Peristiwa

Tetap Sejuk di Gelombang Panas Juli: Tips Praktis untuk Tubuh dan Tidur

×

Tetap Sejuk di Gelombang Panas Juli: Tips Praktis untuk Tubuh dan Tidur

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Tips on how to cool down during July heatwave

jurnalistik.co.id – Gelombang panas kembali melanda Inggris, dan di tengah lonjakan suhu pada akhir Juni, banyak orang mulai mencari cara yang lebih cerdas agar tetap nyaman di rumah maupun saat tidur. Di berbagai kisah yang dibagikan pembaca, ada pendekatan yang sangat praktis—mulai dari memantulkan panas dari jendela sampai mengatur ritme harian.

Dalam pengakuan yang mereka sampaikan, sejumlah warga juga mengingat bahwa tubuh tidak selalu merespons panas dengan cara yang sama. Karena itu, solusi yang dipilih cenderung disesuaikan dengan kondisi masing-masing rumah, aktivitas, hingga kebutuhan kesehatan.

Menjaga rumah tetap sejuk: mulai dari jendela

Bethan Earley, dari Rugby, memilih cara yang berfokus pada jendela. Ia memasang foil blanket di bagian luar jendela sebelum menutupnya. Menurutnya, rumah memang tetap akan terasa hangat, tetapi butuh lebih lama agar suhu naik.

Emma Kent, 42, mengambil langkah yang lebih tidak biasa dengan mengecat jendela menggunakan yoghurt. Pada salah satu hari terpanas di bulan Juni, ia menggunakan rol cat untuk menyebarkan 1 kilogram yoghurt pada bagian luar jendela rumahnya di Hitchin. Ia menghabiskan sekitar 10 menit, dan perbedaan suhu di dalam rumah terasa nyata.

Sementara itu, John Turbefield, 38, dari Chichester, menempatkan lembaran seprai berwarna putih di luar jendela di beberapa ruangan yang paling panas. Ia juga membeli paket survival blankets yang biasanya dipakai atlet untuk membantu mengatur suhu tubuh. John menjelaskan, “Survival blankets ini didesain untuk memantulkan panas dan ukurannya besar, jadi cocok dipasang/ditape ke rangka jendela agar sebagian besar cahaya bisa dipantulkan kembali.”

Di tempat lain, John melengkapi strategi itu dengan stok di freezer. Ia menyiapkan botol plastik berisi air ukuran 2 liter, lalu meletakkannya di depan dan di belakang lima kipas yang ia taruh di berbagai titik rumah. Ia menambahkan bahwa botol berukuran besar mungkin memerlukan waktu beberapa hari agar membeku, jadi perlu kesabaran bila ingin meniru langkahnya.

Pada aspek ventilasi, UK Health Security Agency menyarankan untuk membuka jendela hanya ketika udara di luar terasa lebih sejuk daripada di dalam rumah. Lembaga itu juga menekankan agar mematikan perangkat elektronik yang tidak penting, karena beberapa perangkat—seperti televisi, laptop, dan charger—dapat menghasilkan panas tambahan.

Mencari “ruang sejuk” saat harus keluar

Beberapa dewan lokal mempublikasikan daftar “cool spaces” yang dapat menjadi tempat berlindung dari terik matahari. Lokasinya bisa berupa gereja, perpustakaan, maupun museum. Biasanya di tempat seperti itu tersedia fasilitas dasar, termasuk pendingin ruangan, toilet, dan air minum.

Akan tetapi, Alice Jenner, 31, di pesisir selatan, tidak menemukan ruang sejuk yang dekat dengan tempat tinggalnya. Karena itu, ia mengambil keputusan berbeda: ia meminta izin kepada pekerja di toko M&S setempat agar bisa duduk sejenak di toko yang ber-AC. Alice menyebutkan bahwa obat yang ia konsumsi membuat pengaturan suhu tubuh lebih sulit. Ia mengatakan staf M&S “sangat baik” dan memperbolehkannya duduk sekitar satu setengah jam di dekat fitting rooms sambil membaca buku—langkah itu baginya “benar-benar membantu”.

