Hukum & Kriminal

Depresi, Ayah di Manggarai Timur Diduga Bunuh Putranya dan Gantung Diri

5
×

Depresi, Ayah di Manggarai Timur Diduga Bunuh Putranya dan Gantung Diri

Sebarkan artikel ini
Depresi, Seorang Ayah di Manggarai Timur Diduga Bunuh Puteranya dan Gantung Diri Regional 12 Juni 2026
Ilustrasi: Depresi, Seorang Ayah di Manggarai Timur Diduga Bunuh Puteranya dan Gantung Diri

jurnalistik.co.id – Di Kampung Golo Pering, Desa Golo Lero, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, seorang ayah bernama Yohanes Gabriel Roncallia Deo (34) ditemukan gantung diri di rumah orang tuanya.

Warga kemudian mendapati dugaan tragedi berantai: Yohanes Gabriel diduga membunuh puteranya sebelum mengakhiri hidup. Putranya, Ansgarius Blazio Zezu Dedeo (7), ditemukan sudah meninggal dunia.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (11/6/2026). Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky Shodri, keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Diduga karena korban merasa depresi adanya permasalahan dalam keluarga. Saat ini korban sedang dalam masa gugatan perceraian yang dilaporkan oleh istri korban,” kata Zacky dalam keterangannya.

Zacky menjelaskan, saat ditemukan, putra korban berada terbaring di tempat tidur. Sementara itu, ayah korban ditemukan tergantung dengan tali nilon berwarna biru.

Polisi juga menyampaikan dugaan cara ayah membunuh putranya. “Zacky menyebut, diduga sang ayah menghabisi nyawa puteranya dengan cara membekap mulut dan hidung korban,” terang dia.

Berdasarkan hasil visum pada putra korban, ditemukan luka lebam di pelipis kanan serta adanya cairan berbuih di hidung. Zacky merinci temuan tersebut melalui penilaian dokter.

“Diagnosa dokter, korban meninggal karena kekurangan oksigen diduga korban anak dibekap oleh korban ayah menggunakan tangan menutup hidung dan mulut korban hingga korban tidak bisa bernapas dan meninggal dunia,” kata Zacky.

Menurut penuturan Zacky, kejadian ini pertama kali diketahui oleh ibu korban, Noni Maria (63). Pada Kamis, Noni Maria meninggalkan rumah sejak pagi hingga sore hari.

Ketika kembali, rumah dalam keadaan terkunci dari dalam. Noni Maria kemudian sempat memanggil kedua korban, namun tidak ada jawaban.

Karena merasa curiga, Noni Maria akhirnya mengintip bagian dalam rumah melalui jendela kamar. Dari sana, ia menemukan cucunya dalam posisi terbaring di atas tempat tidur.

Setelah melihat kondisi di dalam rumah, kecurigaan Noni Maria mengarah pada penemuan bahwa ayah dan anak berada dalam keadaan meninggal dunia. Berdasarkan keterangan yang sama, ayah korban ditemukan tergantung, sementara putranya berada di tempat tidur.

Hingga berita ini disusun, penanganan perkara merujuk pada dugaan adanya tekanan psikologis yang berat pada Yohanes Gabriel Roncallia Deo. Penyebab yang disebutkan dalam keterangan polisi mengarah pada permasalahan dalam keluarga serta kondisi gugatan perceraian yang dilaporkan oleh istri korban.

Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky Shodri, menegaskan bahwa dari temuan awal di lokasi, baik ayah maupun putranya sudah tidak bernyawa ketika ditemukan. Dugaan pembunuhan terhadap putra dan aksi gantung diri terhadap diri sendiri menjadi rangkaian peristiwa yang sedang ditelusuri.

Setelah menunggu di luar rumah sepanjang pagi hingga sore, Noni Maria kemudian kembali ke tempat kejadian. Rumah disebut dalam keadaan terkunci dari dalam, sehingga ketika ia berusaha memanggil Yohanes Gabriel dan Ansgarius, tidak ada jawaban. Karena khawatir, ia akhirnya mengintip dari balik jendela kamar dan mendapati keduanya dalam kondisi yang sama-sama tidak bernyawa.

Dari pemeriksaan awal di lokasi, polisi mencatat bahwa ayah ditemukan tergantung menggunakan tali nilon berwarna biru, sementara putranya berada terbaring di tempat tidur. Temuan medis pada tubuh korban putra kemudian dijadikan dasar penelusuran, termasuk adanya lebam pada pelipis kanan serta indikasi cairan berbuih di hidung. Berdasarkan penilaian dokter, kematian diduga berkaitan dengan kekurangan oksigen yang terjadi karena jalan napas korban tidak memungkinkan, sesuai dugaan pembekapan.

Pihak kepolisian juga menguraikan bahwa dugaan rangkaian peristiwa tersebut berkaitan dengan tekanan psikologis yang berat, yang diduga muncul dari masalah di dalam keluarga. Dalam keterangannya, disebutkan bahwa saat kejadian Yohanes Gabriel sedang menghadapi proses gugatan perceraian yang dilaporkan oleh istrinya, sehingga penyidik masih menelusuri bagaimana kondisi tersebut berpengaruh pada korban sebelum tragedi terjadi.

Sampai saat berita ini disusun, proses penanganan perkara berada dalam tahap penelusuran atas dugaan pembunuhan terhadap putra dan aksi gantung diri oleh ayah. Polisi menegaskan bahwa informasi awal menunjukkan kedua korban sudah meninggal ketika ditemukan, sementara alasan pasti dan alur kejadian terus dikaji lebih lanjut berdasarkan keterangan di lapangan serta hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.