jurnalistik.co.id – Sepasang pengunjung di Penarth, Vale of Glamorgan, dilaporkan kabur tanpa membayar setelah menyantap makan malam di The Custom House pada Senin malam. Insiden tersebut mencuat setelah pihak restoran mengatakan mereka sempat memantau situasi, namun pelaku pergi lebih dulu sebelum manajer sempat mengejar.
Menurut keterangan restoran, kedua pelanggan menikmati menu bergaya set dengan dua waktu makan (two-course set menu) beserta sejumlah minuman. Dalam laporan tagihan, total yang disebut mencapai ÂŁ115, dengan rincian termasuk delapan Coke, calamari, serta Dover sole seharga ÂŁ52.
Restoran menyatakan bahwa ketika perhatian staf teralihkan ke urusan lain, pasangan itu diduga langsung bersiap melanjutkan langkah berikutnya. Mereka disebut meninggalkan tempat dengan kendaraan yang sudah tak ada lagi di area parkir sebelum manajer sempat menyusul.
“We’d much rather resolve this directly and appreciate you getting in touch with us as soon as possible,” tulis pihak restoran dalam upaya meminta respons dari pelanggan tersebut. Pernyataan itu muncul setelah CCTV merekam momen saat keduanya keluar dari lokasi.
Dalam upaya meminta kejelasan pembayaran, restoran kemudian melakukan banding melalui media sosial. Mereka meminta pasangan tersebut kembali ke venue dan mengatur pelunasan tagihan yang dinilai belum dibayar.
Pihak kepolisian wilayah South Wales Police menyebut mereka sedang menelaah kasus tersebut. Menurut informasi yang disampaikan, polisi “received a report of theft” dari The Custom House pada 29 June dan selanjutnya mengimbau siapa pun yang memiliki informasi untuk menghubungi pihak terkait.
Respons pemilik restoran
Di tengah situasi tersebut, pemilik The Custom House, Tanny Martinez, menilai insiden ini sangat merugikan kerja timnya. Ia menggambarkan kejadian tersebut sebagai “hugely disappointing for the entire team”.
Martinez menekankan beban yang juga sedang dirasakan sektor kuliner, dengan mengatakan, “It’s incredibly frustrating when the hard work and dedication that goes into creating great experiences for our customers is not respected.” Ia juga menyebut kondisi ekonomi yang menantang dan meningkatnya biaya operasional sebagai latar yang membuat insiden dine-and-dash semakin berat untuk dihadapi.
Berita Terkait
- Wanita Bantah Pertemuan Sukarela dalam Persidangan Dugaan Pemerkosaan Aktor Top Boy Michael Ward
- Polda Gorontalo Laksanakan Pengamanan Rutin di PT Pani Gold Mine Marisa, Situasi Terpantau Aman dan Kondusif
- Dua warga Rumania dijatuhi hukuman penjara atas penusukan jurnalis Iran International demi “membungkam”
Lebih lanjut, Martinez menyoroti dampak yang melampaui aspek nominal. Ia menegaskan bahwa dampak kejahatan dine-and-dash “goes beyond the financial loss,” dan menambahkan, “Situations like this can also have a real effect on the team’s morale and wellbeing, especially when so much care and effort goes into every service.”
Ia menggambarkan bahwa setiap layanan dibangun melalui perhatian dan kehati-hatian, sehingga tindakan kabur tanpa pembayaran dinilainya bukan hanya merugikan, tetapi juga mengganggu suasana kerja di internal restoran.
Profil tempat dan konteks kawasan Penarth
The Custom House disebut berdiri di lokasi yang dulu merupakan Penarth Head Inn. Restoran menyampaikan bahwa tempat tersebut dahulu juga dikaitkan dengan kisah perompak terkenal, Edward Edwards, yang disebut beroperasi di wilayah itu pada abad ke-1700-an.
Bangunan bergaya Renaissance dalam kawasan dermaga tersebut, menurut keterangan restoran, dibangun pada 1865 untuk mendukung perdagangan pelayaran Penarth yang saat itu berkembang. Martinez family kemudian membeli dan merenovasi bangunan tersebut pada tahun 2000.
Saat ini, lokasi itu menampung dua venue milik Martinez Group Restaurants. Restoran menyebut pasangan tersebut makan di El Puerto, sedangkan venue lainnya adalah La Marina.
Restoran juga menyampaikan bahwa peristiwa dine-and-dash bukan kali pertama terjadi di South Wales. Di beberapa tahun terakhir, kasus serupa pernah menarik perhatian publik, termasuk perkara pasangan dari Port Talbot, Bernard dan Ann McDonagh. Dalam kasus tersebut, dine-and-dashing dinilai mencapai lebih dari ÂŁ1,000 melalui lima restoran berbeda, hingga keduanya dijatuhi hukuman penjara pada 2024.
Dengan adanya rekaman CCTV dan permintaan klarifikasi dari pihak restoran, kasus di Penarth kini menjadi fokus penanganan kepolisian. South Wales Police melalui keterangan resminya menyebut mereka tengah melakukan penyelidikan terhadap laporan pencurian dari The Custom House.
Sejumlah rincian tentang apa yang dipesan tetap disebut menjadi dasar perhatian, mulai dari delapan Coke, calamari, hingga Dover sole seharga ÂŁ52 yang menempel pada total tagihan ÂŁ115. Sementara itu, langkah lanjutan diharapkan membawa kepastian pembayaran sekaligus memperjelas kronologi sebelum pasangan tersebut meninggalkan restoran.