Rutinitas tidur: menurunkan suhu menjelang malam

Stephanie Reed, 39, dari Chorley, menilai pendinginan saat musim panas menjadi kebutuhan yang sangat penting. Baginya, panas ekstrem dapat memicu epilepsinya, sehingga ia berusaha memastikan suhu tubuh tetap terkendali saat malam tiba. Ia membasahi hand towel, meletakkannya melintang di ujung tempat tidur, lalu tidur dengan kaki dan pergelangan kakinya berada di atas kain tersebut. Stephanie menyebut, “Ini membantu mengatur suhu tubuh, dan kain itu tetap sejuk sepanjang malam.”

Ia juga mulai menyiapkan seprai untuk putrinya yang berusia 7 tahun. Seprai putrinya dibasahi air, lalu dimasukkan ke freezer selama sekitar setengah jam sebelum tidur. Waktu pendinginan itu menurutnya cukup untuk membantu agar lebih nyaman saat mulai tidur, tetapi tidak sampai membeku sepenuhnya.

Gordon Cooper, 73, dari High Wycombe, mengatakan ia menggantung handuk mandi basah di kamar tidurnya dan menempatkan kipas di dekatnya untuk membantu mendinginkan ruangan. Jacqueline Pearce, dari Lancashire, mengisi hot water bottle dengan air dingin dari kulkas, lalu menaruhnya di tempat tidur.

Tak hanya mengubah cara pendinginan di dalam kamar, beberapa orang juga mengatur ulang lokasi tidur. Pada gelombang panas bulan Mei, Anabelle Holschuh menemukan sulit tidur di kamar loteng. Ia akhirnya memilih tidur di lantai lorong, menggunakan selimut dan bantal. Ketika panas kembali meningkat pada bulan berikutnya, Anabelle—yang tinggal di London—beralih tidur di sofa ruang tamu yang menghadap utara dan memiliki langit-langit tinggi. Ia menghidupkan kipas listrik. Ia menuturkan, “Saya cukup tidur nyenyak di sofa, jadi tidak perlu turun lebih jauh ke lorong.”

Bagi Clare McDermott, 52, keluar rumah menjadi bagian dari strategi yang ia anggap efektif. Setelah menyiapkan gazebo di kebun rumahnya di West Sussex, ia memilih menghabiskan dua malam pada bulan Juni tidur di bawahnya, duduk di rattan sofa dengan selimut.

Tahlia David, 28, bahkan menempuh langkah lebih jauh. Ia dan pasangan mereka mengendarai campervan ke lokasi wild camping di dekat sebuah danau, di wilayah Carmarthenshire, Wales. Mereka membaca buku, bermain dengan anjing, lalu tidur di dalam van. Tahlia mengatakan mereka merasa nyaman dengan selimut, sesuatu yang “tidak terpikirkan” saat berada di rumah. Ia menambahkan, “Itu menjadi jeda yang menyenangkan dari panas rumah.”

Bekerja dari rumah: menurunkan suhu di sela agenda

Ketika bekerja dari rumah, sejumlah orang juga mengubah setelan aktivitasnya. Teresa Curran, 44, dari Warwickshire, menceritakan bahwa ketika rumahnya terlalu panas, ia mengisi bak mandi dengan air dingin. Ia masuk dan “berjalan/terguling di air” di sela-sela rapat. Teresa menegaskan, “Saya masuk dan berjalan mengaduh di antara pertemuan, dan itu benar-benar memberi bantuan instan.”

Makan saat panas: mengurangi panas dari dapur

Di dapur, Aimie Ludgate, 29, dari Bradford, menyatakan menggunakan oven atau hob saat gelombang panas bukan pilihan. Ia lalu memanfaatkan air fryer untuk memasak sebanyak mungkin: termasuk merebus telur dan memasak steak. Ia juga membekukan botol air berukuran besar semalaman, lalu membawanya ke tempat kerja keesokan harinya.

