jurnalistik.co.id – Luke Littler, peringkat satu dunia, lolos ke babak berikutnya di World Series of Darts Finals 2026 setelah menghadapi laga yang nyaris berakhir tidak sesuai rencana saat tampil di Amsterdam melawan Danny Noppert.
Petaruh berusia 19 tahun itu datang dengan target meraih kemenangan keduanya di World Series Finals, setelah sebelumnya sukses pada 2024.
Namun, pertandingan di venue yang sama kali ini tidak berjalan mulus sejak awal, karena Noppert sempat mengancam ritme Littler sejak fase pertama.
Littler memang sempat mengalahkan Noppert dengan skor telak 6-0 dalam pertemuan terakhirnya sebelum turnamen ini, ketika petenis Belanda itu melaju menuju gelar Czech Darts Open.
Justru karena latar belakang tersebut, setiap perubahan momentum di Amsterdam menjadi semakin menentukan.
Di awal laga, Noppert meraih start yang agresif dengan memenangkan tiga leg beruntun untuk membangun keunggulan 3-1.
Kejar-kejaran skor pun segera memasuki fase yang lebih rapat, dan Littler harus berjuang untuk mematahkan tekanan yang sempat membuatnya tertinggal.
Setelah tertinggal, Littler berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3, lalu merespons respons penonton ketika mereka bersiul kepadanya.
Ketika suasana stadion berbalik, ia mengangkat kedua telapak ke arah telinganya sebagai bentuk reaksi atas boos.
Momentum itu sempat terlihat mengarah ke Noppert, tetapi Littler tetap menjaga jalannya pertandingan pada ritme yang ia cari sendiri.
Meski sempat terjadi momen ketika ia “membobol” skor dengan hasil yang sempat membuatnya lebih dekat, Noppert tidak mampu memanfaatkan celah untuk merebut kembali kendali pertandingan.
Skor kemudian kembali ketat, tepat pada angka 4-4, ketika Littler melesat dengan performa yang membuatnya mendapatkan momen penentu.
Ia melepaskan checkout yang dinilai luar biasa, yaitu 95, sekaligus meninggalkan Noppert hanya dengan 46.
Setelah hasil itu, Littler berada di jarak satu leg dari kemenangan, namun ia tidak membiarkan laga menjadi panjang lagi.
Ia akhirnya menyelesaikan pertandingan dengan nyaman, sehingga memastikan dirinya melanjutkan perjalanan di turnamen.
Berita Terkait
Kemenangan ini juga mengubah peta persaingan di undian berikutnya, karena Littler kini akan berhadapan dengan sesama wakil Inggris, Nathan Aspinall.
Aspinall melaju setelah mengalahkan Raymond Smith dengan skor 6-4, sehingga keduanya menjanjikan duel bergaya yang sama-sama menuntut ketenangan di leg-leg akhir.
Di partai lain, Wales juga punya kabar, ketika Gerwyn Price berhasil mengatasi Brody Klinge dengan skor 6-4.
Walau Price sempat mengendalikan laga sejak mengambil kontrol di 5-0, pertandingan tidak berakhir sepenuhnya sesuai harapan karena Klinge menolak dipulangkan lebih cepat tanpa leg tambahan.
Klinge menghindari whitewash dan perlahan meningkatkan kepercayaan dirinya.
Ia kemudian mengubah gambaran laga yang semula terlihat seperti pembantaian menjadi kekurangan hanya satu leg di fase akhir, sebelum Price menutup pertandingan dengan lebih meyakinkan.
Setelah laga tersebut, Price akan menantang Jim Long pada babak berikutnya.
Motomu Sakai juga memastikan tempatnya setelah mengalahkan Callan Rydz yang berasal dari Inggris dengan skor 6-5.
Hasil tipis itu menunjukkan pertandingan berlangsung kompetitif sampai akhir, sebelum Sakai mengamankan tiket lolos.
Sementara itu, James Wade melanjutkan langkahnya setelah menumbangkan Damon Heta dengan skor 6-5.
Wales kembali akan terlibat dalam persaingan setelah Jonny Clayton dipastikan menghadapi Sakai, setelah ia menaklukkan Maik Kuivenhoven 6-3.
Di jalur lain, sang juara bertahan Michael van Gerwen justru harus menerima kekalahan 5-6 dari Daryl Gurney pada hari Kamis.
Kejadian itu menegaskan bahwa turnamen ini tidak memberi ruang bagi siapa pun untuk lengah, meski reputasi dan catatan sebelumnya sedang kuat.
Terakhir, peringkat dua dunia Luke Humphries akan berhadapan dengan Dirk van Duijvenbode setelah menang atas Wattimena.
Dengan kemenangan-kemenangan tersebut, babak berikutnya di World Series of Darts Finals 2026 akan menampilkan rangkaian laga yang semakin berimbang, terutama setelah Littler selamat dari ancaman di fase awal dan memenangi partai paling menentukan di Amsterdam.












