jurnalistik.co.id – Gusnar Ismail menilai kualitas hunian layak untuk keluarga penerima manfaat sebagai bagian penting dari program pemerintah daerah. Ia menyampaikan penilaian itu ketika meninjau salah satu unit mahyani di Kelurahan Padengo, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Selasa (1/9/2026).
Kunjungan dilakukan di sela penyaluran bantuan pangan. Dalam kesempatan tersebut, Gusnar menaruh perhatian pada rumah yang dibangun melalui program Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Gorontalo.
Gusnar menyebut program mahyani hadir setiap tahun, dengan dukungan anggaran yang berasal dari berbagai sumber. Ia kemudian mengapresiasi kualitas bangunan yang telah selesai dibangun.
Penyaluran unit mahyani di 2026
Pada tahun 2026, Baznas Provinsi Gorontalo memperoleh alokasi 50 unit rumah dari program pusat. Unit-unit tersebut didistribusikan ke enam kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo.
Selain itu, Baznas menargetkan pembangunan 15 unit rumah layak huni melalui anggaran provinsi. Untuk satu unit rumah, anggaran pembangunan ditetapkan sebesar Rp25 juta.
Menurut Gusnar, rangkaian dukungan tersebut perlu berjalan dengan kualitas yang terukur. Ia menilai hasil bangunan yang dilihat di lokasi sudah layak dijadikan tempat tinggal.
“Rumah yang dibangun ini sangat layak. Program mahyani setiap tahun selalu ada dengan anggaran dari berbagai sumber. Kalau ini dari Baznas, ada juga dari Kementerian Perumahan,” kata Gusnar.
Gusnar juga menegaskan bahwa keberadaan program mahyani tidak lepas dari kolaborasi berbagai skema pembiayaan. Ia berharap, setiap unit yang dibangun dapat benar-benar dimanfaatkan oleh penerima manfaat.
Tujuan program untuk kesejahteraan keluarga
Berita Terkait
Program mahyani bertujuan untuk mengentaskan rumah tidak layak huni serta meningkatkan kesejahteraan keluarga. Hunian mahyani diharapkan dapat memperbaiki kesehatan dan pola hidup keluarga penerima manfaat.
Dalam penjelasan Gusnar, rumah yang layak menjadi dasar agar keluarga penerima bisa menjalani pola hidup yang lebih baik. Oleh karena itu, kualitas teknis bangunan juga menjadi perhatian utama saat peninjauan dilakukan.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Gorontalo, Aries Ardianto, menjelaskan bahwa bangunan mahyani program Baznas sudah memenuhi standar teknis rumah layak huni. Aries menyebut penilaian meliputi aspek ketahanan dan keselamatan bangunan.
Aries juga menegaskan bahwa kriteria mahyani tidak hanya dilihat dari tampilan akhir. Bangunan perlu memiliki komponen struktur yang layak seperti jendela, pintu, kusen, lantai, dinding, dan penutup atap.
“Kalau melihat kondisi rumah sekarang sudah memenuhi kriteria teknis. Berlantai cor, berdinding batu, dan beratapkan seng, itu syarat dasar rumah layak huni,” pungkas Aries.
Menurut Aries, pemenuhan komponen-komponen struktur tersebut menjadi dasar untuk memastikan standar rumah layak huni benar-benar terpenuhi. Dengan elemen yang sesuai, kualitas bangunan tercermin pada bagian-bagian utama rumah.
Komponen bangunan yang dipenuhi
Aries menuturkan bahwa mahyani mensyaratkan kelayakan pada setiap elemen penting bangunan. Unsur-unsur tersebut mencakup jendela, pintu, kusen, lantai, dinding, serta penutup atap yang digunakan pada rumah yang dibangun.
Ia juga menegaskan bahwa evaluasi dilakukan melalui pengamatan terhadap kondisi rumah. Dari pengamatan itu, Aries menyimpulkan bahwa bangunan telah memenuhi kriteria teknis rumah layak huni.
Gusnar mengapresiasi pelaksanaan program mahyani yang berjalan melalui Baznas Provinsi Gorontalo. Ia menegaskan dukungan dari berbagai sumber, termasuk Baznas dan Kementerian Perumahan, menjadi bagian penting agar hunian yang dibangun dapat dimanfaatkan dengan baik oleh keluarga.
Baik Gusnar maupun Aries memandang pemenuhan standar teknis sebagai ukuran utama, sehingga rumah layak huni dapat mendukung peningkatan kualitas hidup penerima manfaat di lokasi.












