jurnalistik.co.id – Seorang perempuan yang menjadi korban dalam persidangan dugaan pemerkosaan aktor “Top Boy” Michael Ward membantah bahwa pertemuan mereka berlangsung secara sukarela.
Di pengadilan, perempuan itu menyatakan bahwa Ward memperkosanya di dalam mobil tak lama setelah mereka bertemu di sebuah klub malam di London timur pada Januari 2023.
Perempuan tersebut tidak dapat disebutkan identitasnya karena alasan hukum, namun ia menegaskan bahwa ia tidak memahami situasi yang sedang ia hadapi dan tidak akan pernah bersedia masuk ke mobil Ward apabila ia mengetahui apa yang akan terjadi.
Michael Ward menghadapi dua dakwaan pemerkosaan dan tiga hitungan pelecehan seksual terhadap perempuan tersebut, yang terjadi pada 2 Januari 2023.
Dalam kesaksiannya, perempuan itu berkata bahwa ia “did not understand the situation” dan “never would have got in that car with him” bila ia mengetahui keadaan sebenarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa dirinya mengalami kebingungan dan ketidakmampuan untuk mengendalikan respons di tengah situasi yang ia jalani.
Pengadilan sebelumnya diberi gambaran bahwa perempuan itu mengetahui Ward pernah tampil dalam film dan televisi, serta merasa terkesan ketika Ward meminta akun Snapchat-nya.
Namun, saat pemeriksaan berlangsung, pembela Ward menyampaikan bahwa hubungan di bagian belakang mobil adalah peristiwa yang berlangsung secara sukarela.
Saat Sallie Bennett-Jenkins KC, kuasa hukum Ward, mengatakan “what happened in the back of the car was consensual”, perempuan itu menolak dengan tegas: “No, Michael raped me.”
Perempuan itu tampak sangat emosional ketika mengingat bagaimana ia tidak mampu melakukan penolakan secara verbal di momen tersebut.
Ia juga mengatakan bahwa dirinya berulang kali menyampaikan kebutuhan untuk pergi “on multiple occasions”.
Setelah kejadian, perempuan itu didengar tampak tidak wajar ketika ia naik ke mobil temannya untuk pulang.
Teman perempuan tersebut juga tidak dapat disebutkan namanya, tetapi kesaksiannya menyatakan bahwa sikap korban “demeanour was off” dan korban terus menangis saat ditanya apa yang terjadi.
Berita Terkait
- Polda Gorontalo Laksanakan Pengamanan Rutin di PT Pani Gold Mine Marisa, Situasi Terpantau Aman dan Kondusif
- Pasangan di Penarth kabur tanpa bayar setelah menyantap menu dua waktu di The Custom House
- Dua warga Rumania dijatuhi hukuman penjara atas penusukan jurnalis Iran International demi “membungkam”
Teman korban menjelaskan, “Because I knew something was wrong with her. I said ‘are you OK?’”
Ia menambahkan bahwa ia kemudian bertanya apakah Ward melakukan pemerkosaan: “I asked her if he had raped her. I realised how intense that was and asked her, ‘has he assaulted you?’”
Dalam kesaksian lain, terungkap bahwa perempuan itu memesan paket tes STI ketika dalam perjalanan pulang.
Ia juga menandai kotak pada formulir yang menanyakan apakah ia telah mengalami kekerasan atau pelecehan seksual.
Pengadilan mendengar bahwa tindakan tersebut dilakukan setelah peristiwa yang ia sebut sebagai pemerkosaan.
Di pihak lain, Michael Ward membantah seluruh dakwaan yang dialamatkan kepadanya.
Dalam pernyataan yang telah disiapkan setelah penangkapan pada 18 Januari 2023, Ward menyampaikan kepada polisi: “I deny the allegation of rape. I want to put on record that we had consensual foreplay and consensual sex.”
Pernyataan itu menegaskan bahwa Ward menganggap seluruh aktivitas seksual terjadi secara sukarela.
Selain isu kesaksian, persidangan juga menempatkan nama Michael Ward dalam konteks kariernya di industri hiburan.
Ward meraih Bafta Rising Star Award pada tahun 2020 dan kemudian mendapat nominasi sebanyak dua kali untuk peran dalam serial BBC “Small Axe” serta untuk film “Empire of Light” yang dirilis pada 2022.
Meski demikian, dalam persidangan ini fokus utama tetap pada klaim perempuan tersebut mengenai kejadian di dalam mobil dan bantahan dari pihak Ward.
Perempuan itu, dalam kesaksiannya, mempertahankan bahwa ia tidak pernah menyetujui hubungan tersebut dan menolak narasi bahwa apa yang terjadi merupakan pertemuan yang wajar atau sukarela.
Ia menyatakan bahwa ia “did not understand the situation” dan bahwa ia tidak akan masuk ke mobil apabila mengetahui keadaan sebenarnya, sekaligus mengingat adanya momen ketika ia “did not use the word no” dan “completely shut down”.
Saat pembela mencoba menegaskan bahwa peristiwa di bagian belakang mobil adalah consensual, korban tetap menjawab dengan kalimat yang tegas: “No, Michael raped me.”
Persidangan ini terus berjalan dengan pemeriksaan lebih lanjut terhadap rangkaian pertemuan, respons korban, serta keterangan dari saksi-saksi yang muncul di persidangan.
Di tengah bantahan Ward dan kesaksian perempuan tersebut, pengadilan kini menilai bagaimana kronologi kejadian pada awal Januari 2023 terjadi serta bagaimana korban merespons situasi yang ia hadapi.












