Daerah

Harbour Road II didesain tahan gempa 1.000 tahun, ketinggiannya 38 meter—lebih tinggi dari MBZ

×

Harbour Road II didesain tahan gempa 1.000 tahun, ketinggiannya 38 meter—lebih tinggi dari MBZ

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: RI Punya Tol Layang Tahan Gempa 1.000 Tahun, Tingginya Lampaui MBZ!

jurnalistik.co.id – Jakarta berencana menghadirkan Jalan Tol Layang Harbour Road II pada ruas Ancol Timur–Pluit. Proyek ini dibangun dengan konsep elevated, menggunakan struktur yang berdiri di atas Tol Sedyatmo, sehingga pemanfaatannya berfokus pada penambahan kapasitas tanpa harus seluruhnya bergantung pada pembukaan lahan baru di permukaan.

Dari sisi ukuran, Harbour Road II disebut memiliki ketinggian hingga 38 meter. Dengan angka tersebut, proyek ini melampaui Tol Layang MBZ yang memiliki tinggi sekitar 15 meter. Selain mengandalkan karakter struktur yang menjulang, desain jalan tol juga diarahkan untuk memperhitungkan ketahanan terhadap gempa dengan periode ulang hingga 1.000 tahun.

Karakter elevated tersebut menjadi salah satu pembeda dalam upaya pengembangan konektivitas di wilayah utara Jakarta. Karena dibangun di atas infrastruktur jalan tol yang sudah ada, proyek ini diharapkan mampu menambah daya tampung pergerakan kendaraan, sekaligus menjaga keberlanjutan fungsi jaringan yang telah berjalan sebelumnya.

Pada tahap pelaksanaan, Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Tbk, Arief Budhy Hardono, menyampaikan laporan kemajuan melalui Instagram CMNP @official.cmnp, pada Minggu (20/9/2026). Dalam keterangannya, ia menegaskan perkembangan proyek saat ini.

“Progres kami ini 44,12% dengan availability dari tanah yang sudah UGK infonya sudah 77%. Ini adalah progres baru sebetulnya walaupun UGK sudah sampai 77%, availability area yang bisa dikerjakan oleh rekan-rekan kontraktor adalah 81,55%,” kata Arief Budhy Hardono, dikutip dari Instagram CMNP @official.cmnp, Minggu (20/9/2026).

Berdasarkan paparan tersebut, pembangunan Tol Harbour Road II telah mencapai progres 44,12%. Sementara itu, ketersediaan lahan pada tahap UGK disebut berada di kisaran 77%, dan area yang dapat dikerjakan kontraktor mencapai 81,55%. Rincian angka ini menunjukkan bahwa selain progres pekerjaan berjalan, aspek ketersediaan lokasi kerja juga menjadi bagian dari pengendalian pelaksanaan.

Secara skala pendanaan, proyek Harbour Road II membutuhkan investasi sekitar Rp15,08 triliun. Proyek ini juga ditargetkan rampung pada 2028, dengan tahapan yang terus bergerak mengikuti kesiapan area kerja. Dengan jadwal tersebut, proyek diarahkan untuk memberikan tambahan pilihan akses di koridor utara Jakarta.

Kehadiran Harbour Road II ditujukan untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas, khususnya di Tol Harbour Road I serta kawasan utara Jabodetabek. Setelah mulai beroperasi, ruas ini diharapkan dapat menjadi alternatif bagi kendaraan yang melintas di kawasan tersebut, sehingga beban pergerakan dapat terbagi lebih merata dibanding hanya mengandalkan jalur yang sudah ada.

Dengan tinggi hingga 38 meter dan desain yang menonjolkan ketahanan terhadap gempa berperiode ulang hingga 1.000 tahun, Harbour Road II dirancang sebagai salah satu proyek infrastruktur jalan dengan struktur elevated yang menjadi perhatian di Jakarta. Proyek ini pada akhirnya diharapkan memperkuat konektivitas, sekaligus mendukung kebutuhan mobilitas di wilayah utara Jabodetabek hingga tahap layanan setelah ditargetkan selesai pada 2028.

Dengan pendekatan elevated yang ditempatkan pada bentang di atas Tol Sedyatmo, Harbour Road II tidak hanya menambah ruang lintas, tetapi juga menjaga keterhubungan koridor yang sudah berjalan. Model konstruksi semacam ini membuat fokus pekerjaan lebih diarahkan pada peningkatan kapasitas sepanjang ruas, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pembebasan lahan sepenuhnya di area permukaan.

Dalam pembaruan pelaksanaan, CMNP menyebut progres pekerjaan saat ini mencapai 44,12%. Ketersediaan yang dirujuk melalui data UGK disebut berada di angka 77%, sedangkan ruang yang dinyatakan siap untuk dikerjakan kontraktor mencapai 81,55%. Penjelasan perbandingan angka tersebut memberi gambaran bahwa pelaksanaan proyek tidak hanya diukur dari kemajuan fisik, melainkan juga dari kesiapan area kerja yang dapat dimanfaatkan di lapangan.

Dari sisi rencana jangka waktunya, proyek ini diproyeksikan menelan investasi sekitar Rp15,08 triliun dan ditargetkan selesai pada 2028. Setelah selesai, ruas Harbour Road II diharapkan membantu meredakan kepadatan, terutama pada Tol Harbour Road I dan arus lalu lintas di wilayah utara Jabodetabek. Kehadiran alternatif jalur ini ditujukan agar kendaraan memiliki pilihan rute yang lebih seimbang, sehingga beban perjalanan tidak bertumpu pada satu akses saja.