jurnalistik.co.id – Aaron Strachan (21) dijatuhi penahanan minimum lima tahun disertai perintah pembatasan seumur hidup (lifelong restriction order/OLR) setelah kasus penculikan dan pemerkosaan terhadap seorang gadis berusia 15 tahun di Edinburgh.
Vonis itu berarti, setelah masa minimum selesai, Strachan tidak otomatis bebas. Dewan pembebasan bersyarat harus menilai apakah ia benar-benar dinilai aman untuk dilepas.
Dari persidangan di High Court Edinburgh, terungkap Strachan menunggu di dekat halte bus di pusat kota sebelum menyerang korban pada awal 25 Mei tahun lalu. Ia menggunakan penutup kepala balaclava dan mendekati korban di Lothian Road, tepatnya di area Princes Street.
Korban sempat merasa tidak nyaman, lalu memilih berjalan ke Princes Street untuk menjauh. Namun ia berhenti di halte bus di luar toko Marks and Spencer, dan Strachan menghadangnya, menuntut agar korban menyerahkan telepon genggam serta berkata agar korban tidak berteriak: “not to scream”.
Strachan kemudian mengeluarkan pisau dan mengancam korban sebelum menggenggam bahunya serta memerintahkannya berjalan menuju York Place. Dalam proses itu, ia beberapa kali berhenti untuk menutup mata korban.
Menurut pengadilan, Strachan menyeret korban menuruni sejumlah anak tangga menuju area ruang bawah tanah yang dipenuhi pallet dan peti kayu. Di sana, korban dipaksa masuk ke sebuah ruangan penuh barang tak terpakai, dibaringkan di kasur darurat, dan diperkosa.
Strachan juga memperingatkan korban agar tidak menceritakan serangan tersebut, dengan ancaman ia akan mencari korban dan menyakitinya bila melapor. Ia kemudian berhasil ditangkap beberapa hari setelah penyerangan, setelah dilihat oleh petugas kepolisian di suatu jalan.
Selain dakwaan utama terkait pemerkosaan, pengadilan juga menyebut rekam kekerasan Strachan. Strachan mengaku menusuk seorang pria di bagian tangan dengan pisau berulang kali beberapa jam sebelum pemerkosaan, dan ia juga mengaku bersalah menyerang pria lain di kepala menggunakan claw hammer pada 28 Mei.
Di sidang awal tahun ini, Strachan seharusnya menjalani proses penjatuhan pidana pada 13 Januari, namun ia kabur ketika dipindahkan dalam pengawalan. Strachan melarikan diri dari rombongan GEOAmey saat ia dibawa menuju kendaraan tunggu, dengan mengakui upayanya “attempting to defeat the ends of justice by breaking free from his handcuffs and running off into the Royal Mile”, yang memicu pencarian besar-besaran.
Berita Terkait
Perwakilan penuntut, Faye Cook, procurator fiscal untuk kejahatan seksual di High Court, mengatakan tindakan Strachan “calculated, predatory, and caused profound harm”. Ia menambahkan, “Although this type of stranger offending is rare, this conviction reflects the gravity of his crimes and the commitment of prosecutors and police to bring him to justice.”
Det Insp Gillian Wells dari unit penanganan pelanggar seks Edinburgh menyebut serangan itu “This was a particularly harrowing attack which was carried out in the busy city centre area and had a profound effect on the young victim.” Wells juga berharap hukuman memberi penutupan bagi korban: “I hope this sentence brings her some sense of closure.”
Hakim Michael O’Grady menggambarkan kejahatan Strachan sebagai “stuff of nightmares”. Ia menjelaskan masa minimum lima tahun yang dijatuhkan sejalan dengan pedoman penentuan hukuman tidak berarti Strachan pasti akan dilepaskan setelah periode itu berakhir.
Di ruang sidang, keluarga korban sempat melontarkan respons keras saat OLR dibacakan, dengan teriakan “that’s ridiculous”.
Penjelasan OLR dan peluang pelepasan
OLR yang diperkenalkan pada 2006 merupakan mekanisme unik di Skotlandia untuk menjalankan hukuman seumur hidup bagi pelaku kejahatan seksual dan kekerasan berat. Perintah ini dijatuhkan bila pengadilan meyakini ada pola perilaku yang dapat meningkat dan secara serius membahayakan publik jika terlepas.
Dalam skema OLR, hakim menetapkan masa minimum penahanan yang harus dijalani sebelum dipertimbangkan untuk pembebasan bersyarat. Setelah masa itu berakhir, terpidana tetap berada di penjara sampai dewan pembebasan bersyarat memutuskan ia dapat dilepaskan, dan pengawasan seumur hidup akan mengikuti bila dianggap aman.
Laporan pengadilan juga menyebut hanya sebagian kecil yang pernah dibebaskan. Pada akhir tahun lalu, terdapat 277 narapidana yang menjalani OLR; dari 224 yang sudah menyelesaikan bagian masa “punishment part”, hanya 14 orang yang pernah dilepaskan.
Dalam analisis lanjutan, hukuman OLR terhadap Strachan dipandang berpotensi membuatnya tetap mendekam selama puluhan tahun. O’Grady menyatakan, “I consider that in view of the level of risk you present to the public, you are likely to remain in prison for many years, if indeed you are ever released.”
Dalam persidangan, Strachan sempat tampak puas saat masa minimum lima tahun dibacakan menjelang ia meninggalkan ruang sidang. Namun dengan pertimbangan tingkat risiko dan mekanisme OLR, pandangan tersebut berpeluang berubah ketika kenyataan hukuman penuh mulai dijalani.












