jurnalistik.co.id – Sir Tom Jones, penyanyi asal Wales berusia 86 tahun, menyatakan ia sebenarnya tidak ingin meninggalkan ajang bernyanyi ITV, The Voice. Ia mengatakan ITV justru mengambil keputusan untuk “memecat” dirinya dari kursi juri, meski ia mengaku tetap merasa terikat dengan acara tersebut.
Dalam pernyataannya, Tom Jones menyebut bahwa ia “mencintai acara” dan keputusan itu datang sebagai sesuatu yang sudah diputuskan pihak penyiar. Ia juga menegaskan bahwa setelah muncul kabar ia mungkin tidak kembali untuk musim mendatang, pemberitahuan terkait situasi tersebut baru diterimanya “baru-baru ini”.
Jones juga dikenal sebagai pelatih yang silih berganti hadir di The Voice. Ia telah tampil dalam peran tersebut sejak kompetisi itu pertama kali tayang, yakni pada 2012. Karena itu, rumor tentang ketidakhadirannya pada seri berikutnya langsung memunculkan pertanyaan apakah ia bakal tetap berada di panel.
Ia menyampaikan bahwa “The reason given is because of a financial difficulty with insurance.” Dalam unggahan itu, ia menambahkan bahwa kini pernyataan yang beredar di media menyebut ITV ingin “refresh” acara. Menurut Jones, pergantian jajaran coaching membuat tidak ada tempat baginya di format yang baru.
Jones juga menguraikan bentuk peran yang ditawarkannya saat ini. Ia menulis: “They are offering a much-reduced role where I would make an appearance but without being actually involved from the start, and I’m not thrilled about that.” Ia kemudian menegaskan pandangannya: “So the only thing I know right now, is that there’s never a good time to fire an 86-year-old who’s still pretty good at his job.”
Program The Voice, termasuk seri 2027 yang dijadwalkan segera memulai produksi, disebut berada dalam tahap persiapan. Sementara ITV diminta memberikan komentar, laporan Press Association mengutip seorang sumber dari lingkungan acara yang menyebut adanya harapan Tom Jones bisa kembali untuk seri yang akan datang.
Berita Terkait
Dalam laporan tersebut, insider acara menyatakan: “ITV absolutely loves working with Sir Tom.” Mereka juga menyebut bahwa pihak penyiar sedang berkomunikasi dengan Tom Jones dan masih berharap ia dapat kembali ke seri tersebut. Pernyataan ini muncul di tengah informasi bahwa keputusan pengaturan peran telah dipilih dengan alasan terkait asuransi dan rancangan pembaruan acara.
Pada seri terbaru The Voice UK, Tom Jones tampil sebagai pelatih bersama Tom Fletcher dan Danny Jones dari grup McFly. Ia juga beradu peran dengan rapper asal Amerika, Will.i.am, serta penyanyi Destiny’s Child, Kelly Rowland. Sepanjang masa kiprahnya, Jones pernah bekerja bersama banyak pelatih lain, termasuk Jessie J, Olly Murs, Kylie Minogue, dan Rita Ora.
Selain menjadi mentor di berbagai musim, Tom Jones juga disebut membimbing sejumlah pemenang. Ia telah menuntun tiga kemenangan di The Voice: Leanne Mitchell pada seri pertama, Ruti Olajugbagbe pada seri tujuh, dan Anthonia Edwards pada seri 11.
Di luar panggung The Voice, Tom Jones dikenal lewat deretan lagu hits seperti Green Green Grass of Home dan What’s New Pussycat?. Karier musiknya telah berlangsung selama lebih dari enam dekade. Ia meraih tiga singel nomor satu di tangga lagu Inggris dan empat album yang memimpin tangga lagu, serta menerima penghargaan bergengsi seperti Grammy, dua Brit Awards, dan Ivor Novello Award.
Penyanyi yang lahir di Pontypridd ini juga pernah mendapat gelar kehormatan kebangsawanan. Pada 2006, Tom Jones menerima anugerah knighthood dari Ratu Elizabeth II atas kontribusinya terhadap musik.
Dengan situasi yang sedang bergulir di tengah persiapan seri 2027, yang menjadi sorotan kini adalah apakah tawaran peran yang lebih kecil akan berlanjut atau justru ada perubahan arah setelah komunikasi internal dan harapan yang disebutkan pihak acara. Meski begitu, Tom Jones sendiri menegaskan posisinya secara tegas: ia tidak menyangka keputusan “pemecatan” itu terjadi, dan ia menyayangkan diposisikan tanpa keterlibatan sejak awal.












