda Gorontalo Serap Keluhan Nelayan lewat Patroli Dialogis di Tanjung Kramat (24/10/2026)

×

Dit Polairud Polda Gorontalo Serap Keluhan Nelayan lewat Patroli Dialogis di Tanjung Kramat (24/10/2026)

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Patroli Dialogis di Pesisir Tanjung Kramat, Dit Polairud Polda Gorontalo Serap Aspirasi dan Keluhan Nelayan

jurnalistik.co.id – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Gorontalo menggelar patroli dialogis di wilayah pesisir untuk memperkuat keamanan sekaligus membuka ruang bagi warga menyampaikan aspirasi. Kegiatan itu dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban di area perairan, sekaligus mempererat komunikasi dengan masyarakat nelayan.

Patroli dialogis berlangsung di kawasan pesisir Kelurahan Tanjung Kramat, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo, pada Sabtu (24/10/2026). Di lapangan, aparat hadir secara langsung untuk melakukan sambang dan berdiskusi dengan warga sekitar.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ps. Kasi Sidik Subdit Gakkum Dit Polairud, AKP Mohamad Adam, S.H., M.H., dengan melibatkan sebanyak sembilan personel gabungan. Dengan skema patroli dialogis, pendekatan yang dipakai menitikberatkan pada interaksi tatap muka agar keluhan warga dapat disampaikan secara jelas.

Dalam pertemuan itu, nelayan menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam aktivitas sehari-hari. Aspirasi yang disampaikan tidak hanya menyangkut urusan operasional melaut, tetapi juga berkaitan dengan kondisi sosial-ekonomi keluarga mereka.

Salah satu yang menjadi perhatian warga adalah permohonan pengaktifan kembali layanan bus sekolah gratis yang telah terhenti selama tiga bulan. Warga menilai penghentian layanan tersebut berdampak pada akses anak-anak sekolah dalam mengikuti kegiatan belajar.

Selain itu, nelayan juga menuntut adanya transparansi dalam penyaluran bantuan pemerintah agar tepat sasaran. Mereka berharap penyaluran bantuan berjalan dengan pengawasan yang baik, sehingga dukungan benar-benar sampai kepada pihak yang membutuhkan.

Warga juga menekankan kebutuhan realisasi pembangunan tanggul pemecah ombak. Menurut aspirasi yang disampaikan, upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah ancaman abrasi serta dampak gelombang tinggi, terutama ketika musim angin barat mulai berlangsung.

Menanggapi keluhan dan permintaan tersebut, AKP Mohamad Adam menyatakan bahwa Dit Polairud siap menampung aspirasi warga. Aspirasi yang diterima, menurut penyampaian aparat, akan diteruskan kepada pemerintah daerah maupun instansi terkait agar mendapat perhatian dan tindak lanjut yang segera.

Khusus terkait penyaluran bantuan sosial bagi nelayan, pihak kepolisian mendorong adanya pengawasan yang objektif. Aparat juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan secara resmi apabila menemukan indikasi penyimpangan dalam proses penyaluran bantuan.

Di sisi lain, kegiatan ini turut menekankan pentingnya keselamatan saat melaut, mengingat kondisi cuaca maritim yang dinamis. Melalui pengingat langsung di lokasi, warga diarahkan untuk tetap waspada terhadap perubahan kondisi perairan dan faktor risiko selama aktivitas di laut.

Patroli dialogis tersebut berlangsung aman dan berjalan lancar. Kehadiran aparat mendapat respons positif dari nelayan setempat karena mereka merasa aspirasi didengar secara langsung.

Dengan pendekatan humanis serta dialog terbuka, Dit Polairud Polda Gorontalo menegaskan komitmen untuk tidak berhenti pada aspek penegakan hukum di bidang perairan. Aparat juga berupaya hadir sebagai jembatan solusi atas persoalan sosial yang dialami masyarakat pesisir, sehingga komunikasi warga dan aparat dapat terus terbina secara berkelanjutan.

Dalam dialog tersebut, aparat turut memberi ruang tanya jawab agar warga bisa menyampaikan kebutuhan secara runtut, sekaligus memastikan setiap masukan dipahami dengan baik. Melalui pertemuan di lokasi, pembicaraan tidak berhenti pada pengungkapan keluhan, tetapi juga diarahkan pada harapan agar aspirasi mendapatkan perhatian lebih serius.

Warga menilai kehadiran personel gabungan memberi rasa dekat karena mereka dapat berdiskusi langsung tanpa perantara. Di saat yang sama, pihak kepolisian terus menegaskan pentingnya disiplin keselamatan selama bekerja di laut, termasuk kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat memengaruhi kondisi perairan. Komunikasi yang terjalin diharapkan tetap berjalan, sehingga persoalan di pesisir dapat ditangani bertahap melalui koordinasi dengan pihak berwenang.