jurnalistik.co.id – Musim kemarau yang berlangsung beberapa minggu terakhir membuat kebutuhan warga semakin sulit dipenuhi. Pemerintah Provinsi Gorontalo menyatakan penanganan dilakukan secara cepat setelah rapat Forkopimda pada Senin (31/8/2026).
Dalam pertemuan itu, Gusnar Ismail mendengar usulan dari pemerintah kabupaten/kota terkait penetapan status tanggap darurat kekeringan. Arahan tersebut kemudian diterjemahkan menjadi beberapa bentuk dukungan yang langsung menyasar warga terdampak.
Menurut data BPBD Provinsi Gorontalo per 30 Agustus 2026, kekeringan telah berdampak pada 7.542 kepala keluarga atau 23.205 jiwa. Sebaran dampaknya meliputi empat kabupaten, 27 kecamatan, serta 72 desa.
Gusnar Ismail menjelaskan bahwa kekeringan tidak hanya mengganggu kegiatan bercocok tanam, tetapi juga dikhawatirkan menekan daya beli masyarakat. Karena itu, Pemprov menyiapkan tiga program yang berjalan paralel: pasar murah bersubsidi, bantuan modal bagi pelaku UMKM, serta bantuan air bersih.
“Kurang lebih satu minggu ini, saya ada di lapangan terus, kerjaannya cuma tiga yakni menyerahkan bantuan UMKM, kedua pasar murah bersubsidi dan ketiga bagi-bagi air bersih karena sebagian besar warga kita sudah kekurangan air (karena kemarau),” ucap Gusnar saat menghadiri dan membuka Gerakan Pangan Murah yang digelar TVRI Gorontalo, Rabu (2/9/2026).
Program pasar murah menjadi yang paling banyak diburu warga. Salah satu pelaksanaannya berlangsung di Desa Luwoo, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, pada Rabu (2/9/2026), bersamaan dengan antusiasme warga yang antre memperoleh kupon belanja.
Pemprov menyiapkan 2.000 paket bahan pokok dengan harga Rp95.000, jauh di bawah harga pasar bila ditotal seharga Rp270 ribu. Di lokasi yang sama, berbagai komoditas dijual dengan skema yang sangat terasa perbedaannya dibanding harga harian.
Harga rica di pasar tradisional yang dapat mencapai Rp130 ribu per kilogram, pada pasar murah disubsidi menjadi Rp10 ribu untuk seperempat kilogram. Beras 5 kilogram yang di pasaran seharga Rp87.500 cukup ditebus Rp25 ribu.
Selain itu, paket pasar murah juga memuat telur 10 butir, bawang merah setengah kilogram, minyak goreng 1 liter, dan gula pasir, masing-masing dengan harga Rp10.000. Ada pula ayam boiler yang dijual seharga Rp20.000.
Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie turut melayani warga yang berbelanja pada kesempatan tersebut. “Ya Allah pak, beras lima kilo saja mo beli di Indomaret sampe Rp97 ribu. Di sini hanya 25 ribu. Rica sekilo di pasar sekarang so Rp130 ribu pak. Jadi torang bersyukur ada pasar murah ini. Terima kasih Pak Gubernur,” ujar Vivin Ishak, salah satu warga setempat.
Berita Terkait
Di sisi lain, Pemprov juga menjaga daya jual pelaku UMKM agar usaha kecil tidak berhenti di tengah kondisi ekonomi yang tertekan. Data dari Diskumperindag menyebut sudah ada 972 pelaku UMKM yang diintervensi dalam bentuk modal barang.
Para penerima bantuan tersebut tersebar di tiga daerah, yakni Kota Gorontalo 395 orang, Kabupaten Gorontalo 397 orang, serta Bone Bolango 180 orang. Gorontalo Utara, Boalemo, dan Pohuwato rencananya mulai disalurkan pekan depan.
Bantuan modal barang disalurkan untuk berbagai jenis usaha. Setiap pelaku UMKM yang menjalankan usaha kios menerima mie instan goreng dan kuah masing-masing empat dus, minyak goreng 22 liter, gula pasir 18 kg, serta susu kental manis 14 kaleng.
Untuk usaha warung makan, paket bahan produksi berupa beras dua karung, minyak goreng 18 liter, dan gula pasir 14 kg. Sementara pembuat kue mendapatkan gula pasir 20 kg, susu kental manis 26 kaleng, tepung terigu 30 kg, dan mentega dua dus.
Penjual gorengan memperoleh minyak goreng 46 liter, tepung terigu 40 kg, serta tepung beras 33 sak. Gusnar menegaskan bahwa bantuan harus diposisikan sebagai modal pengembangan usaha, bukan untuk kebutuhan konsumsi harian.
“Bantuan ini adalah modal usaha yang kami berikan dalam bentuk bahan produksi. Harus kita syukuri, tidak boleh dihabiskan untuk konsumsi, tapi harus dikembangkan,” tegas Gusnar saat menyerahkan bantuan di Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Selasa (1/9/2026).
Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie juga menyampaikan pesan serupa saat memberi arahan pada penyaluran bantuan bahan produksi bagi pelaku UMKM di Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Senin (31/8/2026). Ia meminta penerima bantuan mengelola secara profesional agar berdampak pada peningkatan penghasilan keluarga.
“Kalau usahanya berhasil, tentu akan meningkatkan pendapatan warga. Jadi saya berharap bantuan ini benar-benar dikelola secara profesional,” tutur Idah.
Penyediaan air bersih menjadi langkah penting berikutnya dalam rangkaian penanganan. Pada Selasa (1/9/2026), Gusnar mendatangi Desa Modelomo, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, yang masuk dalam wilayah terdampak kemarau.
Gubernur ikut mengisi air ke jeriken warga dari mobil tangki milik BPBD. Sebanyak 11.700 liter air bersih disalurkan pada pagi itu untuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar saat kesulitan air terjadi di tengah musim kering.
Dengan tiga pendekatan tersebut, Pemprov Gorontalo menempatkan bantuan yang sifatnya segera dan langsung terasa manfaatnya, sekaligus tetap memperhatikan keberlanjutan kegiatan ekonomi warga. Penanganan dilakukan melalui koordinasi lintas pihak serta penyaluran yang menyasar rumah tangga, pelaku usaha kecil, dan kebutuhan air sehari-hari.












