jurnalistik.co.id – PT PLN mulai memetakan kebutuhan listrik di Provinsi Gorontalo sebagai langkah awal untuk mengantisipasi kebutuhan daya saat investasi baru masuk ke daerah.
Pemetaan tersebut dibahas dalam pertemuan antara General Manager (GM) PLN UID Suluttenggo MX. Wahyu C. Prasetyo dan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail di Rumah Jabatan Gubernur, Selasa (3/11/2026).
Dalam audiensi itu, Wahyu didampingi pihak terkait, sementara Gubernur juga hadir bersama Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Gorontalo Debby Indriati Margaretha Habibie.
Menurut Wahyu, PLN berkomitmen mendukung pemerintah daerah dalam menyiapkan kebutuhan listrik yang diperlukan investor. Kesiapan ini dinilai penting agar proses investasi dapat berjalan lebih optimal dan tetap memberikan dampak bagi perekonomian Gorontalo.
Ia menegaskan bahwa persiapan infrastruktur kelistrikan perlu diselaraskan sejak awal, supaya calon pelaku usaha memiliki kepastian terkait ketersediaan daya.
“Kami berkomitmen bersama Pak Gubernur untuk mempersiapkan infrastruktur dan kesiapan daya, sehingga investor yang masuk ke Gorontalo bisa berjalan dengan baik dan memberikan dampak yang baik bagi perekonomian daerah,” ungkap Wahyu.
Wahyu menyampaikan bahwa pemetaan dilakukan dari sejumlah potensi investasi yang telah teridentifikasi. Data PLN menunjukkan bahwa potensi kebutuhan daya dari investasi tersebut mencapai sekitar 50 megawatt.
Angka kebutuhan daya itu, kata Wahyu, belum bersifat final karena masih ada peluang penambahan. Penambahan tersebut dapat terjadi seiring munculnya potensi investasi lain yang disampaikan pemerintah daerah.
Dalam pembahasan pertemuan, Wahyu juga menjelaskan bahwa PLN akan melakukan identifikasi langsung terhadap potensi yang dimaksud. Tahap ini mencakup penghitungan kebutuhan daya dan penyesuaian dengan kemampuan sistem kelistrikan yang tersedia di Gorontalo.
Berita Terkait
“Kami akan menjemput bola, melihat berapa jumlah kebutuhan dayanya, kemudian menyelaraskannya dengan kesiapan listrik lainnya,” jelasnya.
Dengan mekanisme tersebut, PLN berupaya memastikan bahwa ketersediaan pasokan listrik bisa mengikuti kebutuhan di lapangan. Koordinasi menjadi bagian penting agar perencanaan kelistrikan tidak tertinggal dari rencana pembangunan yang terkait dengan investasi.
Wahyu menekankan bahwa penyelarasan kebutuhan dan kesiapan dilakukan melalui proses yang terukur, termasuk memetakan besaran daya yang diperlukan. Nantinya, hasil pemetaan digunakan untuk menyesuaikan langkah teknis yang diperlukan agar layanan kelistrikan tetap mampu mendukung aktivitas investasi.
Melalui koordinasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama PLN, perencanaan infrastruktur kelistrikan diharapkan berjalan seiring dengan perkembangan investasi. Dengan begitu, peluang ekonomi daerah dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Secara keseluruhan, audiensi tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan komitmen dukungan dan menyamakan pemahaman mengenai kebutuhan daya bagi investasi baru. Pemetaan kebutuhan listrik yang dimulai PLN diharapkan menjadi dasar penting dalam memastikan kesiapan infrastruktur energi di Gorontalo.
Langkah PLN untuk menilai kebutuhan dari potensi investasi juga menunjukkan upaya menjawab tantangan ketersediaan listrik sejak tahap perencanaan. Harapannya, investasi yang masuk ke daerah dapat terdukung oleh kesiapan pasokan dan infrastruktur kelistrikan yang sesuai.
Lebih lanjut, PLN menjelaskan bahwa proses penilaian yang dilakukan tetap diarahkan untuk menjadi rujukan dalam menyusun langkah teknis ke depan. Dengan begitu, informasi pemetaan kebutuhan daya dapat diterjemahkan menjadi penyesuaian sesuai kondisi sistem kelistrikan yang tersedia di Gorontalo.
Di sisi lain, koordinasi antara PLN dan Pemerintah Provinsi Gorontalo dipandang penting agar arah perencanaan tetap selaras dengan dinamika rencana investasi. Setiap perubahan potensi yang teridentifikasi nantinya dapat ikut diperhitungkan dalam pembaruan kebutuhan daya dan pengaturan kesiapan pasokan listrik.
Melalui penyelarasan yang terukur tersebut, diharapkan terdapat kejelasan yang lebih baik mengenai besaran kebutuhan listrik dari proyek-proyek yang direncanakan. Harapannya, calon investor memperoleh kepastian terkait dukungan daya, sementara PLN memiliki dasar yang kuat untuk memastikan ketersediaan listrik dapat mengikuti kebutuhan di lapangan.












