Hukum & Kriminal

Lukisan Renoir bernilai jutaan dicuri dalam perampokan museum di Prancis

×

Lukisan Renoir bernilai jutaan dicuri dalam perampokan museum di Prancis

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Renoir paintings worth millions stolen in French museum heist

jurnalistik.co.id – Dua lukisan karya Pierre-Auguste Renoir senilai jutaan euro dilaporkan dicuri dalam perampokan di sebuah museum di selatan Prancis. Aksi itu terjadi dini hari Selasa di Musée Renoir, Cagnes-sur-Mer, dan hingga kini polisi masih memburu pelaku.

Menurut Wali Kota Cagnes-sur-Mer, Bryan Masson, dua pencuri masuk dengan cara membobol area museum pada awal hari Selasa. Mereka membawa kabur empat karya, tetapi ketika melarikan diri, dua di antaranya justru sempat ditinggalkan di halaman taman museum.

Dalam perampokan tersebut, dua lukisan yang hilang disebut memiliki nilai masing-masing sekitar €9 juta, setara dengan £7,7 juta atau $10,4 juta. Besarnya nilai karya yang raib membuat kasus ini kembali menguatkan perhatian publik pada keamanan museum dan galeri di Eropa.

Masson mengatakan tindakan menyerang Musée Renoir dipandangnya sebagai serangan terhadap bagian dari sejarah dan warisan Cagnes-sur-Mer. Ia juga menegaskan bahwa Renoir adalah milik publik dan karya-karyanya bernilai tak ternilai, sehingga tidak layak diperdagangkan.

Rekaman pengawasan disebut menjadi salah satu kunci dalam kronologi kejadian. Masson menyatakan, CCTV memperlihatkan para pelaku masuk ke area taman museum dengan memotong pagar, sebelum kemudian merusak struktur yang menahan bingkai lukisan di tempatnya.

Alarm di lokasi disebut berbunyi pada pukul 05:48 waktu setempat, yang juga setara 05:48 GMT. Masson menambahkan polisi tiba di lokasi dalam waktu sekitar lima menit, namun pencuri sudah lebih dulu kabur setelah mendengar bunyi sistem keamanan.

Wali kota juga menyebut para pelaku terlihat “well-equipped” dan “well-informed”. Mereka dikatakan mengenakan helm, sarung tangan, serta perlengkapan bergaya perlengkapan tempur, sambil membawa alat seperti electric knife dan hacksaw.

Selain itu, Masson mengatakan penyelidik menemukan dua kantong zip-up di lokasi kejadian. Kantong-kantong tersebut diduga mungkin berkaitan dengan barang bawaan para tersangka.

Ketika pelaku melarikan diri, dua lukisan ditinggalkan di taman museum. Dua karya yang sempat ditinggalkan itu kemudian dinyatakan telah ditemukan kembali setelah kejadian, sementara dua lukisan lainnya masih belum diketahui keberadaannya.

Adapun lukisan yang hingga kini masih hilang adalah Portrait of Madame Colonna Romano (1910) dan Jeune fille au puits (1886). Sementara itu, karya yang ditemukan kembali adalah Portrait of Madame Pichon (1895) dan Coco Lisant (1905).

Musée Renoir, yang dibuka pada 1960, menjadi tempat tinggal terakhir Renoir sebelum ia meninggal pada 1919. Museum ini juga menampilkan banyak benda yang pernah menjadi bagian kehidupan sang pelukis, termasuk ezel dan kursi roda, serta koleksi foto dan surat-surat pribadinya.

Kasus pencurian ini muncul di tengah rangkaian heist berprofil tinggi yang sebelumnya juga menargetkan karya bernilai besar. Masson mengaitkan insiden di Cagnes-sur-Mer dengan perampokan lain yang lebih dulu terjadi, termasuk aksi di Louvre pada Oktober tahun lalu yang melibatkan pencurian permata mahkota Prancis.

Ia juga mengingatkan bahwa, di luar Cagnes-sur-Mer, peristiwa ini seharusnya menjadi peringatan mengenai perlindungan museum. Menurutnya, tempat-tempat penyimpanan karya kini menghadapi bentuk kejahatan terorganisasi yang baru dan menargetkan karya seni.

Masson menyatakan pencurian yang menimpa museum tidak berhenti di satu lokasi. Ia menyinggung bahwa beberapa waktu sebelumnya juga terjadi pencurian empat lukisan bergaya Renaisans dari sebuah museum di Sisilia.

Dalam pandangannya, pelaku semakin terorganisasi dan semakin teguh, sehingga pengamanan museum harus ditingkatkan. Masson kemudian menyerukan agar pemerintah Prancis memberikan dukungan finansial yang lebih besar kepada wilayah setempat dan museum agar karya seni dapat terlindungi secara lebih efektif.

Dengan dua lukisan yang masih hilang, penyelidikan kini berfokus pada jejak pelaku dan benda-benda yang ditemukan di lokasi. Sementara itu, pemulihan dua karya yang ditinggalkan di taman menunjukkan sebagian hasil tindakan pelaku bisa terdeteksi kembali, namun bagi dua lukisan yang raib, upaya pencarian masih terus berlangsung.

Insiden ini kembali menempatkan isu keamanan pada posisi penting, mengingat nilai karya yang dicuri dan dampak yang ditimbulkan bagi warisan budaya lokal. Bagi Cagnes-sur-Mer, museum tersebut bukan sekadar ruang pamer, melainkan juga memuat jejak kehidupan Renoir sendiri melalui berbagai koleksi yang tersimpan di dalamnya.