Daerah

Idah Syahidah Rusli Habibie Lihat Warga Berbelanja di Pasar Murah Bersubsidi Telaga Jaya

×

Idah Syahidah Rusli Habibie Lihat Warga Berbelanja di Pasar Murah Bersubsidi Telaga Jaya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Wagub Idah Layani Warga di Pasmur Bersubsidi Telaga Jaya

jurnalistik.co.id – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie turun langsung untuk melayani masyarakat yang berbelanja di Pasar Murah Bersubsidi di Desa Luwoo, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, pada Rabu (2/9/2026).

Kegiatan itu menjadi perhatian warga karena menghadirkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Idah terlihat berinteraksi langsung di lokasi penjualan, termasuk di stan telur dan gula pasir.

Dalam kunjungan tersebut, Idah menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga selama berlangsungnya pasar murah. Ia menilai momen ini tetap membawa semangat meski kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih.

“Senang melihat masyarakat bahagia di Pasar Murah. Walau kaki belum maksimal pulih, antusiasme masyarakat jadi semangat saya untuk terus melangkah dan berbagi,” kata Idah.

Selain melayani warga yang berbelanja, Idah juga menyampaikan pesan-pesan singkat setelah masyarakat selesai melakukan pembelian. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama ketika kemarau berlangsung cukup panjang.

Idah mengingatkan agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya di lingkungan permukiman maupun lahan yang mudah terbakar. Pesan ini disampaikan sebagai bentuk perhatian terhadap keselamatan warga selama kondisi cuaca sedang mengarah pada risiko meningkat.

Pasar Murah Bersubsidi tersebut digelar Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan menyediakan sebanyak 2.000 paket bahan pokok. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan dibandingkan harga normal di pasaran.

Adapun komoditas yang tersedia mencakup beras 5 kilogram seharga Rp25 ribu, minyak goreng Rp10 ribu per liter, cabai rawit Rp10 ribu per 0,25 kilogram, bawang merah Rp10 ribu per 0,5 kilogram, gula pasir Rp10 ribu per kilogram, telur Rp10 ribu per 10 butir, serta ayam pedaging Rp20 ribu per ekor.

Jika mengacu pada harga pasar normal, nilai keseluruhan komoditas dalam paket tersebut mencapai sekitar Rp270 ribu. Namun, masyarakat hanya perlu membayar Rp95 ribu untuk mendapatkan seluruh paket bahan pokok yang disiapkan dalam kegiatan ini.

Angka-angka tersebut menunjukkan besarnya selisih dukungan harga melalui skema subsidi. Dengan pendekatan seperti ini, masyarakat diharapkan tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus menyesuaikan secara berlebihan ketika biaya bahan pokok cenderung meningkat.

Di tengah situasi kemarau, kegiatan pasar murah juga dipandang relevan karena tetap menjaga keberlangsungan akses masyarakat pada kebutuhan pokok. Pada saat yang sama, pesan kewaspadaan kebakaran memperkuat aspek perlindungan terhadap keselamatan warga, baik di rumah maupun area sekitar yang rawan.

Melalui kehadiran langsung di Pasar Murah Bersubsidi Telaga Jaya, Idah menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat. Interaksi di lapangan sekaligus menjadi ruang untuk mendengar langsung kondisi warga, sekaligus menyampaikan imbauan agar tetap menjaga kewaspadaan selama musim kemarau.

Di lokasi, Idah tampak tidak hanya menyerahkan perhatian program, tetapi juga ikut merasakan langsung dinamika saat warga melakukan transaksi. Kehadirannya membuat warga merasa didampingi, sekaligus memberi ruang agar keluhan atau kebutuhan yang muncul di lapangan bisa tersampaikan secara langsung.

Pada kesempatan yang sama, ia menegaskan bahwa dukungan melalui pasar murah bersubsidi perlu berjalan beriringan dengan kewaspadaan. Ketika kemarau berlangsung cukup panjang, potensi kebakaran dinilai semakin perlu diwaspadai, baik di lingkungan permukiman maupun area yang memiliki karakter lahan mudah terbakar.

Program pasar murah ini diselenggarakan dengan menyiapkan 2.000 paket bahan pokok agar masyarakat bisa memperoleh komoditas sehari-hari dengan harga yang lebih ringan. Paket yang memuat beragam kebutuhan pokok tersebut diperkirakan setara nilai pasar sekitar Rp270 ribu, namun warga cukup membayar total Rp95 ribu untuk mendapat seluruh paket. Selisih harga itu diharapkan meringankan beban pengeluaran keluarga tanpa membuat masyarakat harus terlalu menyesuaikan pemenuhan kebutuhan saat harga bahan pokok cenderung meningkat.