Daerah

Wagub Gorontalo Idah Habibie Minta Penerima Bantuan UMKM Limboto Kembangkan Usaha Secara Profesional

×

Wagub Gorontalo Idah Habibie Minta Penerima Bantuan UMKM Limboto Kembangkan Usaha Secara Profesional

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Penerima Bantuan UMKM Diminta Serius Kembangkan Usaha

jurnalistik.co.id – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie meminta penerima bantuan UMKM di Kecamatan Limboto mengelola bantuan secara serius dan profesional. Ia menegaskan langkah itu penting agar pendapatan keluarga penerima dapat meningkat.

Idah menyampaikan pesan tersebut saat meninjau langsung penyaluran bantuan kepada pelaku UMKM di Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, pada Selasa (1/9/2026). Kunjungan dilakukan untuk memastikan bantuan diterima utuh oleh para penerima manfaat.

Bantuan bahan produksi melalui Program Pengembangan Usaha Tahun 2026 disalurkan Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kumperindag). Pada tahap penyaluran di Limboto, bantuan ditujukan kepada 282 pelaku UMKM.

Menurut informasi dari penyaluran bantuan, penerima berasal dari beragam jenis usaha, mulai dari penjual nasi kuning, pemilik kios, pembuat kue kering maupun basah, hingga penjual gorengan. Idah juga menyoroti bahwa bantuan sebelumnya telah diserahkan sejak pagi hari oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail.

Dalam peninjauan siang hari, Idah menyatakan antusiasme masyarakat penerima bantuan. “Saya hadir siang ini di tengah-tengah masyarakat penerima bantuan UMKM sejumlah 282 untuk warung, rumah makan, pembuat kue, dan penjual gorengan. Saya melihat mereka senang sekali dan sangat antusias,” ujarnya.

Pengelolaan bantuan dinilai harus tepat guna Wakil gubernur menilai bantuan dari pemerintah perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya menjadi tambahan modal, tetapi juga sarana mengembangkan usaha agar penghasilan keluarga penerima manfaat ikut naik.

Idah mengingatkan agar penerima bantuan tidak terlalu mudah memberikan utang kepada pelanggan. “Kalau usahanya berhasil, tentunya akan mendapatkan bantuan lagi. Jadi, saya berharap bantuan ini benar-benar dikelola secara profesional,” pungkasnya. Ia menambahkan, bila terlanjur memberi utang, bantuan yang diterima tetap harus dijaga agar modal usaha tetap berputar melalui penagihan.

Untuk pelaku usaha makanan seperti penjual nasi kuning dan penjual gorengan, Idah mendorong peningkatan kualitas serta penambahan variasi menu. Harapannya, konsistensi kualitas dan pembaruan pilihan hidangan dapat memperkuat daya tarik usaha di tengah persaingan.

Ia juga menekankan bahwa penerima bantuan perlu menjaga pola pengelolaan yang tertib dan berorientasi pada kelangsungan usaha. Dengan pendekatan yang profesional, bantuan diharapkan mampu memberi dampak yang nyata bagi aktivitas produksi dan penjualan sehari-hari.

Secara lebih luas, pada tahun 2026 Dinas Kumperindag menyalurkan bantuan senilai Rp992,5 juta kepada 397 UMKM di Kabupaten Gorontalo. Rincian penyaluran program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan usaha melalui dukungan bahan produksi.

Kunjungan tersebut juga menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap penerima manfaat agar proses penyerahan berjalan sesuai rencana. Dengan memastikan bantuan diterima dalam kondisi utuh, pelaku usaha diharapkan dapat langsung memulai pemanfaatan untuk aktivitas produksi.

Dalam penjelasannya, Idah menekankan bahwa bantuan program tahun 2026 hendaknya dipandang sebagai dukungan yang terarah. Harapannya, penerima mampu menerjemahkan dukungan bahan produksi menjadi peningkatan kemampuan usaha, sehingga pendapatan keluarga benar-benar bergerak naik.

Idah mengaitkan pengelolaan usaha dengan kebiasaan transaksi harian. Ia mengingatkan agar penerima tetap selektif dalam memberi utang kepada pelanggan, karena perputaran modal perlu dijaga melalui penagihan yang tertib, tanpa mengorbankan kelancaran produksi.

Selain itu, Idah juga mendorong peningkatan mutu produk bagi pelaku UMKM yang bergerak di bidang makanan. Perbaikan kualitas dan pembaruan pilihan menu dinilai dapat menjaga daya tarik usaha, terutama ketika persaingan berlangsung. Langkah profesional ini diharapkan memberi dampak nyata pada kegiatan penjualan dan kelangsungan usaha sehari-hari.