Dietitian Kate Hilton menambahkan bahwa saat gelombang panas, ia cenderung minum lebih banyak air es dan memilih makanan yang dingin serta membantu hidrasi. Ia menyebut contoh seperti mentimun, tomat, melon, serta frozen smoothies. Ia juga menambahkan buah lain yang bisa membantu hidrasi, termasuk berries, peaches, dan citrus fruits.

Untuk anak-anak yang pemilih dalam makanan, ia menyarankan membekukan jus buah atau smoothies menjadi ice pops agar anak tetap terjaga dari rasa gerah. Ia juga menyinggung bahwa kafein dan terutama alkohol dapat memberi efek yang bersifat dehidrasi. Karena itu, ia merekomendasikan konsumsi alkohol dalam kadar yang moderat saat cuaca panas, sambil mengimbanginya dengan minuman non-alkohol.

Kate Hilton juga menegaskan, “Air pada umumnya adalah pilihan terbaik untuk diminum, tetapi ingat bahwa semua cairan selain alkohol tetap dianggap membantu hidrasi. Jadi jika Anda lebih suka sugar-free squash atau perisa lain, itu tetap termasuk hidrasi.”

Pakaian dan aksesori: memilih bahan yang tidak menahan panas

Untuk urusan berpakaian, Jess Jepson, 31, yang tinggal di Manchester, memilih pakaian longgar, ringan, dan terasa lapang, dengan warna yang lebih pucat. Ia mengenakan pakaian berwarna hitam pada satu hari dan mengakui, “Saya benar-benar menyesal.”

Ia juga menjaga rambut agar tidak menutup wajah dan leher dengan cara mengikatnya menggunakan claw clip. Ia menambahkan, “Ini menjadi tantangan untuk tetap sejuk sambil tetap terlihat rapi.”

Menurut stylist Chantelle Znideric, orang disarankan memakai serat alami seperti katun dan linen. Ia menyebut kain alami “sangat bernapas” dan membantu menyebarkan kelembapan di sepanjang kain, bukan menahannya menempel di kulit. Sebaliknya, kain berkilau atau bersintetis dapat membuat tubuh lebih mudah berkeringat.

Untuk aksesori saat matahari sedang tinggi, Chantelle menjelaskan bahwa topi model basketball cap bisa memberi bayangan pada mata, tetapi telinga dan leher tetap terbuka. Ia menyarankan pilihan lain seperti fedora bertepi lebar atau bucket hat yang memberikan perlindungan penuh.

Mengubah rutinitas: geser aktivitas ke jam yang lebih aman

Beberapa warga memindahkan rutinitas agar terhindar dari paparan panas yang terlalu besar. Annie Smith, 27, dari St Albans, mengatakan ia dan suaminya berjalan dengan dua dachshund mereka pada pagi hari. Mereka juga melakukan enrichment activities di dalam rumah agar anjing tidak bosan, karena terlalu panas untuk diajak jalan setelah pukul 8.00 atau 9.00.

Annie menyebut mereka membeli cooling vests untuk anjing dan menyimpan wet dog food di lemari es. Ia juga mencoba menyelesaikan pekerjaan rumah tangga sebelum sekitar pukul 10.00 supaya setelah itu ia bisa lebih banyak duduk dan tetap sejuk sepanjang sisa hari.

Helena Kandzialka, 55, menyampaikan bahwa ia sebisa mungkin menghindari perjalanan menggunakan mobil. Ia memilih duduk di luar ruangan yang teduh karena hembusan angin membuat suasana lebih sejuk dibanding di dalam rumah.

Naskah ini ditulis oleh Grace Dean, terbit pada 25 Juni 2026 dan diperbarui 13 menit yang lalu. Selain itu, terdapat laporan tambahan dari Alex Akhurst, Alex Emery, Mary Litchfield, dan Rozina Sini.